Perbedaan kembar identik (monozigotik) dan kembar non-identik (dizigotik) tidak sekadar pada “kemiripan wajah”, tetapi mencakup embriogenesis, chorionicity, hemodinamika plasenta, dan profil risiko obstetrik . Berikut kerangka komprehensif yang relevan secara klinis. 1. Definisi dan Mekanisme Dasar A. Kembar Identik (Monozigotik, MZ) Berasal dari satu ovum + satu spermatozoa → satu zigot Zigot mengalami pembelahan (cleavage) Kedua janin memiliki: Materi genetik identik (100%) Jenis kelamin sama Waktu pembelahan → menentukan plasentasi: Waktu pembelahan Tipe Hari 1–3 Dichorionic diamniotic (DCDA) Hari 4–8 Monochorionic diamniotic (MCDA) Hari 8–13 Monochorionic monoamniotic (MCMA) >13 hari Conjoined twins ➡️ Poin kunci: Monozigotik ≠ selalu monokorionik B. Kembar Non-Identik (Dizigotik, DZ) Terjadi karena: Ovulasi dua oosit Dibuahi oleh dua spermatozoa berbeda Genetik: Mirip saudara kandung biasa (~50%) Bisa: Jenis kelamin ...
Patofisiologi kehamilan gemelli (kehamilan kembar) harus dipahami melalui dua kerangka utama: mekanisme terjadinya (embriogenesis) dan adaptasi maternal–plasental yang unik , yang kemudian menjelaskan berbagai komplikasi khas. 1. Mekanisme Terjadinya Kehamilan Gemelli A. Dizigotik (DZ) – “Fraternal twins” Terjadi akibat ovulasi multipel → dua oosit dibuahi oleh dua spermatozoa berbeda. Faktor predisposisi: Hiperstimulasi ovarium (FSH tinggi) Usia maternal meningkat Genetik (riwayat keluarga maternal) Patofisiologi utama: Dua zigot → dua blastokista → implantasi terpisah Hampir selalu: Dichorionic – diamniotic (DCDA) Tidak ada hubungan vaskular antar janin ➡️ Konsekuensi: Risiko komplikasi terutama karena overdistensi uterus dan beban metabolik maternal B. Monozigotik (MZ) – “Identical twins” Terjadi dari pembelahan satu zigot , dan waktu pembelahan menentukan jenis plasentasi : Waktu pembelahan Tipe Patofisiologi Hari 1–3 DCDA Pembelaha...