Langsung ke konten utama

Nak, Maaf..

Nak, Jika suatu saat engkau menemukan bapak bersikap tegas.. 
Atau bapak bersikukuh dengan apa yang bapak inginkan, lakukan, dan kemukakan.. 
Jika bapak melakukan apa yang mungkin kamu tidak sukai.. 
Atau bapak memintamu melakukan hal yang mungkin kamu tidak sukai inginkan.. 
Ya... 
Jika kamu berhenti sejenak untuk berfikir.. 
Sebelum kamu membenci bapak.. 
Tanyakan kepada dirimu.. 
Apakah hal yang tidak aku sukai ini memang harus aku lakukan? 
Apakah hal yang tidak aku sukai ini ada manfaatnya? 
Apakah hal yang tidak aku sukai ini memang sebaiknya aku lakukan, sebaiknya terjadi? 
... 
Ada suatu asas prioritas.. 
Ada suatu asas keadilan.. 
Ada suatu asas hak yang harus ditunaikan ataupun kewajiban yang harus dilakukan.. 
Ada kebenaran yang mungkin kita tidak tau memang secara tempo benar pada saat itu.. 
Ataupun ada kebenaran yang menurut sudut pandang bapak benar pada saat itu.. 
... 
Pada akhirnya, 
Bapak tetap ingin selalu mengatakan..
Selalu melakukan yang terbaik untuk kamu.. 
Anak anak bapak yang selalu bapak sayangi.. 
Bapak tidak akan memaksakan apa yang bapak kehendaki kepada kalian... 
Ya.. 
Bapak selalu memberi ruang untuk ananda berpikir dan mengambil keputusan, yakni ketika ananda mampu melakukannya dan memilih dengan nilai yang benar.. 
Nak, sebelum kamu nanti mungkin sebal atau benci dengan apapun itu.. 
Selalu pahami dulu konteks, motif, dan urgensi dari suatu keputusan.. 
Semoga kebijakan dan petunjuk selalu Alloh karuniakan untukmu nak.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...