Langsung ke konten utama

3 Januari 2022

Nak, Hari ini adalah hari ketiga di bulan januari, Bulan Pertama di Tahun Baru ini..

Setiap pergantian tahun, yang akan kita ingat adalah suasana ceria baru menyambut tahun yang akan datang dg optimisme yang tinggi..
Ketika kita meninggalkan sesuatu (tahun yang lalu) kita juga harus ingat selalu, ada pelajaran yang harus kita petik dari tahun yang kita tinggalkan itu..
2021, tahun yang penuh dengan peluh..
2021, tahun yang singkat..
2021 adalah tahun kedua pandemi yang tentu banyak memberi duka ataupun menguji kesabaran bapak..
Hidup selayaknya hidup nak..
Tak ada duka jika tak ada tawa..
Tak ada hitam jika tak ada putih..
Tak ada damai jika tak ada selisih..
Banyak pelajaran yang dapat kita petik..
Banyak pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya..
Cara menyelesaikan masalah..
Cara memandang masalah..
Cara cara yang lain yang kita bisa lakukan yang pernah kita lakukan agar tak terulang kelak..
Sarana untuk mendewasakan..

2022 ini ada banyak visi yang terpancangkan kan..
Menatap tahun baru, bapak pun juga punya berbagai angan, tidak, berbagai tujuan ke depan..
Untuk bapak, dan untuk kalian..
Bapak mencoba merealisasikan..
Tentunya..
Bersama sama ya nak ya..
Kita sama sama akan berikhtiar..
Kita sama sama berdoa..
Demi kita..
Bukan demi siapa siapa..

2022, Kami datang..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...