Langsung ke konten utama

The more and more

Bismillahirohmanirohiim.
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Alhamdulillah Alloh memberikan kesempatan saya untuk menulis dalam blog ini. Kali ini tema yang akan kita bicarakan adalah tentang more, lengkapnya The more expectation, the more disappointment.
Seperti yang pernah disampaikan sahabat Rasul, Ali bin Abi Thalib bahwasanya beliau mengungkapkan:
"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

Lalu jangan pernah lupakan ayat Quran ini :
"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (94:8) 

Lalu imam syafii pun berpesan: 
"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Alloh timpakan atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Alloh sangat mencemhurui hati yang berharap selain Dia. Maka Alloh menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada - Nya."


Kita tentunya sering mendengar, "saya berharap banyak dari Anda", "Jangan kecewakan saya", dan lain sebagainya. 
Tapi ya.. Anda akan beberapa kali kepentok menemukan dia tidak sampai kepada ekspektasi Anda.
Saat itu apa yang Anda rasakan.
itulah simpelnya contoh kekecewaan akibat berharap kepada manusia.
Ya...disini saya akan mengingatkan khusus diri saya sendiri, dan semogapun dapat menjadi pengingat bagi teman - teman. Bahwa Alloh mencemburui, Alloh tidak suka apabila ada hamba-Nya mulai menaruh harap, berharap kepada selain Alloh.
Hati hati dan biasa sajalah ya..

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...