Langsung ke konten utama

Postingan

Tumor sarkoma uterus

  Tumor sarkoma uterus merupakan kelompok keganasan mesenkimal yang jarang (≈3–7% keganasan uterus), namun memiliki agresivitas tinggi dan pola penyebaran hematogen. Secara histopatologi, sarkoma uterus utama terdiri dari lima tipe utama: Leiomyosarcoma (LMS) Endometrial stromal sarcoma (ESS) Adenosarcoma Carcinosarcoma / Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) Undifferentiated uterine sarcoma (UUS) Berikut penjelasan komprehensif masing-masing. 1. Leiomyosarcoma (LMS) Definisi Leiomyosarcoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel otot polos miometrium . Ini merupakan sarkoma uterus paling sering . Epidemiologi ± 60% dari seluruh sarkoma uterus Usia tersering: 40–60 tahun Tidak berhubungan dengan leiomioma benign (umumnya de novo ). Patologi Kriteria histologis klasik (Stanford criteria): Atypia sel berat Mitotic index ≥10/10 HPF Tumor cell necrosis Diagnosis ditegakkan bila ≥2 kriteria terpenuhi. Gambaran Klinik Gejala: perdarahan uterus abnormal ...
Postingan terbaru

Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT)

  Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) atau uterine carcinosarcoma adalah neoplasma ganas biphasic yang berasal dari endometrium dan mengandung dua komponen histologis: epitelial (karsinoma) dan mesenkimal (sarkoma) . Saat ini, berdasarkan bukti molekuler dan patogenesis, tumor ini diklasifikasikan sebagai varian agresif dari karsinoma endometrium , bukan sarkoma uterus sejati. 1. Definisi Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) adalah tumor ganas uterus yang terdiri dari: Komponen epitelial (karsinoma) Komponen mesenkimal (sarkoma) Kedua komponen berasal dari klon epitelial yang sama (monoclonal origin) melalui proses epithelial–mesenchymal transition (EMT) . Istilah lain: Carcinosarcoma Uterine carcinosarcoma Lokasi tersering: Uterus (endometrium) Jarang: ovarium tuba fallopi peritoneum 2. Epidemiologi ± 2–5% kanker uterus Tetapi menyumbang hingga 15% kematian akibat kanker uterus Usia rata-rata: 65–70 tahun Lebih sering pada postmenopause Fakt...

Tumor Marker pada Kasus Ginekologis

Tumor marker pada ginekologi adalah biomarker biologis (umumnya protein, glikoprotein, atau hormon) yang dapat diukur dalam serum, jaringan, atau cairan tubuh, dan digunakan untuk mendukung diagnosis, menentukan prognosis, memantau respons terapi, serta mendeteksi kekambuhan pada keganasan ginekologi. Secara prinsip, tumor marker tidak digunakan sebagai alat diagnosis tunggal , tetapi dikombinasikan dengan temuan klinis, imaging, dan histopatologi. Berikut tumor marker utama pada onkologi ginekologi berdasarkan jenis keganasannya. 1. Tumor Marker pada Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki jumlah tumor marker paling banyak karena heterogenitas histologinya. A. Epitelial Ovarian Cancer Marker utama: Tumor Marker Keterangan Klinis CA-125 (Cancer Antigen 125) Marker paling penting untuk kanker ovarium epitelial, terutama serous carcinoma HE4 (Human Epididymis Protein 4) Lebih spesifik dibanding CA-125; digunakan dalam algoritma ROMA score CA19-9 Meningkat pada m...

Konsep Conservative Surgical Staging dalam Onkologi Ginekologi

  Conservative surgical staging adalah prosedur pembedahan staging onkologis yang tetap mengikuti prinsip penentuan stadium secara komprehensif, namun mempertahankan fertilitas dan fungsi hormonal ovarium/uterus pada pasien yang memenuhi kriteria seleksi ketat. Pendekatan ini terutama relevan pada pasien usia reproduktif dengan stadium awal dan faktor risiko rendah , sebagaimana dibahas dalam Williams Gynecology dan literatur onkologi ginekologi modern. 1️⃣ Prinsip Dasar Surgical Staging Secara umum, surgical staging bertujuan untuk: Menentukan stadium penyakit secara akurat Mengidentifikasi penyebaran mikroskopik Menentukan kebutuhan terapi adjuvan Memberikan informasi prognosis Dalam konteks klasik (non-konservatif), prosedur dapat mencakup: TAH-BSO Omentektomi Peritoneal washing Biopsi peritoneal multipel Sampling/diseksi kelenjar limfe pelvis dan paraaorta 2️⃣ Conservative Surgical Staging: Definisi Operasional Pendekatan konservatif berarti: Menghin...

Konsep Dasar IUGR

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau fetal growth restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan genetiknya. Secara klinis, sering didefinisikan sebagai estimasi berat janin (EFW) < persentil ke-10 untuk usia gestasi, dengan parameter tambahan (Doppler umbilikalis, AC < p10, atau EFW < p3) untuk membedakan janin kecil konstitusional dari FGR patologis. Klasifikasi klasik berdasarkan pola biometrik membagi menjadi: IUGR simetris (proportionate) IUGR asimetris (disproportionate) Pendekatan ini tetap relevan dalam memahami patofisiologi dan waktu terjadinya gangguan pertumbuhan, sebagaimana dibahas dalam Williams Obstetrics dan literatur fetomaternal modern. 1️⃣ IUGR Simetris (Proportionate FGR) Karakteristik Semua parameter biometrik (BPD/HC, AC, FL) ↓ secara proporsional HC/AC ratio normal Berat janin < p10 dengan ukuran kepala dan abdomen sama-sama kecil Sering onset trimester I atau awal trimester II Patofisiologi...

Etiologi / Penyebab Fetal Body Wall Complex (FBWC)

FBWC merupakan malformasi embrionik berat yang terjadi sangat dini (minggu ke-3–4 embriogenesis) . Sampai saat ini penyebab pasti belum tunggal , tetapi terdapat beberapa mekanisme patogenetik utama yang didukung literatur embriologi dan obstetri. 1. Defek lipatan embrio (embryonic folding defect) – teori paling diterima Mekanisme Pada minggu ke-4, embrio mengalami lipatan kraniokaudal dan lateral untuk membentuk: dinding torakoabdominal rongga tubuh tali pusat Kegagalan proses folding → defek dinding tubuh luas eviscerasi organ tali pusat sangat pendek/tidak terbentuk skoliosis dan kelainan ekstremitas Alasan teori ini paling kuat Mampu menjelaskan kombinasi kelainan simultan pada FBWC. Sesuai dengan waktu kejadian sangat dini sebelum organogenesis selesai. 2. Disrupsi vaskular embrionik (vascular disruption theory) Mekanisme Gangguan perfusi embrio awal → iskemia jaringan → nekrosis dan kegagalan pembentukan struktur tubuh. Dapat disebabkan: trombos...

Fetal Body Wall Complex (FBWC)

  Definisi Fetal Body Wall Complex (FBWC) adalah kelainan kongenital letal yang ditandai oleh defek besar dinding tubuh anterior disertai eviscerasi organ intraabdominal/toraks , kelainan tali pusat sangat pendek atau tidak terbentuk , serta anomali skeletal berat (misalnya skoliosis berat, limb defects). Kondisi ini termasuk spektrum Limb–Body Wall Complex (LBWC) . FBWC hampir selalu berujung kematian intrauterin atau neonatal dini . Epidemiologi Insidensi sekitar 1 : 10.000 – 1 : 40.000 kehamilan . Tidak ada hubungan jelas dengan faktor genetik herediter; sebagian besar sporadik . Patogenesis (Teori utama) Beberapa mekanisme yang diusulkan: Early amnion rupture sequence Ruptur amnion dini → pita amnion → destruksi dinding tubuh dan ekstremitas. Vascular disruption theory Gangguan perfusi embrionik awal → nekrosis jaringan → kegagalan penutupan dinding tubuh. Embryonic folding defect theory (paling diterima) Gangguan lipatan kranio-kaudal dan lateral...