Langsung ke konten utama

Postingan

Paracentesis: Mengeluarkan cairan ascites (dalam kasus keganasan)

Paracentesis pada ascites keganasan (malignant ascites) dilakukan baik untuk tujuan diagnostik (sitologi, analisis cairan) maupun terapeutik (mengurangi tekanan intraabdomen/simptomatik). Pendekatan harus sistematis, berbasis prinsip asepsis, anatomi dinding abdomen, dan hemodinamika pasien. 1. Indikasi a. Diagnostik Ascites baru tanpa etiologi jelas Kecurigaan keganasan (ovarium, GI, peritoneal carcinomatosis) Evaluasi infeksi sekunder (SBP pada pasien kanker) b. Terapeutik Ascites tegang → nyeri, sesak, early satiety Refrakter terhadap diuretik Sebelum tindakan (misalnya laparotomi) 2. Kontraindikasi Absolut (jarang) Acute abdomen bedah tanpa diagnosis jelas Relatif Koagulopati berat (INR >2, trombosit <20–30 ribu) Distensi usus berat Adhesi intraabdomen luas (post operasi) Infeksi kulit di lokasi tusukan Kehamilan (butuh modifikasi lokasi) Pada ascites keganasan, paracentesis relatif aman , bahkan pada koagulopati ringan–sedang (evidence dari AJ...
Postingan terbaru

Sertoli–Leydig Cell Tumor (SLCT) Ovarium

1. Definisi Sertoli–Leydig cell tumor (SLCT) adalah tumor ovarium yang berasal dari sex cord–stromal , terdiri dari sel yang menyerupai: Sertoli cells (tubulus testikular) Leydig cells (penghasil androgen) πŸ‘‰ Ciri khas: Tumor penghasil androgen (virilizing tumor) 2. Epidemiologi Jarang (<0,5% tumor ovarium) Usia: Wanita muda (20–30 tahun) Umumnya: Unilateral Stadium awal saat diagnosis 3. Patofisiologi Berasal dari sex cord stromal differentiation Sel Leydig → produksi testosteron πŸ‘‰ Akibat: Hiperandrogenisme Supresi sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium 4. Gambaran Klinis (high-yield) A. Manifestasi androgen (paling khas) Hirsutisme Jerawat Suara berat Alopecia androgenik Clitoromegaly (tanda lanjut) B. Gangguan menstruasi Oligomenore Amenore C. Massa pelvis Nyeri perut Teraba massa ovarium D. Jarang: Estrogenik (bila diferensiasi campuran) 5. Tumor Marker Marker utama: Testosteron ↑ (kunci diagnosis) Marker tamb...

Yolk Sac Tumor (Endodermal Sinus Tumor) Ovarium

  1. Definisi Yolk sac tumor (YST) adalah tumor ganas sel germinal ovarium yang sangat agresif, berasal dari diferensiasi ke arah struktur kantung kuning telur (yolk sac) embrional. πŸ‘‰ Termasuk dalam malignant ovarian germ cell tumors dengan pertumbuhan cepat tetapi sangat chemosensitive . 2. Epidemiologi Jarang, tetapi: Tumor ganas ovarium tersering kedua pada usia muda (setelah disgerminoma) Usia: Remaja dan wanita muda (<30 tahun) Hampir selalu unilateral 3. Patofisiologi Berasal dari sel germinal totipoten Berdiferensiasi ke arah struktur ekstraembrional (yolk sac) πŸ‘‰ Ciri biologis: Produksi alpha-fetoprotein (AFP) tinggi Angiogenesis agresif Invasi cepat 4. Histopatologi (high-yield) Lesi khas: Schiller-Duval bodies (pathognomonic) Struktur seperti glomerulus: Pembuluh darah sentral Dikelilingi sel tumor Temuan lain: Hyaline globules (AFP positif) 5. Gambaran Klinis Gejala utama: Nyeri abdomen Massa pelvis cepat membe...

Disgerminoma Ovarium

  1. Definisi Disgerminoma adalah tumor ganas sel germinal ovarium yang merupakan analog dari seminoma testis. Tumor ini berasal dari sel germinal primordial yang belum berdiferensiasi dan termasuk dalam kelompok malignant ovarian germ cell tumors . 2. Epidemiologi ± 1–2% dari semua kanker ovarium Tumor ganas ovarium tersering pada usia muda (<30 tahun) Puncak: remaja–dewasa muda Bilateral ±10–15% (lebih sering dibanding germ cell tumor lain) 3. Patofisiologi Berasal dari germ cell primitif Histologi menyerupai: Sel besar, sitoplasma jernih (glycogen-rich) Nukleus sentral prominen Septa fibrosa dengan infiltrasi limfosit πŸ‘‰ Secara biologis: Tumor highly radiosensitive dan chemosensitive Pertumbuhan relatif cepat, tetapi respons terapi sangat baik 4. Hubungan Genetik & Kondisi Khusus Berasosiasi dengan: Gonadal dysgenesis Swyer syndrome Pasien dengan kromosom Y (risiko tinggi gonadoblastoma → disgerminoma) πŸ‘‰ Penting: Pertimbangkan k...

Teratoma (Germ Cell Tumor Ovarium)

  1. Definisi Teratoma adalah tumor sel germinal yang berasal dari sel totipoten dan mengandung jaringan dari ≥2 lapisan germinal : Ektoderm Mesoderm Endoderm πŸ‘‰ Dapat berisi rambut, gigi, tulang, jaringan saraf, dll. 2. Klasifikasi A. Mature Teratoma (Benign) → Mature cystic teratoma (dermoid cyst) Paling sering (±90% teratoma ovarium) Jinak Usia reproduktif Ciri khas: Kista berisi: Sebum Rambut Gigi (pathognomonic) B. Immature Teratoma (Malignant) Mengandung jaringan embrional imatur (terutama neuroectoderm) Jarang (<1%) Usia muda (remaja) πŸ‘‰ Derajat ditentukan oleh jumlah jaringan imatur (grading 1–3) C. Monodermal Teratoma (Specialized) Contoh: Struma ovarii → dominan jaringan tiroid Carcinoid tumor 3. Epidemiologi 10–20% dari semua tumor ovarium Tumor ovarium tersering pada wanita usia reproduktif Bilateral ±10–15% 4. Patofisiologi Berasal dari oosit primordial (parthenogenetic activation) Mengalami diferensiasi ke berb...

Perimenopause Bleeding

  Perdarahan pada perimenopause merupakan entitas klinis yang sering menimbulkan dilema karena berada di “zona transisi” antara pola fisiologis dan patologi. Secara konseptual masih masuk dalam AUB (abnormal uterine bleeding) menurut FIGO PALM-COEIN classification, tetapi memiliki karakteristik khusus yang perlu dipahami secara lebih mendalam. 1. Definisi Perimenopause Bleeding Perimenopause : Fase transisi sebelum menopause (± usia 40–50 tahun) Ditandai oleh: Siklus tidak teratur Variabilitas hormonal tinggi (estrogen fluktuatif, progesteron menurun) πŸ‘‰ Perimenopausal bleeding = perdarahan uterus abnormal pada fase ini, baik: Siklus memendek/memanjang Spotting Heavy menstrual bleeding 2. Patofisiologi (core concept – high yield) 1. Anovulatory cycles (mekanisme dominan) Penurunan fungsi folikel ovarium Tidak terjadi ovulasi → tidak ada korpus luteum → defisiensi progesteron πŸ‘‰ Dampak: Estrogen “unopposed” Proliferasi endometrium berlebihan Shedding...

Perdarahan setelah menopause : Postmenopausal Bleeding (PMB)

1. Definisi Postmenopausal bleeding (PMB) adalah: Perdarahan uterus yang terjadi ≥12 bulan setelah amenore permanen (menopause) πŸ‘‰ Secara klinis: Setiap perdarahan pada wanita menopause = patologis sampai terbukti sebaliknya 2. Signifikansi Klinis (high-yield) ± 5–10% PMB → kanker endometrium ± 90% pasien kanker endometrium datang dengan PMB πŸ‘‰ Prinsip: “PMB = endometrial carcinoma until proven otherwise” 3. Etiologi (urut frekuensi) A. Paling sering (benign) 1. Atrofi endometrium & vagina (±70%) Estrogen ↓ → endometrium tipis Fragilitas vaskular → mudah berdarah B. Lesi struktural Polip endometrium Submucous leiomyoma (jarang pada menopause) C. Premalignant & malignant Endometrial hyperplasia Karsinoma endometrium (terpenting) Tipe I (endometrioid, estrogen-dependent) Tipe II (serous/clear cell, agresif) D. Iatrogenik Hormone replacement therapy (HRT) Tamoxifen (efek agonis estrogen di endometrium) E. Lain-lain Endometritis K...