Langsung ke konten utama

IETA (International Endometrial Tumor Analysis)

 

Definisi

IETA adalah sistem standarisasi terminologi dan interpretasi USG transvaginal untuk menilai endometrium dan kavum uteri, khususnya pada pasien dengan Abnormal Uterine Bleeding (AUB) dan Postmenopausal Bleeding (PMB).
IETA dikembangkan untuk meningkatkan akurasi deteksi keganasan endometrium dan membedakan lesi jinak vs ganas secara reproducible.

IETA memiliki peran penting dalam:

  • Skrining awal kanker endometrium
  • Penentuan indikasi biopsi/histeroskopi
  • Stratifikasi risiko pada PMB dan AUB perimenopause

Prinsip Dasar IETA

Evaluasi dilakukan dengan USG transvaginal (± Doppler) dan mencakup:

  1. Ketebalan endometrium
  2. Ekoktstur endometrium
  3. Batas endometrium–miometrium
  4. Kavum uteri
  5. Vaskularisasi (color Doppler)

Parameter IETA Secara Sistematis


1. Endometrial Thickness (ET)

Diukur pada potongan sagital tertebal.

Kondisi Interpretasi
PMB + ET ≤4 mm Risiko kanker sangat rendah
PMB + ET >4 mm Indikasi biopsi
Premenopause Tidak ada cut-off pasti

Cut-off 4 mm hanya berlaku untuk PMB


2. Ekotekstur Endometrium

Homogen

  • Biasanya jinak (atrofi, hiperplasia non-atipia)

Heterogen

  • Curiga keganasan
  • Sering pada Ca endometrium

3. Midline Endometrial Echo

Temuan Makna
Terlihat jelas Normal
Tidak jelas / terdistorsi Curiga lesi

4. Batas Endometrium–Miometrium

Parameter sangat penting pada IETA.

Batas Interpretasi
Regular / jelas Jinak
Irregular / tidak jelas Curiga invasi miometrium

5. Kavum Uteri

Temuan Makna
Kosong Normal
Cairan Perlu evaluasi
Massa intrakavum Polip / kanker

6. Vaskularisasi (Color Doppler – IETA)

Vascular Pattern

  • Single vessel → Polip
  • Multiple vessels → Curiga keganasan

Vessel Morphology

Bentuk Makna
Lurus, teratur Jinak
Ireguler, bercabang kacau Keganasan

Color Score

  • 1: Tidak ada aliran
  • 2: Minimal
  • 3: Sedang
  • 4: Banyak (curiga kanker)

Gambaran IETA Khas Berbagai Kondisi

Diagnosis Gambaran IETA
Atrofi ET tipis, avaskular
Polip Massa fokal, single feeding vessel
Hiperplasia ET tebal homogen
EIN ET menebal, heterogen, vaskularisasi meningkat
Ca endometrium ET ireguler, batas kabur, multiple chaotic vessels

IETA dan Risiko Kanker Endometrium

Temuan paling sugestif keganasan:

  • Endometrium heterogen
  • Batas endometrium–miometrium tidak jelas
  • Multiple vessels dengan pola kacau
  • Color score 3–4
  • Kavum terdistorsi

➡️ Kombinasi temuan IETA meningkatkan akurasi prediksi kanker hingga >90% bila dikorelasikan dengan klinis.


Perbandingan IETA vs PALM–COEIN

Aspek IETA PALM–COEIN
Fungsi Imaging-based Etiologi
Fokus Risiko keganasan Klasifikasi AUB
Alat USG + Doppler Klinis

➡️ IETA melengkapi PALM–COEIN, bukan menggantikannya.


Implikasi Klinis Praktis

  • PMB + IETA high-risk → biopsi segera
  • AUB perimenopause + IETA low-risk → medika & observasi
  • Lesi fokal → histeroskopi terarah

Kesimpulan

  • IETA adalah standar internasional evaluasi USG endometrium
  • Sangat berguna pada PMB dan AUB usia >40 tahun
  • Menilai arsitektur, batas, dan vaskularisasi, bukan hanya ketebalan
  • Membantu pengambilan keputusan biopsi secara rasional

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Leone FP, et al. Terms, definitions and measurements to describe sonographic features of the endometrium and intrauterine lesions: IETA consensus. Ultrasound Obstet Gynecol. 2010;35(1):103–12.
  2. Dueholm M, et al. Diagnostic methods for endometrial cancer. Best Pract Res Clin Obstet Gynaecol. 2015;29(6):845–59.
  3. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  4. Smith-Bindman R, et al. Endovaginal ultrasound to exclude endometrial cancer. JAMA. 1998;280(17):1510–7.
  5. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...