Rangkuman artikel Jauniaux E, et al. "FIGO classification for the clinical diagnosis of placenta accreta spectrum disorders." Int J Gynecol Obstet. 2019;146:20–24. A. Ringkasan dalam 10 paragraf 1. Artikel ini memperkenalkan klasifikasi klinis terbaru FIGO untuk Placenta Accreta Spectrum (PAS) . Tujuannya adalah menyeragamkan definisi, diagnosis, dan pelaporan kasus PAS sehingga data epidemiologi, penelitian, dan tata laksana dapat dibandingkan secara internasional. 2. Penulis menjelaskan bahwa istilah placenta accreta pertama kali dijelaskan secara sistematis oleh Irving dan Hertig pada tahun 1937. Saat itu sebagian besar kasus hanya dianggap sebagai "placenta yang melekat", sebelum diketahui bahwa terdapat spektrum invasi trofoblas dengan derajat yang berbeda. 3. Insidensi PAS meningkat tajam pada era modern terutama akibat meningkatnya angka seksio sesarea. Bekas luka operasi menyebabkan gangguan desidua sehingga vili korion dapat berimplantasi langsung ...
Ketebalan endometrium (endometrial thickness/ET) adalah parameter dinamis yang sangat dipengaruhi oleh usia, status hormonal, dan fase siklus menstruasi . Interpretasi klinis harus selalu dikontekstualisasikan dengan kondisi tersebut (tidak cukup hanya angka tunggal). 1. Wanita Usia Reproduktif (Premenopause) Endometrium berubah mengikuti siklus ovarium: a. Fase menstruasi (hari 1–4) ET: 1–4 mm Gambaran: tipis, tidak homogen (deskuamasi) b. Fase proliferatif (folikular) Awal (hari 5–7): 4–6 mm Akhir (periovulasi): 6–10 mm Gambaran: triple line (trilaminar pattern) → indikator respons estrogen baik c. Fase sekretori (luteal) ET: 8–14 mm (dapat sampai ±16 mm) Gambaran: homogen, hiperekoik (pengaruh progesteron) 📌 Catatan klinis: Implantasi optimal umumnya pada ET ≥7 mm ET <6 mm → kemungkinan rendah untuk implantasi (misalnya pada program fertilitas) 2. Wanita Perimenopause Variabilitas tinggi (ovulasi tidak teratur) ET: dapat fluktuatif (4–12 mm) I...