Langsung ke konten utama

Postingan

TACO : Juga Komplikasi Transfusi

   TACO adalah komplikasi transfusi berupa acute cardiogenic pulmonary edema akibat overload volume intravaskular yang melebihi kapasitas kompensasi jantung. 1. Konsep Dasar Patofisiologi Berbeda dengan TRALI (inflamasi), TACO adalah masalah hemodinamik : Transfusi → ↑ volume intravaskular ↓ ↑ preload (venous return) ↓ ↑ tekanan atrium kiri & ventrikel kiri ↓ ↑ pulmonary capillary hydrostatic pressure ↓ Transudasi cairan ke interstitium & alveoli ↓ Cardiogenic pulmonary edema 👉 Mekanisme utama: hydrostatic (Starling forces) , bukan permeabilitas 2. Mekanisme Detail (Starling Forces) Perpindahan cairan di kapiler paru ditentukan oleh: ↑ Hydrostatic pressure (Pc) → dominan pada TACO Oncotic pressure relatif tetap Pada TACO: Pc meningkat signifikan → cairan terdorong keluar kapiler Cairan low protein (transudat) masuk alveoli 3. Faktor Predisposisi (High-yield) Pasien dengan reserve kardiovaskular rendah: A. Disfungsi jantung Gagal j...
Postingan terbaru

TRALI : Mengenal Gangguan pada Paru, Komplikasi Transfusi

  Transfusion-Related Acute Lung Injury (TRALI) adalah bentuk acute non-cardiogenic pulmonary edema yang terjadi ≤6 jam setelah transfusi. Secara patofisiologi, TRALI dijelaskan melalui dua model utama: immune-mediated (klasik) dan non-immune (two-hit hypothesis) . 1. Mekanisme Imunologis (Antibody-mediated TRALI) Ini adalah mekanisme klasik dan paling well-established dalam literatur (Williams, AABB, AJOG). Proses: Donor memiliki antibodi: Anti- HLA class I Anti- HLA class II Anti- HNA (Human Neutrophil Antigen) Antibodi donor ditransfusikan → berikatan dengan antigen pada: Neutrofil resipien Endotel paru Aktivasi neutrofil → terjadi: Respiratory burst Pelepasan ROS (reactive oxygen species) Enzim proteolitik (elastase, protease) Kerusakan endotel kapiler paru: ↑ permeabilitas vaskular Kebocoran protein + cairan ke alveoli Terjadi: Non-cardiogenic pulmonary edema Hipoksemia akut 👉 Kunci: neutrophil-mediated endothelial injury 2. Me...

Prediksi Placenta Akreta : MAP score Vs PAS score

 Pada praktik klinis modern, tidak ada satu skor tunggal yang “universal”, tetapi dua sistem yang paling sering digunakan untuk stratifikasi risiko Placenta Accreta Spectrum (PAS) adalah: MAP score (Morbidly Adherent Placenta score) → berbasis USG antenatal PAI score (Placenta Accreta Index – Rac score) → prediktor kuantitatif risiko accreta Keduanya digunakan untuk: Menentukan probabilitas PAS Memprediksi derajat invasi Merencanakan tempat dan timing operasi (level tersier vs sekunder) 1. MAP Score (Morbidly Adherent Placenta Score) Konsep MAP score adalah sistem berbasis temuan USG + faktor klinis , digunakan untuk: Skrining risiko PAS Stratifikasi ringan–berat Parameter utama A. Faktor klinis Riwayat Sectio Caesarea Placenta previa B. Temuan USG (paling penting) Placental lacunae Loss of retroplacental clear zone Myometrial thinning (<1 mm) Bladder wall interruption Bridging vessels (Doppler) Skoring (simplified clinical use) Paramete...

Plasenta Lengket : Placenta Accreta Spectrum

  Morbidly Adherent Placenta (MAP) —yang kini lebih tepat disebut Placenta Accreta Spectrum (PAS) —merupakan kondisi patologis di mana villi korionik berimplantasi abnormal ke dalam miometrium akibat defek pada desidua basalis (Nitabuch’s layer), sehingga plasenta tidak dapat lepas secara normal setelah persalinan. 1. Terminologi & Klasifikasi (FIGO / konsensus modern) Spektrum ini mencakup: Placenta accreta Villi melekat langsung ke permukaan miometrium tanpa invasi Placenta increta Villi menginvasi ke dalam miometrium Placenta percreta Villi menembus seluruh miometrium hingga serosa, bahkan organ sekitar (misalnya kandung kemih) 👉 Secara klinis, ketiganya sering sulit dibedakan sebelum operasi → dikelompokkan sebagai PAS 2. Patofisiologi (berdasarkan Williams Obstetrics) Kunci utama: Defek desidua basalis Remodeling trofoblast abnormal Mekanisme: Riwayat trauma endometrium (SC, kuretase) → fibrosis Tidak terbentuknya lapisan Nitabuch Trofobla...

Transverse Cerebellar Diameter

  Penggunaan cerebellum (transverse cerebellar diameter/TCD) dalam penentuan usia kehamilan merupakan parameter tambahan yang sangat berguna, terutama ketika parameter standar tidak reliabel (misalnya IUGR, kelainan bentuk kepala). Konsep ini dijelaskan dalam literatur klasik seperti Williams Obstetrics dan studi ultrasonografi fetomaternal modern. 1. Definisi Transverse Cerebellar Diameter (TCD) → Diameter melintang cerebellum, diukur dari hemisfer kiri ke kanan pada potongan aksial posterior fossa. 2. Teknik pengukuran Bidang: posterior fossa view Landmark: Cavum septi pellucidi Thalamus Cerebellum (butterfly shape) Ukur outer-to-outer hemisfer cerebellum 3. Korelasi dengan usia kehamilan 📌 Prinsip penting: TCD (mm) ≈ usia kehamilan (minggu) pada trimester II Contoh: TCD 20 mm ≈ 20 minggu TCD 28 mm ≈ 28 minggu 4. Akurasi Trimester II: ±5–7 hari Trimester III: Lebih stabil dibanding BPD 📌 Menarik: Lebih resisten terhadap gangguan pertu...

Pre-eklampsia

Definisi Preeklamsia adalah sindrom multisistem spesifik kehamilan yang umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai oleh hipertensi onset baru disertai proteinuria dan/atau disfungsi organ maternal maupun disfungsi uteroplasenta. Konsep modern menempatkan preeklamsia bukan sekadar “hipertensi dengan proteinuria”, melainkan penyakit yang berakar pada gangguan plasentasi dan berujung pada disfungsi endotel sistemik, sehingga proteinuria bukan lagi syarat mutlak bila sudah ada manifestasi organ target. Source Source Patofisiologi Secara patofisiologis, preeklamsia dipahami sebagai akibat plasentasi abnormal dengan remodeling arteri spiralis yang tidak adekuat, sehingga terjadi iskemia/hipoperfusi uteroplasenta. Keadaan ini memicu pelepasan mediator antiangiogenik dan proinflamasi ke sirkulasi maternal, terutama peningkatan sFlt-1 dan penurunan aktivitas angiogenik seperti PlGF, yang kemudian menimbulkan vasospasme, peningkatan permeabilitas kapiler, aktivasi koagulasi, hemok...

Pregnancy Dating : Penentuan Usia Kehamilan dengan USG

 Penentuan usia kehamilan dengan USG (ultrasonografi) merupakan metode paling akurat, terutama pada trimester awal. Prinsipnya adalah mengukur parameter biometrik janin yang memiliki korelasi kuat dengan usia gestasi. Pendekatan ini dijelaskan secara komprehensif dalam Williams Obstetrics dan literatur obstetri modern. 1. Prinsip dasar Usia kehamilan (gestational age, GA) ditentukan berdasarkan ukuran anatomi janin Akurasi tertinggi → trimester I Semakin tua kehamilan → variasi biologis meningkat → akurasi menurun 2. Parameter USG berdasarkan trimester A. Trimester I (≤13+6 minggu) — GOLD STANDARD Crown-Rump Length (CRL) Parameter paling akurat Diukur dari puncak kepala → bokong (tanpa ekstremitas) Digunakan pada usia: 6–13 minggu Akurasi ±3–5 hari Interpretasi CRL adalah standar emas untuk: Dating kehamilan Menentukan EDD (estimated due date) 📌 Jika terdapat perbedaan: CRL lebih dipercaya dibanding HPHT B. Trimester II (14–28 minggu) Mulai me...