Langsung ke konten utama

Action speak louder, but..

 Nak, kali ini bapak akan menulis kan terkait insight lain yang bapak dapatkan. Action speak louder. Ada kondisi kondisi dimana memang kita hanya disarankan untuk berbuat. Bapak ga akan bilang kamu harus 100% kerja saja. Tidak seperti demikian. Bapak ingin menekankan ada proporsi saat saat kita harus kerja saja, tapi juga ada tempo yang membutuhkan penjelasan dari kita. 

Adapun hal yang terjadi ketika kita terlalu banyak bicara, Kita akan melakukan omongan yang berputar putar atau kadang ada hal yang entah tidak perlu disampaikan jadi disampaikan. Hal inilah yang harapnya tidak terjadi. Iya jika yang kita sampaikan benar. Kalau berita yang salah atau ada bercandaan yang kurang tepat atau malah menyakiti. Tentu menjadi bumerang bagi kita sendiri. 

Lalu, sama bahayanya jika kita juga tidak bisa menjelaskan sama sekali apa yang kita kerjakan atau memberikan pengantar untuk kita melakukan sesuatu. Karena apa. Era dewasa ini, ternyata sedikit banyak orang menuntut untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Big picture project apa yang ingin dilakukan, ataupun rencana rencana yang ingin dilaksanakan seperti apa. Disinilah bapak ingin menyampaikan, pentingnya skill komunikasi bagi setiap orang. Tidak harus excellent tp basic basic komunikasi harus dipahami. Lugas, Jelas, Secukupnya. 

Action speak louder...but better to speak and act proportional and wisely. Simpulannya, berbicara secukupnya, berbicara seperlunya dan berbicara pada saat dan konteks yang dibutuhkan. Harimau tidak perlu menjelaskan kepada hewan lain bahwa dia binatang buas. Bijaksana lah nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...