Langsung ke konten utama

Isoman hari ke 3 (25 Januari 2021)

Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Setelah dua hari kemarin jungkir jumpalitan melakukan hal yang pengen tak lakuin sendiri selama beberapa minggu terakhir ga sempet. Akhirnya sempet juga.
Baca buku.
Push up 100x dalam 24 jam.
Nonton film maraton.
Nonton tv series.
Hari ini bosen. ga tau mau ngapain lagi.
Alhamdulillah setelah 2 hari jaga dengan kepala cekot cekot nyut nyutan.
setelah hari ketiga nyeri kepala ga membaik, badan ga enak, muncul lah gejala selanjutnya. Anosmia.
Ga bisa nyium bau.
Daaaamn. Ga bisa nyium bau minyak kayu putih lah. ga bisa nyium bau minyak kutus kutus lah. Ga bisa nyium bau eeknya ibrahim.
Whaat is this.
Akhirnya memberanikan diri untuk swab antigen di RS Oen Kandang Sapi.
Dan hasilnya positif 
Hasilnya positif. God please.
i hate this result.
tapi ya sudah diterima saja. 
Alhamdulillah aja deh. semua pasti ada hikmahnya.
Alloh pasti mempunyai takdir terbaik dari kejadian ini.
dinikmati aja laaah. ya dinikmati.
meskipun kepala masih gliyeng gliyeng cekot cekot.
kadang masih pilek.
deket anak secara fisik tapi ga bisa ndeketin. so saaaad.
hufff..akan banyak pelajaran dari kejadian ini.
Semoga Alloh segera memberikan kesembuhan dan semoga Alloh memberikan apa yang ingin Alloh tunjukkan dan ajarkan kepada saya.
Amiiin.
Sekian saja share dari saya.
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...