Langsung ke konten utama

Sweet Revenge

Bapak akan bercerita tentang pengalaman bapak lalu yang...ya bisa dikatakan pengalaman buruk. Labelling, Judging dari orang kala itu. 
Rasanya nak. Ga enak bgt.
Ya. Yang pertama paling penting harus ditanamkan ke dalam benakmu..

Tulisan ini bukan tulisan yang mengajarkanmu tentang balas dendam. Ya. Tidak pernah sama sekali bapak mengajarkan untuk balas dendam, menyimpan dendam.
Ada kalanya ketika ada orang yang semena mena kepadamu dan membuatmu marah. Kamu berhak marah. Ya kamu berhak marah. Untuk balas dendam itu bukan hakmu untuk melakukannya. 
Bapak juga ga mengajarkanmu untuk pasrah dan tidak bertindak apa apa jika mengalami tindakan semena mena. Kedzoliman.
Bapak tetap mengajarkanmu untuk memberi peringatan dan jika tetap tidak mengindahkan peringatanmu, bertindaklah, berbuatlah dan lawanlah. Ada sikap yang harus kamu ambil.

Lalu bagaimana tentang artikel ini.
Ini tentang, bagaimana marahmu, bagaimana lukamu, bagaimana orang memberikan luka dalam hatimu, goresan itu harus menjadi motivasimu untuk bergerak, untuk menjadi lebih baik bahkan hingga yang terbaik.

Tempo ini bapak pahami satu hal ada nikmatnya ketika orang yg pernah melukai perasaan kita, menggores hati kita ternyata masih membutuhkan kita. Rasanya ada manis manisnya. 
Meskipun bukan hal yang baik sih melihat seseorang kesusahan dan kita bahagia atau malah menertawakan. 
Cuma memang terasa lebih menyenangkan jika menjadi pihak yang dibutuhkan. Bapak garis bawahi. Menjadi pihak yang Dibutuhkan.

Inilah yg bapak maksud, sekaligus peringatkan.
Kita tidak pernah tahu orang butuh apa dan siapa. Kita ga pernah tahu. Pentingnya kita harus selalu membantu pada dasarnya adalah itu.
Serta jangan lupa. Pentingnya untuk pengembangan diri (self improvement), alias meningkatkan kualitas diri. Selalu update upgrade agar menjadi yang terbaik di masanya, di bagiannya, di bidangnya.
Ya. Sweet Revenge adalah tentang meningkatkan kualitas diri agar bisa menjadi orang yang dicari dibutuhkan orang orang termasuk orang yang pernah memberikan luka kepada kita. Bapak yakin kamu akan bisa dan in Syaa Alloh bisa menjadi orang yang terbaik dalam bidang yang digeluti kelak. Tetapi tetap, ketika orang orang membutuhkanmu. Ulurkan tangan, ulurkan bantuan dan tetap memberikan selalu tangan terbuka dan menanyakan "aku bisa bantu apa".
Ga harus menjadi lilin yang membakar diri untuk memberikan pertolongan. Tapi selalu ambil bagian selalu andil dalam perjalanan orang. Kelak, dalam suatu episode bukan bagian buruk yang dikenang.
Seperti itu ya, nak..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...