Langsung ke konten utama

Action speak louder, but..

 Nak, kali ini bapak akan menulis kan terkait insight lain yang bapak dapatkan. Action speak louder. Ada kondisi kondisi dimana memang kita hanya disarankan untuk berbuat. Bapak ga akan bilang kamu harus 100% kerja saja. Tidak seperti demikian. Bapak ingin menekankan ada proporsi saat saat kita harus kerja saja, tapi juga ada tempo yang membutuhkan penjelasan dari kita. 

Adapun hal yang terjadi ketika kita terlalu banyak bicara, Kita akan melakukan omongan yang berputar putar atau kadang ada hal yang entah tidak perlu disampaikan jadi disampaikan. Hal inilah yang harapnya tidak terjadi. Iya jika yang kita sampaikan benar. Kalau berita yang salah atau ada bercandaan yang kurang tepat atau malah menyakiti. Tentu menjadi bumerang bagi kita sendiri. 

Lalu, sama bahayanya jika kita juga tidak bisa menjelaskan sama sekali apa yang kita kerjakan atau memberikan pengantar untuk kita melakukan sesuatu. Karena apa. Era dewasa ini, ternyata sedikit banyak orang menuntut untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Big picture project apa yang ingin dilakukan, ataupun rencana rencana yang ingin dilaksanakan seperti apa. Disinilah bapak ingin menyampaikan, pentingnya skill komunikasi bagi setiap orang. Tidak harus excellent tp basic basic komunikasi harus dipahami. Lugas, Jelas, Secukupnya. 

Action speak louder...but better to speak and act proportional and wisely. Simpulannya, berbicara secukupnya, berbicara seperlunya dan berbicara pada saat dan konteks yang dibutuhkan. Harimau tidak perlu menjelaskan kepada hewan lain bahwa dia binatang buas. Bijaksana lah nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...