Langsung ke konten utama

D-E-A (done! or done?)

Bismillah..

Alhamdulillaah.. sudah satu tahun sudah menjadi dokter muda di RSDM. Yap.. 3 blok sudah terlampaui.. blok D yang isinya obsgyn dan anak. blok E yang isinya jantung, paru, gilut, anestesi, forensik, dan radiologi. blok A isinya bedah dan interna. dan hasilnya? hanya mampu ucaapkaaan selamaaat jalan kasiiihh.. *charlyST12mode*
Ya Salaaam..dan apa yang sudah saya dapat? apa yang sudah saya pelajari? dan apa yang akan saya tinggalkan/wariskan? GOD PLEASE! Ya Allah..koas udah setahun nek ditanyain masih saja hobi ngeles, yang penting masuk logika, dan sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah rosul.. Geleng geleng dah..
Padahal..tiap awal blok slalu mbaca bismillaah dan bilang..kali ini harus konsentrasi dan harus bisa fokus sama blok ini..tapi tetep tiap ditanya sama senior/konsulen pasti..diam seribu bahasa dan kalo kata bos Metria.. "asemik koas e ra sinau, gawean muk mesammesem."
Hahahahhaha..*nostalgiadigest*
Ya sudahlaaah..relakan..
Sisa blok B sama Blok C ya?
Bismillaaah..Semoga Apa yang sudah lewat bermanfaat bagi kehidupan saya kelak.. dan semoga Allah melancarkan dan memudahkan sisanya ini..
Tetep..pake jurus lamanya si mas jack..rumus T-A-D-A
Think - Ask - Decide - Act
Mikir sik mlebu stase opo - Takon IR - Putuskan mau belajar apa saja - dan Berbuatlah sebaik mungkin di stase tersebut.
S.P.Y wae ya tas? sing penting yakin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...