Langsung ke konten utama

USG skrining fetomaternal itu ...

 Jika yang dimaksud USG skrining fetomaternal adalah pemeriksaan USG antenatal oleh Subspesialis Kedokteran Fetomaternal untuk skrining kondisi ibu–janin. Tindakan ini dapat dilakukan untuk konfirmasi apabila ada temuan abnormalitas pada saat ANC di faskes primer atau di SpOG umum. Secara garis besar, kurang lebih dibagi ke dalam 3 periode skrining, skrining trimester I, trimester II (anomaly scan), dan trimester III

1. Trimester I — 11+0 sampai 13+6 minggu

Tujuan utama:

  • Dating kehamilan → CRL merupakan parameter terbaik.
  • Menentukan viabilitas dan jumlah janin.
  • Menentukan chorionicity dan amnionicity pada kehamilan multipel.
  • Skrining aneuploidi:
    • NT
    • nasal bone
    • ductus venosus
    • tricuspid regurgitation
    • dikombinasikan dengan usia maternal ± pemeriksaan biokimia.
  • Skrining anatomi awal: skull, brain, face, spine, thorax, heart, abdomen, limbs.
  • Penilaian uterus dan adneksa.
  • Skrining risiko preeklampsia dengan kombinasi:
    • maternal characteristics/history
    • MAP
    • uterine artery Doppler/PI
    • PlGF bila tersedia.

Poin penting: NT bukan sekadar “mengukur lipatan leher”; interpretasinya harus berdasarkan CRL dan konteks skrining aneuploidi.


2. Trimester II — sekitar 18–22 minggu

Ini yang biasanya disebut USG morfologi/anomaly scan.

Evaluasi sistematis:

A. Kepala & otak

  • BPD/HC
  • cavum septi pellucidi
  • lateral ventricle
  • choroid plexus
  • cerebellum
  • cisterna magna
  • midline/falx.

B. Wajah

  • profil
  • nasal bone
  • orbit
  • bibir/palatum bila dapat dinilai.

C. Jantung

  • situs
  • 4-chamber view
  • LVOT
  • RVOT
  • 3-vessel view
  • 3VT
  • cardiac axis
  • Doppler bila diperlukan.

D. Abdomen

  • stomach
  • kidneys
  • bladder
  • anterior abdominal wall
  • umbilical cord insertion.

E. Spine & ekstremitas

  • vertebral alignment
  • upper/lower limbs
  • hands/feet bila memungkinkan.

F. Plasenta & serviks

  • lokasi plasenta
  • hubungan dengan internal os
  • panjang serviks bila diindikasikan
  • jumlah pembuluh tali pusat.

G. Pertumbuhan

  • BPD
  • HC
  • AC
  • FL
  • estimated fetal weight.

3. Trimester III — terutama 28–32/34 minggu bila terdapat indikasi

Fokusnya bergeser dari malformasi struktural ke pertumbuhan dan kesejahteraan janin:

  • fetal biometry → HC, AC, FL, EFW
  • growth trajectory
  • amniotic fluid
  • placental assessment
  • fetal presentation
  • Doppler:
    • umbilical artery
    • MCA
    • ductus venosus pada kondisi tertentu
    • uterine artery pada indikasi tertentu.

Pada risiko FGR, interpretasi tidak boleh hanya berdasarkan EFW. Harus melihat AC/EFW percentile + longitudinal growth + Doppler, terutama UA Doppler.


Jadi, apa yang dimaksud "Fetomaternal" secara lengkap?

Waktu Pemeriksaan utama Tujuan
6–10 minggu Early pregnancy USG Viabilitas, lokasi, dating awal
11–13+6 minggu NT + early anatomy + Doppler tertentu Aneuploidi & kelainan struktural awal
18–22 minggu Detailed anomaly scan Skrining kelainan kongenital
24–28 minggu Growth bila indikasi Pertumbuhan janin
28–32/34 minggu Growth + AFI/SDP ± Doppler FGR/well-being
≥32 minggu Serial growth/Doppler sesuai risiko Monitoring komplikasi fetomaternal
  

USG fetomaternal bukan satu kali pemeriksaan. Ini merupakan continuum of antenatal ultrasound assessment. Pemeriksaan trimester I berfokus pada dating + aneuploidy + early anatomy + preeclampsia risk, trimester II pada struktur/morfologi, sedangkan trimester III terutama pada growth, placental function, amniotic fluid dan Doppler.

Referensi utama

  1. Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Salomon LJ, et al. ISUOG Practice Guidelines: performance of the routine mid-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol. 2022.
  3. Salomon LJ, et al. ISUOG Practice Guidelines: performance of the first-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol. 2013.
  4. Papageorghiou AT, et al. ISUOG Practice Guidelines: ultrasound assessment of fetal biometry and growth. Ultrasound Obstet Gynecol. 2019.
  5. ACOG. Ultrasound in Pregnancy. Practice Bulletin. Washington, DC: American College of Obstetricians and Gynecologists.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...