Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Kriteria Rotterdam untuk Diagnosis PCOS

  Definisi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin–metabolik kompleks yang ditandai oleh disfungsi ovulasi, hiperandrogenisme, dan morfologi ovarium polikistik , setelah penyebab lain disingkirkan. Konsensus Rotterdam 2003 menetapkan diagnosis bila ≥2 dari 3 kriteria berikut terpenuhi. Tiga Kriteria Utama Rotterdam 1. Oligo-ovulasi atau anovulasi Manifestasi klinis: Siklus haid >35 hari atau <8 kali/tahun Amenore ≥3 bulan Infertilitas anovulatorik 2. Hiperandrogenisme Klinis: Hirsutisme (skor Ferriman-Gallwey meningkat) Akne persisten Alopecia androgenik Biokimia: ↑ testosteron total/ bebas ↑ DHEAS atau androstenedion 3. Morfologi ovarium polikistik pada USG Minimal salah satu: ≥20 folikel berdiameter 2–9 mm pada satu ovarium (teknologi USG modern) Volume ovarium ≥10 mL (Ambang folikel awal Rotterdam: ≥12; kini direvisi karena resolusi USG meningkat.) Syarat Penting Diagnosis hanya ditegakkan setelah eksklusi penyebab ...