Langsung ke konten utama

Postingan

Ca Endometrium: Tipe I vs Tipe II

  Klasifikasi kanker endometrium secara klasik dibagi menjadi Tipe I (estrogen-dependent) dan Tipe II (non–estrogen-dependent) . Pembagian ini penting karena mencerminkan patogenesis, profil molekuler, agresivitas, dan prognosis yang berbeda. 🔬 1. Tipe I Endometrial Carcinoma ( Endometrioid carcinoma ) 🧬 Patogenesis Berasal dari hiperplasia endometrium (terutama atypical hyperplasia/EIN) Dipicu oleh unopposed estrogen Jalur molekuler utama: Mutasi PTEN (paling sering) Mutasi PIK3CA, KRAS Microsatellite instability (MSI) → terkait defek mismatch repair (MLH1, MSH2) 👉 Jalur: Estrogen → hiperplasia → atypia → karsinoma 👩‍⚕️ Faktor Risiko Obesitas (aromatisasi androgen → estrogen) Anovulasi kronik (misalnya Polycystic Ovary Syndrome) Nulliparitas Menarche dini, menopause terlambat Terapi estrogen tanpa progesteron Tamoxifen (parsial agonis endometrium) 🔬 Histopatologi Endometrioid adenocarcinoma Well–moderate differentiation (Grade 1–2 dominan) ...
Postingan terbaru

Tumor marker keganasan ginekologi

  Pendekatan tumor marker pada keganasan ginekologi harus dipahami secara organ-spesifik, berbasis histopatologi, dan tujuan klinis (diagnostik adjunktif, prognostik, monitoring) . Tidak ada marker tunggal yang cukup untuk diagnosis definitif—semuanya harus diintegrasikan dengan klinik, imaging, dan PA . Saya rangkum dalam kerangka yang digunakan dalam Williams Gynecology , AJOG/BJOG, dan guideline ESMO/FIGO. 1. Kanker Ovarium (paling kaya tumor marker) A. Epitelial Ovarian Cancer Marker utama: CA-125 HE4 (Human Epididymis Protein 4) Kombinasi: ROMA (Risk of Ovarian Malignancy Algorithm) → CA-125 + HE4 + status menopause Kegunaan: Evaluasi massa adneksa Monitoring terapi Deteksi rekurensi 👉 Catatan klinis: CA-125 ↑ pada >80% stadium lanjut, tetapi hanya ±50% stadium awal HE4 lebih spesifik (tidak meningkat pada endometriosis) B. Germ Cell Tumor (high-yield untuk ujian) Jenis tumor Marker khas Dysgerminoma LDH ± β-hCG Yolk sac tumor AFP...

Paracentesis: Mengeluarkan cairan ascites (dalam kasus keganasan)

Paracentesis pada ascites keganasan (malignant ascites) dilakukan baik untuk tujuan diagnostik (sitologi, analisis cairan) maupun terapeutik (mengurangi tekanan intraabdomen/simptomatik). Pendekatan harus sistematis, berbasis prinsip asepsis, anatomi dinding abdomen, dan hemodinamika pasien. 1. Indikasi a. Diagnostik Ascites baru tanpa etiologi jelas Kecurigaan keganasan (ovarium, GI, peritoneal carcinomatosis) Evaluasi infeksi sekunder (SBP pada pasien kanker) b. Terapeutik Ascites tegang → nyeri, sesak, early satiety Refrakter terhadap diuretik Sebelum tindakan (misalnya laparotomi) 2. Kontraindikasi Absolut (jarang) Acute abdomen bedah tanpa diagnosis jelas Relatif Koagulopati berat (INR >2, trombosit <20–30 ribu) Distensi usus berat Adhesi intraabdomen luas (post operasi) Infeksi kulit di lokasi tusukan Kehamilan (butuh modifikasi lokasi) Pada ascites keganasan, paracentesis relatif aman , bahkan pada koagulopati ringan–sedang (evidence dari AJ...

Sertoli–Leydig Cell Tumor (SLCT) Ovarium

1. Definisi Sertoli–Leydig cell tumor (SLCT) adalah tumor ovarium yang berasal dari sex cord–stromal , terdiri dari sel yang menyerupai: Sertoli cells (tubulus testikular) Leydig cells (penghasil androgen) 👉 Ciri khas: Tumor penghasil androgen (virilizing tumor) 2. Epidemiologi Jarang (<0,5% tumor ovarium) Usia: Wanita muda (20–30 tahun) Umumnya: Unilateral Stadium awal saat diagnosis 3. Patofisiologi Berasal dari sex cord stromal differentiation Sel Leydig → produksi testosteron 👉 Akibat: Hiperandrogenisme Supresi sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium 4. Gambaran Klinis (high-yield) A. Manifestasi androgen (paling khas) Hirsutisme Jerawat Suara berat Alopecia androgenik Clitoromegaly (tanda lanjut) B. Gangguan menstruasi Oligomenore Amenore C. Massa pelvis Nyeri perut Teraba massa ovarium D. Jarang: Estrogenik (bila diferensiasi campuran) 5. Tumor Marker Marker utama: Testosteron ↑ (kunci diagnosis) Marker tamb...

Yolk Sac Tumor (Endodermal Sinus Tumor) Ovarium

  1. Definisi Yolk sac tumor (YST) adalah tumor ganas sel germinal ovarium yang sangat agresif, berasal dari diferensiasi ke arah struktur kantung kuning telur (yolk sac) embrional. 👉 Termasuk dalam malignant ovarian germ cell tumors dengan pertumbuhan cepat tetapi sangat chemosensitive . 2. Epidemiologi Jarang, tetapi: Tumor ganas ovarium tersering kedua pada usia muda (setelah disgerminoma) Usia: Remaja dan wanita muda (<30 tahun) Hampir selalu unilateral 3. Patofisiologi Berasal dari sel germinal totipoten Berdiferensiasi ke arah struktur ekstraembrional (yolk sac) 👉 Ciri biologis: Produksi alpha-fetoprotein (AFP) tinggi Angiogenesis agresif Invasi cepat 4. Histopatologi (high-yield) Lesi khas: Schiller-Duval bodies (pathognomonic) Struktur seperti glomerulus: Pembuluh darah sentral Dikelilingi sel tumor Temuan lain: Hyaline globules (AFP positif) 5. Gambaran Klinis Gejala utama: Nyeri abdomen Massa pelvis cepat membe...

Disgerminoma Ovarium

  1. Definisi Disgerminoma adalah tumor ganas sel germinal ovarium yang merupakan analog dari seminoma testis. Tumor ini berasal dari sel germinal primordial yang belum berdiferensiasi dan termasuk dalam kelompok malignant ovarian germ cell tumors . 2. Epidemiologi ± 1–2% dari semua kanker ovarium Tumor ganas ovarium tersering pada usia muda (<30 tahun) Puncak: remaja–dewasa muda Bilateral ±10–15% (lebih sering dibanding germ cell tumor lain) 3. Patofisiologi Berasal dari germ cell primitif Histologi menyerupai: Sel besar, sitoplasma jernih (glycogen-rich) Nukleus sentral prominen Septa fibrosa dengan infiltrasi limfosit 👉 Secara biologis: Tumor highly radiosensitive dan chemosensitive Pertumbuhan relatif cepat, tetapi respons terapi sangat baik 4. Hubungan Genetik & Kondisi Khusus Berasosiasi dengan: Gonadal dysgenesis Swyer syndrome Pasien dengan kromosom Y (risiko tinggi gonadoblastoma → disgerminoma) 👉 Penting: Pertimbangkan k...

Teratoma (Germ Cell Tumor Ovarium)

  1. Definisi Teratoma adalah tumor sel germinal yang berasal dari sel totipoten dan mengandung jaringan dari ≥2 lapisan germinal : Ektoderm Mesoderm Endoderm 👉 Dapat berisi rambut, gigi, tulang, jaringan saraf, dll. 2. Klasifikasi A. Mature Teratoma (Benign) → Mature cystic teratoma (dermoid cyst) Paling sering (±90% teratoma ovarium) Jinak Usia reproduktif Ciri khas: Kista berisi: Sebum Rambut Gigi (pathognomonic) B. Immature Teratoma (Malignant) Mengandung jaringan embrional imatur (terutama neuroectoderm) Jarang (<1%) Usia muda (remaja) 👉 Derajat ditentukan oleh jumlah jaringan imatur (grading 1–3) C. Monodermal Teratoma (Specialized) Contoh: Struma ovarii → dominan jaringan tiroid Carcinoid tumor 3. Epidemiologi 10–20% dari semua tumor ovarium Tumor ovarium tersering pada wanita usia reproduktif Bilateral ±10–15% 4. Patofisiologi Berasal dari oosit primordial (parthenogenetic activation) Mengalami diferensiasi ke berb...