Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

OHVIRA Syndrome

  OHVIRA ( Obstructed Hemivagina and Ipsilateral Renal Anomaly ) adalah kelainan kongenital saluran reproduksi perempuan yang ditandai oleh kombinasi: Uterus didelphys + hemivagina obstruktif + anomali ginjal ipsilateral. Istilah lain yang sering digunakan adalah Herlyn–Werner–Wunderlich syndrome . 1. Embriologi OHVIRA berkaitan dengan gangguan perkembangan duktus Müller dan duktus Wolff (mesonefrik) . Secara sederhana: Gangguan perkembangan mesonephric duct ↓ gangguan orientasi/fusi duktus Müller ↓ uterus didelphys + hemivagina obstruktif Karena sistem mesonefrik juga berhubungan erat dengan perkembangan ginjal: ↓ anomali ginjal ipsilateral Inilah alasan kelainan ginjal pada OHVIRA biasanya berada pada sisi yang sama dengan hemivagina yang mengalami obstruksi . 2. Anatomi khas Biasanya terdapat: dua kavum uteri dua serviks septum vagina longitudinal salah satu hemivagina mengalami obstruksi ginjal ipsilateral mengalami agenesis/hipoplasia atau kelainan l...

POI — Primary Ovarian Insufficiency

  Primary ovarian insufficiency (POI) atau insufisiensi ovarium primer adalah kondisi ketika fungsi ovarium menurun sebelum usia 40 tahun , ditandai oleh gangguan fungsi ovarium yang menyebabkan hipoestrogenisme dan peningkatan gonadotropin , tetapi fungsi ovarium dapat berfluktuasi sehingga berbeda dengan menopause yang bersifat permanen. 1. Patofisiologi Normal: Hipotalamus → GnRH ( gonadotropin-releasing hormone ) → Hipofisis → FSH + LH → Ovarium → estradiol + inhibin B → umpan balik negatif Pada POI: ↓ jumlah/kerusakan folikel ovarium ↓ ↓ inhibin B + ↓ estradiol ↓ hilangnya umpan balik negatif ↓ ↑ FSH dan LH ↓ gangguan folikulogenesis ↓ anovulasi + hipoestrogenisme ↓ oligomenorea/amenorea + infertilitas. Karena aktivitas ovarium intermiten , pasien POI masih dapat mengalami menstruasi spontan dan bahkan ovulasi sesekali. 2. Diagnosis Menurut pedoman European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) terbaru, POI pada perempuan <40 tah...

MRKH vs AIS pada Amenorea Primer

 Dua diagnosis yang paling penting dibedakan pada amenorea primer dengan perkembangan payudara baik tetapi uterus tidak ada adalah: MRKH ( Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser syndrome ) → kelainan perkembangan duktus Müller. AIS ( Androgen Insensitivity Syndrome ) → resistensi androgen pada individu dengan kariotipe 46,XY. Perbandingan utama Parameter MRKH AIS Kariotipe 46,XX 46,XY Gonad Ovarium Testis Uterus Tidak ada/hipoplastik Tidak ada Serviks Tidak ada/hipoplastik Tidak ada Vagina 1/3 distal ada; bagian proksimal tidak berkembang Vagina pendek/blind-ending Payudara Berkembang normal Berkembang normal Rambut pubis/aksila Normal Sedikit/berkurang Estrogen Ada, dari ovarium Ada, terutama melalui aromatisasi androgen Testosteron Perempuan normal Tinggi, dalam kisaran laki-laki FSH/LH Umumnya normal LH dapat meningkat; FSH relatif normal AMH Diproduksi ovarium Tinggi, diproduksi testis Menarke Tidak terjadi Tid...

Amenorea Sekunder

  Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama ≥3 bulan pada perempuan yang sebelumnya memiliki menstruasi teratur , atau ≥6 bulan pada perempuan dengan menstruasi sebelumnya tidak teratur . Secara klinis, amenorea sekunder adalah gejala , bukan diagnosis akhir. Prinsip evaluasinya adalah menentukan apakah masalah berasal dari hipotalamus, hipofisis, ovarium, uterus, atau traktus genitalia . 1. Etiologi utama A. Kehamilan — selalu disingkirkan terlebih dahulu Kehamilan → hCG ↑ → mempertahankan korpus luteum → progesteron ↑ → tidak terjadi menstruasi. Pemeriksaan pertama: β-hCG urine/serum Jangan langsung melakukan pemeriksaan hormonal sebelum menyingkirkan kehamilan. B. Gangguan hipotalamus ↓ GnRH → ↓ LH/FSH → ↓ estradiol → anovulasi → amenorea Penyebab: Functional hypothalamic amenorrhea ; penurunan berat badan; defisit energi; olahraga berlebihan; stres berat; gangguan makan; penyakit kronis. Profil hormonal: FSH ↓/normal rendah + estradio...

POSEIDON Criteria

  POSEIDON ( Patient-Oriented Strategies Encompassing Individualized Oocyte Number ) adalah sistem klasifikasi untuk pasien dengan prognosis reproduksi yang rendah (low prognosis) pada program in vitro fertilization (IVF) , terutama berdasarkan usia, ovarian reserve, dan respons ovarium terhadap stimulasi . Tujuan utamanya bukan sekadar menentukan apakah pasien “poor responder”, tetapi mengidentifikasi penyebab rendahnya jumlah oosit yang diperoleh dan menentukan strategi stimulasi individual untuk mendapatkan jumlah oosit yang optimal . Klasifikasi POSEIDON Kelompok Usia Ovarian reserve Respons stimulasi sebelumnya Group 1 <35 tahun Normal : AFC ≥5 dan AMH ≥1,2 ng/mL Suboptimal : ≤9 oosit Group 2 ≥35 tahun Normal : AFC ≥5 dan AMH ≥1,2 ng/mL Suboptimal : ≤9 oosit Group 3 <35 tahun Rendah : AFC <5 atau AMH <1,2 ng/mL Tidak diperlukan riwayat respons sebelumnya Group 4 ≥35 tahun Rendah : AFC <5 atau AMH <1,2 ng/mL Tidak diperluka...

Amenorea Primer

  Amenorea primer adalah tidak terjadinya menstruasi (menarke) pada seorang perempuan yang belum pernah mengalami menstruasi sebelumnya . Secara klinis, evaluasi tidak perlu menunggu usia terlalu lanjut. Evaluasi dianjurkan bila: usia 15 tahun belum mengalami menarke , atau >3 tahun setelah perkembangan payudara (thelarche) belum mengalami menarke , atau terdapat tidak berkembangnya karakteristik seksual sekunder pada usia 13 tahun . 1. Patofisiologi Amenorea primer dapat terjadi karena gangguan pada salah satu tingkat: Hipotalamus → Hipofisis → Ovarium → Traktus genitalia → Outflow tract Sehingga pendekatan paling praktis adalah melihat: Apakah terdapat perkembangan payudara? dan Apakah uterus ada? 2. Algoritme klinis A. Amenorea primer + payudara berkembang + uterus tidak ada Pikirkan: Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) 46,XX ovarium berfungsi normal estrogen normal payudara berkembang normal uterus dan bagian atas vagina mengalami agen...

Patofisiologi hiperprolaktinemia menyebabkan anovulasi

 Kunci utamanya adalah: ↑ Prolaktin → supresi neuron GnRH → ↓ frekuensi pulsasi GnRH → gangguan sekresi LH/FSH → gangguan folikulogenesis → tidak terjadi lonjakan LH → anovulasi. 1. Kondisi fisiologis Pada keadaan normal: Hipotalamus ↓ pulsasi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) ↓ Hipofisis anterior ↓ luteinizing hormone (LH) + follicle-stimulating hormone (FSH) ↓ ovarium ↓ folikulogenesis → estradiol → ovulasi Prolaktin secara fisiologis terutama berada di bawah inhibisi dopamin dari hipotalamus. 2. Apa yang terjadi pada hiperprolaktinemia? Ketika kadar prolaktin meningkat, terjadi gangguan pada generator pulsasi GnRH. Mekanisme yang paling penting bukan sekadar efek langsung prolaktin terhadap hipofisis, tetapi supresi sistem GnRH melalui neuron kisspeptin dan sirkuit hipotalamus . Mekanisme: ↑ Prolaktin ↓ gangguan fungsi neuron kisspeptin ↓ ↓ stimulasi neuron GnRH ↓ ↓ pulsasi GnRH ↓ gangguan sekresi LH dan FSH ↓ gangguan perkembangan folikel ...

Progestin untuk tatalaksana Endometriosis

 Untuk endometriosis , progestin/progestogen merupakan salah satu terapi hormonal utama untuk menekan aktivitas endometrium ektopik, mengurangi perdarahan siklik, desidualisasi kemudian atrofi lesi endometriosis, serta menurunkan nyeri. European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) merekomendasikan progestogen untuk mengurangi nyeri terkait endometriosis dengan memperhatikan profil efek samping masing-masing obat. 1. Macam-macam progestin yang digunakan Progestin/progestogen Contoh regimen yang lazim Catatan pada endometriosis Dienogest 2 mg oral/hari kontinu Sangat sering digunakan khusus untuk endometriosis; efektif untuk dismenore, nyeri pelvis, dan dapat digunakan jangka panjang Norethisterone acetate (NETA) 5–15 mg/hari kontinu Efektif untuk supresi menstruasi dan nyeri; sebagian kecil dikonversi menjadi etinil estradiol Medroxyprogesterone acetate (MPA) Oral 10–20 mg/hari ; depot dapat digunakan Efektif menekan menstruasi; depot mempu...

Saya mau KB yang apa ya : Metode Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah metode untuk mencegah kehamilan dengan cara menghambat ovulasi, fertilisasi, implantasi, atau melalui tindakan permanen pada sistem reproduksi. Secara klinis, metode kontrasepsi dapat dikelompokkan menjadi: Metode kontrasepsi jangka panjang reversibel (Long-Acting Reversible Contraception/LARC) Kontrasepsi hormonal Metode barrier Metode kontrasepsi darurat Metode amenore laktasi Kontrasepsi mantap/permanen Metode berbasis kesuburan/perilaku 1. Metode kontrasepsi jangka panjang reversibel Long-Acting Reversible Contraception (LARC) merupakan metode yang memberikan efektivitas kontrasepsi sangat tinggi, berlangsung lama, tetapi fertilitas dapat kembali setelah metode dihentikan. Terdiri atas: Alat kontrasepsi dalam rahim tembaga Alat kontrasepsi dalam rahim levonorgestrel Implan kontrasepsi A. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Tembaga Sering disebut AKDR tembaga atau copper intrauterine device . Mekanisme Tembaga menghasilkan respons inflamasi loka...

Ternyata Steril juga investasi jangka panjang kesehatan...

  Salpingektomi sebagai strategi reduksi risiko kanker ovarium epitelial (epithelial ovarian cancer/EOC) merupakan konsep yang sangat penting dalam ginekologi onkologi modern. Kuncinya adalah perubahan paradigma: sebagian besar high-grade serous carcinoma (HGSC) yang dahulu disebut “kanker ovarium” ternyata kemungkinan besar berasal dari epitel tuba Falopii, terutama fimbria. 1. Mengapa mengangkat tuba dapat mencegah kanker ovarium? Paradigma lama: Epitel permukaan ovarium → metaplasia → karsinoma ovarium Paradigma saat ini, terutama untuk HGSC : Epitel fimbria tuba Falopii → lesi prekursor/STIC → penyebaran ke ovarium dan peritoneum → HGSC Lesi prekursor yang sangat penting adalah: STIC = serous tubal intraepithelial carcinoma → karsinoma intraepitelial serosa tuba. STIC paling sering ditemukan pada fimbria , terutama pada perempuan dengan risiko herediter BRCA1/2 yang menjalani operasi reduksi risiko. ACOG juga mencatat bahwa ekspresi molekuler HGSC lebih menyerupai epi...

Jangan takut steril kalau belum paham..Penjelasan itu Kontrasepsi mantap (KB Steril wanita)

  MOW (Metode Operasi Wanita) atau tubektomi adalah metode kontrasepsi mantap pada perempuan dengan melakukan oklusi atau pemutusan tuba Falopii , sehingga sperma dan ovum tidak dapat bertemu. Efek kontrasepsinya bersifat sangat efektif dan pada prinsipnya permanen . 1. Mekanisme kerja MOW terutama bekerja dengan memutus kontinuitas tuba Falopii atau melakukan oklusi tuba , sehingga: Ovarium → ovulasi tetap berlangsung → ovum masuk ke tuba → tuba teroklusi → fertilisasi tidak terjadi. Jadi, penting untuk dipahami: Tidak menghentikan ovulasi. Tidak menyebabkan menopause. Tidak menghilangkan fungsi ovarium. Tidak secara langsung menurunkan libido. Siklus menstruasi pada umumnya tetap berlangsung. 2. Efektivitas MOW merupakan salah satu metode kontrasepsi paling efektif. Kegagalan kontrasepsi dapat terjadi karena: kegagalan teknik oklusi, rekanalisasi tuba, terbentuknya fistula, atau, lebih jarang, prosedur dilakukan pada kehamilan yang sudah terjadi tetapi belum ...

Endometritis Pasca Salin (Postpartum Endometritis)

Definisi Endometritis pasca salin adalah infeksi pada desidua dan endometrium (lapisan dalam rahim) yang terjadi setelah persalinan. Infeksi dapat meluas ke miometrium ( endomyometritis ), parametrium, bahkan menyebabkan sepsis bila tidak ditangani. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama demam nifas ( puerperal fever ), terutama setelah persalinan seksio sesarea. Epidemiologi Insidensi berbeda menurut cara persalinan: Persalinan pervaginam: sekitar 1–3% Seksio sesarea elektif dengan antibiotik profilaksis: 3–5% Seksio sesarea emergensi: 5–20% Risiko meningkat 10–20 kali pada seksio sesarea dibandingkan persalinan pervaginam. Etiologi dan Mikrobiologi Infeksi bersifat polimikroba , berasal dari flora vagina dan serviks yang naik ke kavum uteri. Bakteri yang sering ditemukan: Bakteri aerob: Escherichia coli Klebsiella spp. Enterococcus spp. Streptococcus grup B Staphylococcus aureus Bakteri anaerob: Bacteroides spp. Peptostreptococcus spp. Prevotella ...

Retensi Urin

Retensi urin (urinary retention) adalah ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara adekuat , baik secara akut maupun kronis. Secara klinis, pasien dapat memiliki kandung kemih penuh dengan tidak mampu miksi (retensi komplet) atau masih dapat miksi tetapi menyisakan post-void residual (PVR) yang bermakna . 1. Klasifikasi Jenis Karakteristik Akut Timbul mendadak, biasanya nyeri suprapubik, distensi vesika, tidak dapat miksi Kronik Berkembang perlahan; dapat minimal gejala meskipun PVR tinggi Akut-on-kronik Pasien dengan retensi kronis mengalami dekompensasi akut Poin penting: retensi urin ≠ oliguria/anuria. Pada retensi, produksi urin ginjal dapat tetap berlangsung , tetapi urin tidak dapat keluar dari vesika. 2. Etiologi Secara praktis, pikirkan 5 kelompok besar : A. Obstruksi outlet Pria BPH striktur uretra kanker prostat batu uretra Wanita prolaps organ pelvis berat massa pelvis hematokolpos/hematometra stenosis uretra komplikasi pas...