Langsung ke konten utama

EKTOPIA KARDIAK PADA FETUS (Ectopia Cordis) Tinjauan embriologi, klasifikasi, diagnosis prenatal, prognosis, dan tata laksana


Ektopia kardiak (ectopia cordis) merupakan malformasi kongenital yang ditandai oleh posisi jantung di luar rongga toraks, baik sebagian maupun seluruhnya. Kelainan ini jarang ditemukan, tetapi penting dikenali karena dapat berkaitan dengan malformasi jantung mayor, defek sternum, kelainan diafragma, defek dinding abdomen, serta kelainan kromosom tertentu. Identifikasi prenatal memungkinkan pemetaan anatomi, penilaian prognosis, konseling keluarga, dan perencanaan persalinan serta perawatan neonatal secara terkoordinasi [1–5].

2.1 Definisi dan Epidemiologi

Ektopia kardiak didefinisikan sebagai posisi jantung sebagian atau seluruhnya di luar rongga toraks. Jantung dapat menonjol melalui defek sternum anterior atau terletak ektopik pada daerah servikal, torakal, torakoabdominal, maupun abdominal. Estimasi insidensi yang dilaporkan bervariasi menurut populasi dan definisi kasus; satu tinjauan klinis menyebut sekitar 7–8 per satu juta kelahiran hidup [1,2]. Angka ini tidak boleh diperlakukan sebagai estimasi universal karena kasus sangat jarang, terminologi dan kelengkapan pelaporan berbeda, serta sebagian kehamilan berakhir sebelum kelahiran hidup.

2.2 Embriologi dan Patogenesis

Pembentukan dinding tubuh ventral melibatkan pertumbuhan mesoderm, pelipatan lateral embrio, migrasi jaringan, dan fusi struktur pada garis tengah. Jantung berkembang dari mesoderm kardiogenik dan berpindah ke posisi toraks seiring pelipatan embrio. Gangguan pembentukan atau penutupan dinding ventral pada masa embrional awal diperkirakan berperan dalam ektopia kardiak, tetapi mekanisme tunggal yang pasti belum terbukti. Beberapa hipotesis mencakup kegagalan fusi garis tengah, gangguan perkembangan mesoderm, dan gangguan mekanik akibat pita amnion pada sebagian kasus [2,3].

Gambar 1. Skema konseptual pelipatan lateral dan penutupan dinding ventral. Skema ini menjelaskan hipotesis perkembangan, bukan gambaran embrio yang berskala.

Penting secara klinis: jangan menyatakan satu mekanisme embriologis sebagai penyebab definitif. Sebagian besar kasus dilaporkan sporadis, dan etiologi pada banyak pasien tetap tidak diketahui [2,3].

2.3 Klasifikasi

Klasifikasi anatomis yang umum digunakan didasarkan pada lokasi jantung ektopik. Derajat eksteriorisasi dapat parsial atau komplet. Klasifikasi lokasi membantu deskripsi, tetapi tidak menggantikan pemetaan defek sternum, perikardium, diafragma, dinding abdomen, serta kelainan intrakardiak.

Gambar 2. Skema lokasi ektopia kardiak. Ilustrasi bersifat konseptual dan tidak menunjukkan variasi anatomi individual.

Tipe anatomis

Gambaran umum

Pertimbangan klinis

Servikal

Jantung berada di daerah leher.

Bentuk sangat berat; prognosis umumnya sangat buruk.

Torakal

Jantung berada di luar rongga toraks, biasanya melalui defek sternum.

Evaluasi kelainan jantung dan perlindungan jaringan jantung sangat penting.

Torakoabdominal

Jantung terletak di perbatasan toraks–abdomen; sering berkaitan dengan defek dinding ventral.

Pertimbangkan pentalogi Cantrell dan omfalokel.

Abdominal

Jantung berada di daerah abdomen, suatu bentuk yang sangat jarang.

Perlu pemetaan anatomi lengkap dan evaluasi kelainan penyerta.

Parsial atau komplet

Menggambarkan proporsi jantung yang mengalami eksteriorisasi.

Derajat eksteriorisasi saja tidak cukup untuk memprediksi luaran.

2.4 Kelainan Penyerta

Kelainan penyerta harus dicari secara sistematis. Seri kasus dan sumber ultrasonografi melaporkan defek septum ventrikel atau atrium, tetralogi Fallot, double-outlet right ventricle, dan kelainan jantung mayor lain. Kelainan ekstrakardiak dapat meliputi defek sternum, defek perikardium, hernia diafragma anterior, omfalokel, gastroskisis, kelainan ekstremitas, celah bibir/langit-langit, dan kelainan sistem organ lainnya [1,4,5].

Pentalogi Cantrell

Pentalogi Cantrell adalah kompleks malformasi garis tengah yang secara klasik mencakup lima komponen: (1) defek dinding abdomen supraumbilikal, (2) defek sternum bagian bawah, (3) defek diafragma anterior, (4) defek perikardium diafragmatikum, dan (5) kelainan jantung intrakardiak. Ektopia kardiak dapat menyertai kompleks ini, khususnya pada fenotipe torakoabdominal. Tidak semua kasus ektopia kardiak merupakan pentalogi Cantrell; diagnosis memerlukan penilaian setiap komponen [1,4].

Komponen

Hal yang dinilai pada pencitraan

Dinding abdomen

Omfalokel atau defek supraumbilikal; organ yang mengalami herniasi.

Sternum

Defek atau celah sternum, terutama bagian bawah.

Diafragma

Kontinuitas dan kemungkinan defek anterior.

Perikardium

Ada tidaknya defek serta hubungan dengan rongga toraks/abdomen.

Jantung

Struktur intrakardiak, posisi, orientasi, fungsi, dan pembuluh besar.

2.5 Diagnosis Prenatal

2.5.1 Ultrasonografi

USG merupakan modalitas utama untuk diagnosis prenatal. Ektopia kardiak dapat dicurigai pada trimester pertama dengan peralatan dan keahlian yang memadai, tetapi sering dikenali pada pemeriksaan anatomi trimester kedua. Temuan kunci adalah posisi jantung di luar kontur toraks normal, defek dinding toraks anterior, serta kemungkinan hubungan dengan defek abdomen. Pemeriksaan harus dilakukan secara sistematis dan tidak berhenti pada identifikasi jantung yang menonjol [1,4].

2.5.2 Ekokardiografi janin

Ekokardiografi janin oleh pemeriksa berpengalaman diperlukan untuk menilai anatomi empat ruang, traktus keluar, pembuluh besar, septum, katup, irama, dan fungsi jantung. Tujuan utamanya ialah membedakan malposisi jantung dari kelainan struktural intrakardiak dan mendefinisikan lesi yang dapat memengaruhi stabilitas pascalahir.

2.5.3 Pemeriksaan tambahan

  • USG tiga dimensi dan Doppler warna dapat membantu memetakan permukaan dinding ventral, derajat eksteriorisasi, dan hubungan pembuluh darah.

  • MRI janin dapat dipertimbangkan bila USG belum cukup menjelaskan anatomi torakoabdominal atau hubungan organ; MRI bukan pemeriksaan awal rutin untuk semua kasus [6].

  • Tawarkan konseling genetik dan diskusikan pilihan pemeriksaan diagnostik kromosom, seperti biopsi vilus korion atau amniosentesis dengan analisis yang sesuai. Pemilihan pemeriksaan bergantung pada usia gestasi, temuan tambahan, ketersediaan, dan preferensi keluarga.

  • Evaluasi anatomi janin lengkap, pertumbuhan, cairan amnion, plasenta, dan kemungkinan malformasi lain.

2.5.4 Daftar periksa evaluasi

Domain

Pertanyaan kunci

Lokasi jantung

Apakah jantung berada sebagian atau seluruhnya di luar rongga toraks?

Dinding toraks

Apakah terdapat defek sternum atau jaringan penutup?

Jantung intrinsik

Apakah terdapat kelainan septum, katup, traktus keluar, atau pembuluh besar?

Diafragma/perikardium

Apakah kontinuitas dan batas anatomi dapat diidentifikasi?

Dinding abdomen

Apakah terdapat omfalokel atau defek lain?

Organ lain

Adakah kelainan otak, wajah, ekstremitas, ginjal, atau sistem lain?

Genetik

Apakah konseling dan opsi pemeriksaan genetik telah dibahas?

Konseling

Apakah prognosis, ketidakpastian, dan pilihan perawatan telah dibicarakan secara nondirektif?

2.6 Diagnosis Banding

Diagnosis banding

Pembeda utama

Pentalogi Cantrell

Kombinasi defek dinding abdomen, sternum, diafragma, perikardium, dan kelainan jantung; ektopia kardiak dapat menjadi bagian spektrum.

Limb–body wall complex

Defek dinding tubuh yang luas, sering dengan kelainan ekstremitas dan/atau skoliosis; anatomi umumnya lebih kompleks.

Sindrom pita amnion

Defek tidak teratur dan konstriksi/kelainan ekstremitas dapat ditemukan; mekanisme berbeda dan diagnosis berdasarkan keseluruhan pola.

Omfalokel tanpa ektopia kardiak

Isi abdomen menonjol ke dalam kantong di pangkal tali pusat, tetapi jantung tetap berada di rongga toraks.

Defek sternum terisolasi

Celah sternum tanpa jantung yang berada di luar rongga toraks.

2.7 Prognosis

Secara keseluruhan, prognosis ektopia kardiak buruk, terutama pada eksteriorisasi komplet, bentuk servikal, kelainan jantung mayor, dan kombinasi malformasi luas. Namun, prognosis tidak boleh disimpulkan hanya berdasarkan label diagnosis. Seri kasus multicenter memperlihatkan heterogenitas anatomi dan luaran, sehingga penilaian individual menjadi penting [5]. Kelangsungan hidup jangka panjang pernah dilaporkan pada kasus terpilih, tetapi biasanya memerlukan perawatan intensif dan rekonstruksi bertahap; keberhasilan tidak dapat dijanjikan.

Faktor

Implikasi prognostik

Eksteriorisasi komplet

Risiko tinggi cedera jaringan, gangguan hemodinamik, dan kesulitan rekonstruksi.

Kelainan jantung mayor

Dapat menentukan stabilitas sirkulasi dan kebutuhan operasi kompleks.

Defek dinding torakoabdominal luas

Menyulitkan perlindungan organ dan penutupan primer.

Kelainan ekstrakardiak/genetik

Dapat meningkatkan morbiditas dan memengaruhi pilihan perawatan.

Anatomi lebih terbatas dan fungsi jantung baik

Dapat membuka kemungkinan pendekatan rekonstruksi terpilih, tanpa menjamin luaran baik.

2.8 Tata Laksana Antenatal dan Perinatal

2.8.1 Konseling dan perencanaan

Setelah diagnosis dicurigai atau ditegakkan, lakukan konseling nondirektif dengan penjelasan yang seimbang mengenai tingkat keparahan, ketidakpastian prognosis, kemungkinan kelainan penyerta, pilihan pemeriksaan tambahan, dan pilihan pengelolaan kehamilan yang tersedia sesuai hukum serta kebijakan setempat. Dokumentasikan pemahaman dan preferensi keluarga. Hindari menyampaikan angka keberhasilan operasi yang tidak sesuai dengan anatomi janin.

2.8.2 Pendekatan multidisiplin

  • Spesialis fetomaternal untuk pemetaan anatomi, pemantauan kehamilan, dan koordinasi perawatan.

  • Kardiolog anak untuk interpretasi ekokardiografi dan perkiraan kebutuhan intervensi jantung.

  • Bedah anak dan bedah jantung anak untuk menilai kemungkinan perlindungan organ serta rekonstruksi bertahap.

  • Neonatolog untuk stabilisasi awal dan diskusi tujuan perawatan.

  • Genetikus klinis/konselor genetik, radiolog, serta tim paliatif perinatal bila relevan.

2.8.3 Persalinan

Tempat, waktu, dan cara persalinan ditentukan secara individual berdasarkan derajat eksteriorisasi, kelainan jantung, kondisi obstetri, kemungkinan trauma pada organ yang terekspos, serta rencana tim neonatal-bedah. Persalinan di pusat tersier dengan tim yang tersedia sangat penting bila perawatan aktif direncanakan. Seksio sesarea sering dipertimbangkan pada kasus dengan jantung terekspos untuk mengurangi risiko kompresi atau trauma, tetapi tidak tepat menyatakan bahwa seksio sesarea wajib pada semua kasus; keputusan harus mempertimbangkan anatomi dan kondisi obstetri [1,4].

2.8.4 Perawatan neonatal

Prioritas awal adalah menjaga jalan napas, ventilasi dan sirkulasi, mencegah kehilangan panas dan cairan, serta melindungi jaringan jantung yang terekspos menggunakan penutup steril yang tidak menekan. Manipulasi jantung harus diminimalkan. Penilaian segera dilakukan terhadap stabilitas hemodinamik, anatomi intrakardiak, fungsi jantung, dan defek terkait. Intervensi bedah dapat meliputi perlindungan jaringan, penutupan bertahap dinding toraks, reposisi jantung jika memungkinkan, dan koreksi kelainan jantung berdasarkan anatomi. Pada kasus dengan prognosis sangat buruk, perawatan paliatif perinatal dapat menjadi bagian dari diskusi tujuan perawatan yang berpusat pada keluarga.

Gambar 3. Algoritme konseptual evaluasi dan perencanaan perawatan. Keputusan akhir harus disesuaikan dengan kondisi klinis, sumber daya, dan preferensi keluarga.

BAB III. KESIMPULAN

Ektopia kardiak merupakan malformasi kongenital sangat jarang yang ditandai oleh posisi jantung sebagian atau seluruhnya di luar rongga toraks. Kelainan ini memiliki spektrum anatomis yang luas dan sering berkaitan dengan kelainan jantung intrakardiak serta defek dinding tubuh ventral, termasuk pentalogi Cantrell. Diagnosis prenatal terutama mengandalkan USG terperinci dan ekokardiografi janin, dengan modalitas tambahan sesuai kebutuhan. Evaluasi sistematis terhadap anatomi jantung, dinding torakoabdominal, diafragma, perikardium, organ lain, dan kemungkinan kelainan genetik sangat penting. Prognosis umumnya buruk pada bentuk komplet dan kelainan penyerta berat, tetapi harus dinilai secara individual. Tata laksana terbaik membutuhkan konseling nondirektif, koordinasi multidisiplin, rencana persalinan yang terindividualisasi, serta perawatan neonatal atau paliatif sesuai tujuan perawatan dan kondisi janin.

DAFTAR PUSTAKA

1. McGahan JP, editor. Ectopia cordis. In: Fetology: Diagnosis and Management of the Fetal Patient. 2nd ed. New York: McGraw-Hill Medical; chapter 59.

2. Gabriel A, Donnelly J, Kuc A, Good D, Doros G, Matusz P, et al. Ectopia cordis: a rare congenital anomaly. Clin Anat. 2014;27(8):1193-9. doi:10.1002/ca.22402.

3. Amato JJ, Douglas WI, Desai U, Burke S. Ectopia cordis. Chest Surg Clin N Am. 2000;10(2):297-316.

4. International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology (ISUOG). Ectopia cordis. VISUOG. Available from: https://www.isuog.org/education/visuog/obstetrics/heart/abnormal-4-chamber-view/ectopia-cordis.html. Accessed 2026 Oct 29.

5. Araujo Júnior E, Coutinho LG, Bravo-Valenzuela NJ, Aquino P, Rocha LAD, Rizzo G, et al. Ectopia cordis: prenatal diagnosis, perinatal outcomes, and postnatal follow-up of an international multicenter cohort case series. J Matern Fetal Neonatal Med. 2023;36(1):2203791. doi:10.1080/14767058.2023.2203791.

6. Liu K, Zhu M, Dong SZ. Prenatal diagnosis of fetal ectopia cordis by fetal cardiovascular magnetic resonance imaging. Prenat Diagn. 2022;42(13):1636-42. doi:10.1002/pd.6254.

7. Martadiansyah A, Bernolian N, Lestari PM, et al. Complex management of ectopia cordis complicated by pentalogy of Cantrell: report of two cases and review of current evidence. Int J Surg Case Rep. 2025;131:111353. doi:10.1016/j.ijscr.2025.111353.

8. Orphanet. Ectopia cordis. Orphanet Report Series. Available from: https://www.orpha.net/en/disease/detail/448270. Accessed 2026 Oct 29.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...