Langsung ke konten utama

Hipertiroidisme pada Ibu Hamil

 


1. Definisi dan Signifikansi Obstetri

Hipertiroidisme pada kehamilan adalah keadaan kelebihan hormon tiroid (↑ fT4/fT3) dengan TSH tertekan, yang dapat berdampak serius pada ibu dan janin bila tidak terkontrol. Penyebab tersering adalah Graves disease.

Kehamilan memodifikasi fungsi tiroid melalui:

  • Peningkatan hCG (efek TSH-like) pada trimester I
  • Peningkatan thyroxine-binding globulin (TBG)
    ➡️ Menyulitkan interpretasi laboratorium dan diagnosis banding.

2. Etiologi

A. Penyebab Utama

  1. Graves disease (±85–90%)
    • Autoantibodi TRAb menstimulasi reseptor TSH
  2. Gestational transient thyrotoxicosis (GTT)
    • Terkait hCG tinggi (hiperemesis gravidarum, mola)
  3. Toxic multinodular goiter / adenoma toksik (jarang)

B. Pembeda Klinis Penting

  • Graves: gondok difus, oftalmopati, TRAb (+)
  • GTT: tanpa gondok/oftalmopati, membaik spontan

3. Patofisiologi dan Dampak Kehamilan

Hormon tiroid berlebih meningkatkan:

  • Metabolisme basal
  • Denyut jantung & curah jantung
  • Konsumsi oksigen

➡️ Pada kehamilan → risiko gagal jantung, krisis tiroid, dan komplikasi plasenta.


4. Manifestasi Klinis

A. Gejala Maternal

  • Palpitasi, tremor
  • Intoleransi panas
  • Penurunan BB
  • Keringat berlebih
  • Takikardia persisten

B. Tanda Khas Graves

  • Gondok difus
  • Oftalmopati (proptosis)
  • Dermopati pretibial (jarang)

5. Diagnosis

A. Pemeriksaan Laboratorium

  • TSH ↓
  • Free T4 (± T3) ↑
  • TRAb (bila dicurigai Graves)

Catatan: Gunakan nilai rujukan spesifik trimester bila tersedia.

B. Diagnosis Banding

  • Hiperemesis gravidarum
  • Preeklamsia (takikardia, edema)
  • Kardiomiopati

6. Dampak terhadap Kehamilan

A. Maternal

  • Preeklamsia
  • Gagal jantung
  • Thyroid storm
  • Solusio plasenta

B. Janin

  • Abortus spontan
  • IUGR
  • Prematuritas
  • IUFD
  • Hipertiroidisme/hipotiroidisme janin (akibat TRAb atau obat)

7. Tatalaksana Hipertiroidisme pada Kehamilan

A. Prinsip Umum

  • Target: eutiroid ringan (fT4 di batas atas normal)
  • Gunakan dosis terendah efektif
  • Monitor tiap 4–6 minggu

B. Obat Antitiroid (Pilihan & Waktu)

Trimester Obat Pilihan Alasan
Trimester I Propylthiouracil (PTU) Risiko embriopati lebih rendah
Trimester II–III Methimazole (MMI) Hepatotoksisitas PTU

Dosis awal (umum):

  • PTU 100–300 mg/hari (terbagi)
  • MMI 5–20 mg/hari

➡️ Hindari kombinasi PTU + MMI bersamaan.


C. Terapi Tambahan

  • Beta blocker (propranolol) jangka pendek untuk gejala
    (hindari jangka panjang → IUGR, bradikardia janin)

D. Terapi yang DILARANG

  • Radioiodine (I-131) ❌ (kontraindikasi absolut)
  • Tiroidektomi: trimester II saja, bila refrakter/efek samping berat

8. Monitoring Janin

Indikasi monitoring ketat bila:

  • TRAb maternal tinggi
  • Hipertiroidisme tidak terkontrol

Monitoring:

  • USG pertumbuhan janin
  • Denyut jantung janin (takikardia)
  • Gondok janin (jarang)
  • Oligo/polihidramnion

9. Persalinan & Postpartum

  • Mode persalinan berdasarkan indikasi obstetri
  • Pastikan kondisi eutiroid saat persalinan
  • Risiko flare postpartum tinggi (Graves)
  • Menyusui aman:
    • MMI ≤20 mg/hari atau PTU ≤300 mg/hari

10. Thyroid Storm (Emergensi Obstetri)

Kriteria klinis: demam tinggi, takikardia berat, delirium, gagal jantung.
Tatalaksana segera: ICU, PTU, beta blocker, iodin, steroid.


11. Prognosis

  • Baik bila terkontrol
  • Morbiditas tinggi bila:
    • Diagnosis terlambat
    • Kepatuhan buruk
    • Krisis tiroid

12. Kesimpulan Klinis

  1. Hipertiroidisme pada kehamilan tersering akibat Graves disease
  2. Diagnosis berbasis TSH rendah + fT4 tinggi
  3. PTU trimester I → MMI trimester II–III
  4. Radioiodine kontraindikasi
  5. Kontrol ketat mencegah komplikasi maternal–janin

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  3. Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, et al. 2017 Guidelines of the American Thyroid Association for the diagnosis and management of thyroid disease during pregnancy and the postpartum. Thyroid. 2017;27(3):315–389.
  4. De Groot L, Abalovich M, Alexander EK, et al. Management of thyroid dysfunction during pregnancy and postpartum. Thyroid. 2012;22(1):1–45.
  5. Kriplani A, Buckshee K. Thyroid disorders in pregnancy. Int J Gynaecol Obstet. 2005;91(1):17–23.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...