Jika belajar 2–3 jam/hari, 6 hari/minggu, target realistis:
- 90 hari: mampu melakukan systematic review sederhana secara mandiri.
- 6 bulan: mampu menghasilkan SRMA yang layak untuk publikasi.
- 12–18 bulan: mampu mengerjakan review kompleks dan mengkritisi metodologi penelitian orang lain pada level advanced.
Prinsip utamanya:
30% membaca teori + 70% praktik.
Jangan menghabiskan 3 bulan hanya menonton tutorial. Setiap konsep yang dipelajari harus langsung dipraktikkan.
I. Apa yang sebenarnya harus dikuasai?
Seorang ahli systematic review bukan hanya orang yang bisa menggunakan RevMan.
Ada 8 kompetensi utama:
| Kompetensi | Pemula | Advanced |
|---|---|---|
| Clinical question | Membuat PICO | Menentukan pertanyaan klinis yang benar-benar answerable |
| Literature search | Menggunakan PubMed | Membuat pencarian sensitif & reproducible |
| Screening | Membaca abstrak | Seleksi konsisten berdasarkan protokol |
| Risk of bias | Mengisi checklist | Memahami bagaimana bias memengaruhi estimand |
| Statistik | Klik software | Memahami asumsi model |
| Meta-analysis | Membuat forest plot | Menentukan kapan pooling layak/tidak |
| Certainty | Fokus p-value | GRADE + magnitude + precision + applicability |
| Scientific writing | Mendeskripsikan hasil | Membangun argumen ilmiah yang defensible |
Target akhirnya:
Dari “saya bisa melakukan systematic review” menjadi “saya bisa menentukan apakah systematic review tersebut dapat dipercaya.”
II. Tools yang harus Anda kuasai
Sebagian besar bisa diperoleh gratis atau dengan biaya sangat rendah.
1. Cochrane Handbook
Ini harus menjadi buku utama metodologi systematic review Anda.
Cochrane Handbook membahas:
- planning
- search
- study selection
- data extraction
- risk of bias
- statistical analysis
- meta-analysis
- GRADE
- interpretation
2. PRISMA 2020
Untuk memahami bagaimana systematic review harus dilaporkan.
Pahami juga:
- PRISMA-S
- PRISMA-NMA
- PRISMA-DTA
- PRISMA-ScR
3. PubMed
Database utama biomedical literature.
4. Zotero
Untuk reference management.
5. RevMan
Sangat baik untuk belajar meta-analysis konvensional dan forest plot.
6. R + RStudio
Ini yang saya sarankan Anda kuasai jika ingin naik ke level advanced.
Terutama:
metametaforrobvisdmetartidyverseggplot2
III. PROGRAM 90 HARI
FASE 1 — FUNDAMENTAL
Hari 1 — Kenali evidence ecosystem
Bedakan:
- RCT
- cohort
- case-control
- cross-sectional
- systematic review
- meta-analysis
- scoping review
- umbrella review
- network meta-analysis
- diagnostic systematic review
- prognostic systematic review
Hal pertama yang harus tertanam:
Systematic review ≠ meta-analysis.
Systematic review adalah metode evidence synthesis.
Meta-analysis adalah metode statistik untuk menggabungkan hasil penelitian.
Tidak semua systematic review harus mempunyai meta-analysis.
Hari 2 — Pahami workflow
Hafalkan bukan sebagai urutan mekanis, tetapi pahami hubungan:
Clinical question
↓
Protocol
↓
Search
↓
Screening
↓
Data extraction
↓
Risk of bias
↓
Synthesis
↓
GRADE
↓
Interpretation
↓
Publication
Hari 3 — PICO
Kuasai:
P = Population
I = Intervention/Exposure
C = Comparator
O = Outcome
Kemudian tingkatkan menjadi:
PICO + study design + timing + setting
Latihan membuat 10 PICO Obgyn.
Contoh:
Pada wanita hamil dengan preeklampsia, apakah magnesium sulfat dibandingkan placebo/antikonvulsan lain menurunkan kejadian eklampsia?
Hari 4 — Memilih pertanyaan yang bagus
Pertanyaan yang menarik belum tentu cocok menjadi systematic review.
Nilai:
- Clinical relevance
- Novelty
- Feasibility
- Jumlah evidence
- Heterogeneity
- Availability of outcomes
Hari 5 — Study design
Anda harus mampu menjawab:
"Pertanyaan klinis ini sebaiknya dijawab dengan desain penelitian apa?"
Misalnya:
Efikasi terapi → RCT
Faktor risiko → cohort/case-control
Tes diagnostik → diagnostic accuracy study
Prognosis → cohort
Hari 6 — Causal thinking
Mulai belajar:
- confounder
- mediator
- collider
- effect modifier
Dan mulai mengenal:
Directed Acyclic Graph (DAG)
Ini sangat penting ketika Anda masuk ke systematic review observational studies.
Hari 7 — Review
Buat satu:
protocol concept
Berisi:
- Title
- Background
- PICO
- Inclusion criteria
- Exclusion criteria
- Primary outcome
- Secondary outcomes
- Eligible study designs
Hari 8–14 — Literature Search
Hari 8
Pelajari:
Sensitivity vs specificity
Dalam systematic review biasanya kita ingin search yang:
highly sensitive
daripada terlalu spesifik.
Hari 9
Kuasai:
- MeSH
- free-text
- synonym
- truncation
- Boolean operators
Contoh:
("Preeclampsia"[MeSH])
OR
("pre-eclampsia")
OR
("pregnancy induced hypertension")
Kemudian:
AND
untuk menggabungkan konsep.
Hari 10
Buat search strategy PubMed.
Tetapi pahami satu prinsip penting:
Tidak selalu semua komponen PICO harus dimasukkan ke search strategy.
Sering kali outcome justru tidak dimasukkan karena dapat menyebabkan eligible studies terlewat.
Hari 11
Belajar:
Backward citation searching
dan
Forward citation searching
Dari satu artikel penting:
References → studi terdahulu
Cited by → studi setelahnya
Hari 12
Pelajari:
- deduplication
- title screening
- abstract screening
- full-text screening
Hari 13
Pelajari PRISMA 2020.
Jangan hanya menghafal checklist.
Pahami:
Mengapa setiap item PRISMA diperlukan?
Hari 14
MINI PROJECT #1
Lakukan systematic review kecil:
10–20 artikel saja.
Hasil minimal:
- PICO
- search strategy
- screening
- extraction table
- PRISMA flow
- preliminary synthesis
Pada hari ke-14 Anda sudah mulai menjadi praktisi, bukan hanya pembaca teori.
IV. HARI 15–28
RISK OF BIAS
Ini salah satu bagian yang paling membedakan systematic reviewer biasa dengan reviewer yang benar-benar kuat.
Hari 15–16
Kuasai:
RoB 2
Untuk RCT.
Jangan menghafal pertanyaan.
Pahami domain:
- randomization
- deviations from intended intervention
- missing outcome data
- outcome measurement
- selective reporting
Hari 17–18
Kuasai:
ROBINS-I
Untuk non-randomized studies of interventions.
Ini jauh lebih kompleks.
Pahami:
Confounding adalah salah satu masalah terbesar observational study.
Hari 19
Pelajari:
Newcastle-Ottawa Scale
Tetapi jangan menjadi tergantung pada scoring system.
Hari 20
Pelajari:
QUADAS-2
Untuk diagnostic accuracy.
Hari 21
Pelajari:
QUIPS
Untuk prognostic studies.
Hari 22–23
Latihan:
- 3 RCT → RoB 2
- 3 cohort → ROBINS-I
- 2 diagnostic study → QUADAS-2
Hari 24
Pelajari:
Inter-rater reliability
Contohnya:
Cohen's kappa (κ)
Dua reviewer melakukan assessment secara independen.
Hari 25
Pahami:
Consensus vs adjudication
Idealnya:
Reviewer 1 + Reviewer 2 → disagreement → consensus/adjudication.
Hari 26
Pelajari:
- allocation concealment
- blinding
- missing data
- selective reporting
Hari 27
Pelajari:
Sensitivity analysis berdasarkan risk of bias.
Contoh:
Bagaimana pooled estimate berubah jika studi dengan high risk of bias dikeluarkan?
Hari 28
MINI PROJECT #2
Lakukan systematic review kecil dengan fokus utama:
Apakah kesimpulan berubah jika studi berisiko bias tinggi dikeluarkan?
V. HARI 29–50
META-ANALYSIS
Ini bagian yang harus dipahami secara matematis.
Jangan menjadi:
"RevMan operator."
Target Anda:
"Saya memahami apa yang dilakukan RevMan."
Hari 29 — Effect measures
Kuasai:
RR — Relative Risk
OR — Odds Ratio
HR — Hazard Ratio
MD — Mean Difference
SMD — Standardized Mean Difference
Dan kapan masing-masing digunakan.
Hari 30 — Confidence interval
Pahami:
Effect estimate + uncertainty
Jangan hanya melihat p-value.
Hari 31 — Forest plot
Anda harus bisa membaca:
- point estimate
- confidence interval
- weight
- null line
- pooled estimate
- heterogeneity
Hari 32 — Fixed vs random effects
Jangan menghafal:
I² >50% = random effect.
Itu terlalu sederhana.
Pahami asumsi masing-masing model.
Hari 33 — Heterogeneity
Kuasai:
Cochran's Q
I²
τ²
Ini wajib.
Hari 34 — Clinical heterogeneity
Tanyakan:
Apakah pasien dari berbagai penelitian benar-benar comparable?
Hari 35 — Methodological heterogeneity
Bandingkan:
- population
- intervention
- comparator
- outcome definition
- follow-up
- study design
Hari 36 — Statistical heterogeneity
Pahami:
Mengapa studi dapat menghasilkan estimasi yang berbeda?
Hari 37–38 — Subgroup analysis
Pelajari:
subgroup analysis
dan
test for interaction.
Salah satu kesalahan umum:
Subgroup A signifikan, subgroup B tidak signifikan → dianggap ada perbedaan.
Belum tentu.
Yang benar adalah menguji:
Apakah effect size antar-subgroup berbeda secara statistik?
Hari 39 — Sensitivity analysis
Pelajari:
- leave-one-out
- exclusion of high RoB
- alternative statistical models
- alternative outcome definitions
Hari 40 — Meta-regression
Pahami konsepnya terlebih dahulu.
Jangan langsung menjalankan.
Hari 41 — Publication bias
Kuasai:
- funnel plot
- Egger's test
- small-study effects
Hari 42 — Trim-and-fill
Pahami keterbatasannya.
Jangan menganggap:
"Trim-and-fill memperbaiki publication bias."
Tidak sesederhana itu.
Hari 43–44 — R
Pelajari:
- object
- dataframe
- import data
- packages
- functions
- data cleaning
Hari 45–46
Meta-analysis pertama dengan R:
Binary outcome → RR
Hari 47
Continuous outcome:
MD
Hari 48
Continuous outcome:
SMD
Hari 49
Ini latihan yang sangat saya rekomendasikan:
Ambil meta-analysis yang sudah dipublikasikan.
Ambil data setiap studi.
Masukkan ke R.
Kemudian:
Reproduce forest plot dan pooled estimate.
Jika angka Anda berbeda, cari penyebabnya.
Ini adalah salah satu latihan tercepat untuk meningkatkan kemampuan.
Hari 50
Tulis:
Statistical Analysis Plan
Anda harus mampu menjawab:
Mengapa RR?
Mengapa OR?
Mengapa random effects?
Mengapa model tersebut?
Mengapa outcome tersebut dipool?
VI. HARI 51–70
ADVANCED EVIDENCE SYNTHESIS
Sekarang masuk ke level yang lebih tinggi.
Hari 51–52 — GRADE
Kuasai lima domain:
- Risk of bias
- Inconsistency
- Indirectness
- Imprecision
- Publication bias
Hari 53
Pahami:
Certainty of evidence ≠ quality of individual study.
Ini konsep fundamental.
Hari 54
Pelajari:
MCID — Minimal Clinically Important Difference
Hari 55
Bedakan:
Relative effect
vs
Absolute effect
Hari 56
Kuasai:
NNT
dan
NNH
serta keterbatasannya.
Hari 57–58
Mulai:
Network Meta-analysis
Konsep:
- direct evidence
- indirect evidence
- transitivity
- consistency
- network geometry
Hari 59
Diagnostic Meta-analysis
Kuasai:
- sensitivity
- specificity
- LR+
- LR−
- DOR
Hari 60
Pelajari secara konseptual:
- bivariate model
- HSROC
Hari 61
Prognostic systematic review
Pahami perbedaan dengan intervention review.
Hari 62
IPD Meta-analysis
Individual Participant Data Meta-analysis.
Hari 63
Living Systematic Review
Review yang diperbarui secara terus-menerus ketika evidence baru muncul.
Hari 64
Scoping Review
Pahami:
Kapan systematic review lebih tepat?
Kapan scoping review lebih tepat?
Hari 65
Umbrella Review
Systematic review of systematic reviews.
Hari 66
SWiM
Synthesis Without Meta-analysis
Sangat penting karena:
Tidak semua evidence boleh dipool.
Hari 67
Baca 3 systematic review yang sangat baik.
Jangan membaca seperti pembaca biasa.
Tanyakan:
Mengapa mereka memilih metode ini?
Hari 68
Baca 3 systematic review yang buruk.
Cari:
- PICO salah
- search tidak memadai
- inappropriate pooling
- RoB tidak tepat
- statistical error
- overinterpretation
Ini latihan yang sangat powerful.
Hari 69
Lakukan:
Peer-review simulation
Tuliskan:
Major concerns
Minor concerns
Recommendation
Hari 70
Revisi Mini-review #2 berdasarkan peer-review Anda sendiri.
VII. HARI 71–90
SCIENTIFIC WRITING
Metodologi bagus tetapi tulisan buruk = paper sulit diterima.
Hari 71
Pelajari struktur scientific argument:
Claim → Evidence → Interpretation → Limitation
Hari 72
Introduction:
What is known → what is unknown → why it matters → research question
Hari 73
Tulis Methods.
Idealnya:
Methods ditulis sebelum Anda terlalu terpengaruh oleh hasil.
Hari 74
Results.
Pisahkan:
What the data show
dari
What the authors think it means.
Hari 75
Discussion:
- Principal findings
- Comparison with previous evidence
- Clinical implications
- Strengths
- Limitations
- Research implications
Hari 76
Pelajari scientific hedging.
Hindari:
"Intervensi X mencegah preterm birth."
Lebih tepat:
"Bukti yang tersedia menunjukkan kemungkinan penurunan risiko preterm birth dengan intervensi X."
Hari 77
Belajar menulis limitations.
Jangan:
"Penelitian ini memiliki banyak keterbatasan sehingga hasilnya tidak dapat dipercaya."
Tetapi jelaskan:
limitation → potential impact → direction → mitigation.
Hari 78
Abstract.
Tulis terakhir.
Hari 79
Optimalkan title.
Hari 80
Lakukan:
PRISMA audit
Hari 81
Lakukan:
PRISMA-S audit
Khusus search strategy.
Hari 82
Buat:
- PRISMA flow diagram
- characteristics table
- RoB figure
- forest plot
- GRADE Summary of Findings
Hari 83
Pelajari pemilihan jurnal.
Evaluasi:
- scope
- indexing
- article type
- methodology
- impact
- APC
- acceptance probability
Hari 84
Pelajari:
response to reviewers
Hari 85
Berikan manuskrip kepada orang lain.
Tanyakan:
"Bagian mana yang tidak jelas?"
Hari 86
Major revision.
Hari 87
Statistical audit.
Periksa satu per satu:
- numerator
- denominator
- effect estimate
- CI
- p-value
- I²
- τ²
Hari 88
Citation audit.
Pastikan setiap klaim penting memiliki sumber yang tepat.
Hari 89
PRISMA final audit.
Pertanyaan terakhir:
Apakah peneliti lain dapat mengulang systematic review saya hanya berdasarkan Methods yang saya tulis?
Jika jawabannya tidak:
belum selesai.
VIII. Hari ke-90: FINAL EXAM
Ambil satu pertanyaan klinis Obgyn baru.
Misalnya:
Apakah intervensi X memperbaiki maternal dan neonatal outcomes pada pasien dengan kondisi Y?
Dalam 24 jam Anda harus mampu menghasilkan:
- PICO
- Eligibility criteria
- Search strategy
- Screening framework
- Data extraction sheet
- Risk-of-bias plan
- Statistical analysis plan
- GRADE plan
- PRISMA framework
- Manuscript outline
Kemudian Anda harus bisa mempertahankan:
mengapa setiap keputusan metodologis tersebut dipilih.
Itulah ujian sebenarnya.
IX. Karena Anda Obgyn, gunakan strategi yang berbeda
Saya tidak menyarankan Anda belajar dengan topik acak.
Pilih satu tema besar dan gunakan untuk beberapa systematic review.
Contoh:
PREEKLAMPSIA
Review 1
Risk factors for severe preeclampsia
↓
Review 2
Biomarkers for prediction of preeclampsia
↓
Review 3
Aspirin for prevention
↓
Review 4
Angiogenic biomarkers for diagnosis/prediction
↓
Review 5
Network meta-analysis of preventive interventions
Dengan demikian Anda mempelajari:
PICO
→
search
→
observational studies
→
RCT
→
diagnostic accuracy
→
meta-analysis
→
network meta-analysis
dalam satu disease domain.
Ini jauh lebih efisien untuk seorang klinisi.
X. Target 50 systematic review
Setelah 90 hari, saya akan menaikkan target.
Review 1–5
Ikuti protokol.
Review 6–10
Mulai mempertanyakan keputusan metodologis.
Review 11–20
Kuasai R dan meta-analysis.
Review 21–30
Mulai membedah systematic review yang dipublikasikan.
Review 31–40
Mulai mengerjakan pertanyaan kompleks.
Review 41–50
Mulai mengajar orang lain.
Pada tahap ini kemampuan yang ingin dicapai bukan:
"Saya bisa membuat forest plot."
Tetapi:
"Saya dapat menilai apakah pooled estimate tersebut valid dan clinically meaningful."
XI. Framework berpikir yang harus Anda gunakan setiap kali membaca SRMA
Saya sarankan hafalkan 12 pertanyaan ini:
1.
Apa clinical question sebenarnya?
2.
Apa estimand yang ingin diukur?
3.
Apakah eligibility criteria sesuai dengan pertanyaan?
4.
Apakah search strategy cukup sensitif?
5.
Apakah ada eligible studies yang mungkin terlewat?
6.
Apakah included studies comparable?
7.
Apa sumber bias terbesar?
8.
Apakah pooling secara klinis masuk akal?
9.
Apakah pooling secara statistik tepat?
10.
Seberapa besar efeknya?
11.
Seberapa presisi estimasinya?
12.
Seberapa yakin kita terhadap evidence tersebut?
Ini perlahan menjadi clinical evidence-synthesis operating system Anda.
XII. Prioritas belajar
Jika waktu Anda terbatas, gunakan urutan:
LEVEL 1 — WAJIB
- PICO
- Search strategy
- Eligibility
- Data extraction
- Risk of bias
- Effect measures
- Heterogeneity
- Meta-analysis
- GRADE
- PRISMA
LEVEL 2 — ADVANCED
- Sensitivity analysis
- Subgroup analysis
- Publication bias
- Meta-regression
- Diagnostic meta-analysis
- Prognostic meta-analysis
- Network meta-analysis
LEVEL 3 — EXPERT
- IPD meta-analysis
- Bayesian meta-analysis
- Multivariate meta-analysis
- Complex interventions
- Living systematic reviews
Jangan memulai dari network meta-analysis hanya karena terlihat canggih.
Lebih baik Anda sangat kuat dalam:
bias + estimand + heterogeneity + clinical interpretation
daripada mampu membuat network plot tetapi tidak memahami validitas evidence-nya.
XIII. Kurikulum 1 tahun
Setelah 90 hari pertama:
| Periode | Target |
|---|---|
| Bulan 1–3 | Fundamental + systematic review pertama |
| Bulan 4–6 | R + meta-analysis + 2–3 review |
| Bulan 7–9 | Diagnostic/prognostic + advanced methods |
| Bulan 10–12 | Network meta-analysis + peer review + teaching |
Dan gunakan siklus:
Learn → Reproduce → Make mistakes → Audit → Revise → Publish → Peer review → Teach → Repeat
Itulah jalur tercepat untuk benar-benar menjadi kuat.
Referensi inti
- Higgins JPT, Thomas J, Chandler J, Cumpston M, Li T, Page MJ, Welch VA, editors. Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Version 6.5. Cochrane; 2024.
- Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, et al. The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ. 2021;372:n71.
- Page MJ, Moher D, Bossuyt PM, et al. PRISMA 2020 explanation and elaboration. BMJ. 2021;372:n160.
- Sterne JAC, Savović J, Page MJ, et al. RoB 2: a revised tool for assessing risk of bias in randomised trials. BMJ. 2019;366:l4898.
- Sterne JA, Hernán MA, Reeves BC, et al. ROBINS-I: a tool for assessing risk of bias in non-randomised studies of interventions. BMJ. 2016;355:i4919.
- Guyatt GH, Oxman AD, Vist GE, et al. GRADE: an emerging consensus on rating quality of evidence and strength of recommendations. BMJ. 2008;336:924–926.
- Borenstein M, Hedges LV, Higgins JPT, Rothstein HR. Introduction to Meta-Analysis. Wiley; 2009.
- Deeks JJ, Higgins JPT, Altman DG. Statistical analysis in Cochrane Reviews. In: Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Cochrane.
Catatan penting: PRISMA adalah terutama guideline untuk pelaporan, bukan buku ajar bagaimana melakukan systematic review. Untuk belajar metodologi, Cochrane Handbook jauh lebih fundamental.
Komentar