Langsung ke konten utama

Sudah seminggu..

Seminggu telah berlalu dari kepergian simbah kakung. Kisah kisah lalu beliau masih tak lepas lepasnya diceritakan oleh Bapakku yang kemarin sudah diceritakan kepadaku juga Om dan tanteku. Menceritakan kebaikan kebaikan Simbah. Kenangan ataukah proses mengenang dan bisa jadi mereka masih sedih, tidak percaya atau memang koping karena merasa kehilangan simbah. Ya begitu tercintanya simbah. 

Saya sebagai cucunya sendiri, amat sangat sedih dan selalu berkata simbah itu adalah orang yang baik dan selalu jadi salah satu panutan dan pantas menjadi panutan bagi kami cucu cucunya, generasi penerusnya. 

Bukannya saya meriya'kan kebaikan simbah, tetapi saya tulis di blog saya ini dengan harapan saya dapat jadikan kenangan ataupun pelajaran bagi saya ataupun anak anak saya kelak jika membacanya. 

Simbah memberikan contoh tentang kesederhanaan bagi saya. Pada masa tuanya ini khususnya, simbah yang dikaruniai putra putri yang amat sangat mampu beliau tetap memilih gaya hidup sederhana. Menikmati usia senja dengan banyak dirumah, beribadah, pakaian secukupnya. Makan pun tidak perlu makan yang mewah. 

Ingatan saya, jika mengingat simbah bagaimana simbah adalah seorang lansia yang bugar. Saya pernah dibuat takjub oleh simbah karena saya yang masih ngos ngosan bahkan kesusahan melakukan pull up tapi simbah dapat melakukannya bahkan dengan mudah. Wow. Saya langsung merasa tertampar. Simbah yang saat itu masih berusia 70 tahun, dengan saya yg saat itu masih muda berumur belasan tahun. Wow. 

Masih (dan selalu) bermurah hati. Contoh untuk bermurah hati selalu dicontohkan oleh simbah. Bagaimana tidak. Saya hingga punya anak ini kalau pulang Bantul atau setiap Idul Fitri selalu diberikan uang oleh simbah. "Le nggo tuku melek(buat tambah beli susu)" Atau kalau lebaran "Ki, nggo Gunung. Putuku e.. " Saya selalu mengenang tawa kekeh simbah ketika membagikan fitrah uang saku lebaran bagi kami cucu cucunya. 

Kenangan lain bagi kami, keluarga yang ditinggalkan Simbah adalah kemandirian dan keistiqomahan dalam beribadah yang dilakukan beliau. Simbah selama masa senja nya adalah seorang yang rajin dan taat beribadah. Kisah dari bestie beliau Wo Iro. Simbah masih sempat sholat dhuhur sebelum dipanggil menghadap. Simbah juga selalu taat menjalankan sholat 5 waktu. Simbah pun mandiri ingin mencoba melakukan semuanya sendiri, hingga pada akhir usianya kemarin. Simbah mengalami Lemah Jantung. Simbah mungkin mulai payah, berat untuk aktivitas akhirnya harus dibantu untuk daily activity nya seperti mandi. Makan mulai malas karena ya, saya tahu, simbah mulai melemah diakhir hayatnya. 

Simbah akhirnya berpulang, dengan in syaa Alloh tenang di Rumah. Simbah berpulang tidur di dipan tempat simbah putri meninggal dulu. Simbah mengalami perburukan tapi sudah dalam kondisi sakaratul maut. Kalimat La ilaaha ilallah tak putus putus dilantunkan om saya pada saat itu. Berselang beberapa saat ketika putra putrinya datang menemui simbah, akhirnya simbah harus berpulang dan menghembuskan nafas terakhir nya. 

Simbah. Terima kasih atas gen, keturunan Darmo yang sudah diberikan kepada Ayah - Ibu kami, yang terwariskan kepada kami. Terima kasih atas didikan kepada Bapak - Ibu kami, sehingga bisa diturunkan diajarkan kepada kami. Saya mungkin hanyalah cucumu, tapi saya tahu dan in syaa Alloh paham atas apa yang simbah ajarkan kepada kami. Pesan terakhir simbah kepada kami : "Kudu Ngati ati (harus berhati - hati)" In syaa Alloh Akan kami patri dalam hati kami dan ingat. Ya tansah ngati ati ing tumindak. 

Semoga beristirahat dengan tenang, amal kebaikan simbah diterima Alloh, dan semoga kami anak cucu simbah dapat menjadi pewaris kebaikan dan kesholih-sholihahan agar menjadi pahala jariyah simbah dan bisa mendoakan simbah sebagai keturunan yang sholeh. Amiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mortui Vivos Doscent

Bismillah. Setelah bertahun - tahun berseragam sebagai mahasiswa kedokteran. Akhirnya resmi saya lulus dari Program Sarjana (S-1) Pendidikan Dokter FK UNS pada 17 Januari 2014 lalu dan diwisuda pada tanggal 8 Maret 2014. Satu quote yang saya masih selalu ingat pada masa masih di preklinik lalu adalah  "Mortui Vivos Doscent" Entah siapa yang memulai membuat quote ini. Bareng penasaran, langsung saya buka google. dan taraaa.. Quote yang saya artikan sebagai Dosen itu Mayat Hidup. Ternyata artinya berbeda jauh dengan apa yang saya pikirkan. Ini asli dari wikipedia tidak saya ubah tidak saya tambahkan, dan hasilnya adalah memang benar ini quote lebih cocok buat ahli anatomi, ahli bedah dan ahli forensik. tapi cuma bisa buat jadi pelengkap dasarnya. Bagi saya mungkin lebih suka dengan... "Vita magister est optimus" "Aliquam sed vivens mortuus vivos docent magister est optimus" Artinya : "Vita magister est optimus" - Kehidupan a

Ndoroisme

Tengah malam ini saya sedang terduduk, sesekali menenggak kopi dan berpikir, Ndoroisme itu nyata dan ada disekitar kita. Apa itu ndoroisme. Saya saja awalnya cuma berpikir pikir dan bergumam dalam hati opo kuwi ndoroisme..opo enek istilah ngonoan..(apa itu ndoroisme. Apa ada istilah seperti itu. Ya memang sih tidak ada istilah seperti itu, tapi setidaknya ada orang yang pernah menulis tentang hal ini, yaitu Pak Ahmad Syafii Maarif dalam artikel  "Ndoroisme" Part I beliau tulis di republika online. Kurang lebih begini yang beliau tulis. "Sikap hidup pejabat atau majikan yang serba-ndoro (tuan, majikan), ingin selalu diperlakukan sebagai tuan, laki-laki atau perempuan ( kakung utawi putri )." Bahkan beliau juga memaparkan dalam artikel tsb perwujudan atau contoh contoh sikap ndoroisme bersama dengan couple-ndoroisme alias babuisme ;)) "Perwujudan 'ndoroisme' ini bisa terlihat dalam berbagai bentuk: bersikap ABS-AIS (asal bapak senang-asal ibu senang), mem

The Outlier: Mas Pandu

Sejenak teringat seseorang - salah satu orang yang begitu inspiratif melekat dalam benak saya. Mas Pandu. Ya beliau adalah mas Pandu, Almarhum Mas Pandu. Beliau adik kelas saya, salah seorang outlier yang benar benar outlier dalam segalanya. Sosok beliau yang tinggi, bicara lembut tapi tegas, dan berprinsip. Bersyukur saya dipertemukan dengan beliau selama masa SMA. Menjadi adik kelas beliau pas. Sosok beliau menjadi inspirasi saat melatih kami adik kelas beliau dalam pleton inti, pasukan baris berbaris SMA Negeri 1 Bantul. Beliau sebagai pembeda memberikan kelembutan dalam pelatihan PBB. Metode yang berbeda dengan yang sebelum sebelumnya. Bukan dengan banyak hukuman tetapi konsekuensi dan tanggungjawab ketika tidak disiplin dan melakukan kesalahan. Kami diberikan pemahaman, bukan dipaksa untuk menjalani hukuman atas kesalahan. Tipis bukan perbedaannya? Inspirasi beliau tidak hanya dalam hal itu saja. Beliau ternyata memang memiliki banyak pengaruh dan juga prestasi terutama di dalam