Yang paling penting: IgG positif ≠ infeksi akut dan IgM positif ≠ otomatis infeksi primer . Interpretasi harus berdasarkan kombinasi IgG/IgM, IgG avidity , waktu pemeriksaan, gejala/riwayat pajanan, dan bila perlu pemeriksaan serial. 1. Algoritme umum interpretasi TORCH IgG IgM Interpretasi umum Tindakan − − Belum ada bukti infeksi/imunitas Edukasi pencegahan; vaksin bila tersedia dilakukan postpartum + − Infeksi lama/imunitas paling mungkin Umumnya tidak perlu terapi − + Kemungkinan infeksi sangat dini/false positive Ulang + konfirmasi , jangan langsung terapi + + Infeksi baru/recent atau IgM persisten IgG avidity ± serologi serial/PCR sesuai organisme Catatan: algoritme ini paling mudah diterapkan pada Toxoplasma, CMV, dan rubella, tetapi detail interpretasinya berbeda untuk masing-masing organisme. 2. TOXOPLASMA A. IgG (+), IgM (−) Paling mungkin infeksi lama . ➡️ Bila pemeriksaan dilakukan pada awal kehamilan dan tidak ada bukti ...
Untuk TORCH pada kehamilan , penting untuk membedakan skrining serologi ibu , diagnosis infeksi primer , dan diagnosis infeksi kongenital pada janin/neonatus . Tidak semua komponen TORCH dianjurkan untuk skrining rutin pada ibu tanpa gejala. 1. TORCH: apa yang sebenarnya dicari? TORCH secara klasik: T = Toxoplasma gondii O = Other → terutama syphilis , varicella-zoster, parvovirus B19, HIV, dll. R = Rubella C = Cytomegalovirus (CMV) H = Herpes simplex virus (HSV) Manifestasi kongenitalnya dapat berupa: abortus – IUFD – IUGR – prematuritas – kelainan neurologis – hepatosplenomegali – ikterus – rash – gangguan mata – gangguan pendengaran. 2. Toxoplasmosis Manifestasi pada ibu Sebagian besar asimtomatik. Bila simptomatik: demam malaise limfadenopati, terutama servikal myalgia sakit kepala kadang chorioretinitis. Manifestasi pada janin/neonatus Klasik: “hydrocephalus – intracranial calcification – chorioretinitis” Dapat ditemukan: ventriculomegaly/hydroce...