Anda tidak cukup mampu menjawab “apa hasil penelitian ini?”. Level expert adalah mampu menjawab:
“Apakah hasil penelitian ini valid, seberapa besar efeknya, apa sumber biasnya, apakah hasilnya applicable pada pasien saya, dan seberapa yakin saya boleh menggunakannya untuk clinical decision-making?”
Di bawah ini saya susun program 90 hari intensif, dari dasar sampai level advanced, dengan orientasi dokter/residen Obsgin dan evidence-based medicine.
1. Reverse engineering: bagaimana seorang expert critical appraisal berpikir?
Saya akan memecah kemampuan expert menjadi 7 lapisan.
Level 1 — Membaca
Anda mampu memahami:
- research question
- population
- intervention/exposure
- comparator
- outcome
- results
Level 2 — Memahami desain
Anda langsung mengenali:
- RCT
- cohort
- case-control
- cross-sectional
- diagnostic accuracy
- prognostic study
- systematic review
- meta-analysis
- clinical prediction model
Level 3 — Menilai validitas internal
Anda bertanya:
Apakah penelitian ini dapat dipercaya?
Di sinilah masuk:
- selection bias
- information bias
- confounding
- attrition bias
- measurement bias
- reporting bias
- immortal time bias
- time-varying bias
Level 4 — Memahami statistik
Anda tidak hanya melihat:
p <0,05.
Tetapi memahami:
- effect size
- confidence interval
- absolute risk
- relative risk
- OR
- HR
- ARR
- RRR
- NNT
- NNH
Level 5 — Menilai clinical importance
Pertanyaannya:
Apakah efeknya cukup besar untuk mengubah praktik klinis?
Karena:
Statistically significant ≠ clinically important.
Level 6 — Applicability
Anda bertanya:
Apakah pasien penelitian sama dengan pasien saya?
Meliputi:
- population
- baseline risk
- intervention
- setting
- resources
- patient preference
Level 7 — Evidence synthesis
Level tertinggi:
Bagaimana hasil penelitian ini dibandingkan dengan keseluruhan evidence yang tersedia?
Di sini Anda mulai berpikir seperti reviewer jurnal/editor.
2. Framework utama yang harus tertanam
Saya ingin Anda membangun satu algoritme mental:
5A
1. ASK
Apa pertanyaan penelitian?
2. ACQUIRE
Bagaimana evidence diperoleh?
3. APPRAISE
Apakah metodologinya valid?
4. APPLY
Apakah applicable kepada pasien?
5. ASSESS
Apa implikasinya terhadap clinical decision?
Ini adalah cara berpikir Evidence-Based Medicine.
Untuk critical appraisal jurnal, saya kemudian menambahkan:
Question → Design → Bias → Effect → Precision → Importance → Applicability
Kalau Anda konsisten menggunakan urutan ini, kemampuan appraisal akan berkembang jauh lebih cepat.
3. Tools gratis/low-cost
A. JAMA Users' Guides
Sangat bagus untuk memahami EBM dan interpretasi penelitian klinis. Koleksi Users' Guide to the Medical Literature tersedia di JAMA.
B. EQUATOR Network
Gunakan sebagai peta reporting standards:
- CONSORT → RCT
- STROBE → observational
- STARD → diagnostic
- TRIPOD → prediction model
- PRISMA → systematic review
EQUATOR juga menyediakan toolkit khusus untuk peer reviewing research.
C. Cochrane
Gunakan terutama untuk:
- RCT
- risk of bias
- intervention studies
- systematic reviews
RoB 2 adalah framework Cochrane untuk menilai risiko bias pada RCT dan menggunakan domain/signalling questions, dengan judgment low risk, some concerns, atau high risk.
D. PubMed
Untuk latihan membaca paper primer.
E. Zotero
Untuk menyimpan paper dan membangun database critical appraisal pribadi.
F. R
Gratis dan sangat berguna untuk memahami statistik, terutama ketika Anda mulai melakukan re-analysis.
4. PROGRAM 90 HARI
FASE I — MINDSET CRITICAL APPRAISAL
Hari 1–14
Hari 1 — Apa itu critical appraisal?
Pelajari perbedaan:
Reading
vs
Critical reading
vs
Critical appraisal
vs
Peer review
Latihan:
Ambil satu artikel Obsgin.
Jangan lihat hasilnya dulu.
Tuliskan:
Apa yang ingin dibuktikan peneliti?
Hari 2 — Research question
Identifikasi:
- Population
- Exposure/intervention
- Comparator
- Outcome
- Time
Kemudian ubah menjadi PICO/PECO.
Hari 3 — Study design
Ambil 20 artikel Obgyn secara acak.
Tebak desainnya sebelum membaca Methods.
Kemudian cek.
Target:
≥90% benar.
Hari 4 — Hierarchy of evidence
Pelajari:
- case report
- case series
- cross-sectional
- case-control
- cohort
- RCT
- systematic review/meta-analysis
Tetapi jangan menganggap hierarchy sebagai:
"RCT selalu lebih baik daripada semua penelitian."
Pahami:
Study design harus sesuai dengan causal question.
Hari 5 — Internal vs external validity
Bedakan:
Internal validity
Apakah hasil penelitian valid?
External validity
Apakah hasilnya dapat diterapkan ke populasi lain?
Hari 6 — Bias
Mulai membangun "radar bias".
Pelajari:
- selection bias
- information bias
- measurement bias
- recall bias
- observer bias
- attrition bias
- reporting bias
Hari 7 — Confounding
Ini wajib dikuasai.
Pahami:
Exposure → Outcome
dan:
Exposure ← Confounder → Outcome
Contoh Obgyn:
Obesity → preeclampsia
Apa yang dapat menjadi confounder?
Hari 8 — Collider
Ini salah satu konsep yang membedakan reviewer biasa dari reviewer advanced.
Pelajari:
Collider bias
Gunakan DAG sederhana.
Hari 9 — Effect modification
Bedakan:
Confounding
vs
Effect modification
Ini sering salah dalam paper medis.
Hari 10 — Measurement
Tanyakan:
Apakah variabel diukur dengan benar?
Misalnya:
- BP measurement
- proteinuria
- fetal growth
- blood loss
- pain score
- recurrence
Hari 11 — Outcome
Bedakan:
Hard outcome
misalnya:
- maternal death
- neonatal death
- stroke
dengan:
Surrogate outcome
misalnya:
- biomarker
- laboratory endpoint
- imaging endpoint
Hari 12 — Protocol vs analysis
Tanyakan:
Apakah analisis sesuai dengan pertanyaan awal?
Cari:
- outcome switching
- subgroup fishing
- post-hoc analysis
Hari 13 — Reporting guidelines
Mulai menggunakan:
- CONSORT
- STROBE
- STARD
- TRIPOD
- PRISMA
EQUATOR memiliki database yang sangat luas dan dapat dicari berdasarkan study design dan specialty, termasuk Obstetrics and Gynaecology.
Hari 14 — MINI APPRAISAL
Ambil satu RCT Obgyn.
Buat appraisal satu halaman:
Question
Design
Population
Intervention
Comparator
Outcome
Bias
Effect
Precision
Applicability
Bottom line
FASE II
RCT CRITICAL APPRAISAL
Hari 15–28
Hari 15 — Randomization
Pahami:
- sequence generation
- random allocation
- block randomization
- stratification
Hari 16 — Allocation concealment
Ini berbeda dari blinding.
Pahami:
Allocation concealment ≠ blinding.
Hari 17 — Blinding
Bedakan:
- participant blinding
- investigator blinding
- outcome assessor blinding
Dan tanyakan:
Apakah blinding benar-benar relevan terhadap outcome ini?
Hari 18 — Intention-to-treat
Kuasai:
ITT
vs
per-protocol
vs
as-treated
Hari 19 — Missing data
Pelajari:
- loss to follow-up
- missing outcome
- differential attrition
- multiple imputation
Hari 20 — Outcome assessment
Apakah outcome:
- objective?
- subjective?
- blinded?
- validated?
Hari 21 — Selective reporting
Bandingkan:
protocol → registry → published paper
Cari apakah outcome berubah.
Hari 22 — Composite outcome
Ini sangat penting.
Misalnya:
Maternal death OR ICU admission OR severe hypertension OR cesarean delivery.
Tanyakan:
Apakah semua komponen memiliki clinical importance yang sama?
Hari 23 — Absolute vs relative effect
Misalnya:
Risk:
10% → 5%
RR = 0,50
Tetapi:
ARR = 5%
dan:
NNT = 20.
Anda harus bisa melihat ketiganya secara simultan.
Hari 24 — Confidence interval
Pahami:
Precision
bukan sekadar:
statistical significance.
Hari 25 — p-value
Anda harus bisa menjelaskan mengapa:
p = 0,04
tidak berarti:
"kemungkinan hipotesis penelitian benar = 96%."
Hari 26 — RoB 2
Pelajari framework RoB 2 secara penuh. Cochrane menyediakan panduan dan training resources yang dapat digunakan secara publik.
Hari 27 — Appraise RCT
Pilih 3 RCT:
- satu excellent
- satu mediocre
- satu problematic
Bandingkan.
Hari 28 — Ujian
Appraise satu RCT dalam:
30 menit.
Target:
Tidak membaca paper secara linear dari Introduction sampai Discussion.
Anda harus belajar strategic reading.
FASE III
OBSERVATIONAL STUDIES
Hari 29–42
Hari 29 — Cohort
Pahami:
exposure → outcome
Hari 30 — Case-control
Pahami:
outcome → historical exposure
Hari 31 — Cross-sectional
Pahami:
exposure dan outcome diukur pada waktu yang sama.
Konsekuensi:
sulit menentukan temporality.
Hari 32 — Confounding
Cari confounder dalam paper.
Hari 33 — DAG
Gambarkan causal diagram dari satu paper.
Hari 34 — Matching
Pelajari:
- individual matching
- frequency matching
dan:
overmatching.
Hari 35 — Regression
Pahami:
- linear regression
- logistic regression
- Cox regression
Hari 36 — Adjusted vs unadjusted
Bedakan:
crude estimate
vs
adjusted estimate.
Hari 37 — OR
Pahami mengapa:
OR ≠ RR.
Terutama ketika outcome common.
Hari 38 — HR
Pahami:
- hazard
- censoring
- proportional hazards assumption
Hari 39 — Time-related bias
Pelajari:
- immortal time bias
- time-window bias
- time-varying exposure
Hari 40 — Propensity score
Pelajari:
- propensity score matching
- inverse probability weighting
- propensity score adjustment
Hari 41
Appraise:
3 observational studies.
Hari 42
Ujian:
Apakah association tersebut benar-benar causal?
FASE IV
DIAGNOSTIC & PROGNOSTIC PAPER
Hari 43–52
Hari 43 — Diagnostic accuracy
Kuasai:
Sensitivity
Specificity
Hari 44
Kuasai:
PPV
NPV
dan mengapa keduanya bergantung pada prevalence.
Hari 45
Kuasai:
LR+
LR−
Ini jauh lebih berguna untuk clinical reasoning.
Hari 46
Pelajari:
ROC
AUC
Hari 47
Diagnostic study appraisal.
Gunakan:
QUADAS-2
Hari 48
Pelajari:
reference standard
dan:
verification bias
Hari 49
Prognostic studies.
Bedakan:
prognostic factor
vs
predictive factor.
Hari 50
Prediction model:
- discrimination
- calibration
- validation
Hari 51
Pelajari:
TRIPOD
Hari 52
Appraise satu:
diagnostic study
dan satu:
prognostic/prediction study.
FASE V
STATISTICAL CRITICAL APPRAISAL
Hari 53–70
Ini bagian yang akan membuat kemampuan Anda naik signifikan.
Hari 53 — Descriptive statistics
Kuasai:
- mean
- median
- SD
- IQR
- range
Hari 54 — Distribution
Pahami:
mean ± SD
vs
median [IQR]
Hari 55 — Risk
Kuasai:
absolute risk
relative risk
risk difference
Hari 56
Kuasai:
RR
OR
Hari 57
Kuasai:
HR
Hari 58
Kuasai:
MD
SMD
Hari 59
Kuasai:
ARR
RRR
NNT
NNH
Hari 60
Confidence interval.
Anda harus mampu melihat sebuah tabel dan langsung bertanya:
"Apakah estimasinya cukup precise?"
Hari 61
Statistical significance vs clinical significance.
Hari 62
Multiple comparisons.
Pelajari:
Type I error.
Hari 63
Type II error.
Pelajari:
power
dan:
beta.
Hari 64
Sample size.
Pahami faktor yang memengaruhi:
- alpha
- power
- effect size
- variance
- event rate
Hari 65
Subgroup analysis.
Cari:
interaction test.
Hari 66
Post-hoc analysis.
Cari tanda:
data dredging / p-hacking.
Hari 67
Missing data.
Pahami konsekuensinya terhadap estimate.
Hari 68
Sensitivity analysis.
Tanyakan:
Apakah kesimpulan stabil?
Hari 69
Recalculate.
Ambil data dari paper dan hitung ulang:
- RR
- OR
- ARR
- NNT
Gunakan kalkulator/R/Excel.
Hari 70
Statistical audit.
Periksa apakah:
angka dalam abstract → tabel → figure → text
konsisten.
FASE VI
SYSTEMATIC REVIEW & META-ANALYSIS APPRAISAL
Hari 71–80
Hari 71
Apakah search strategy adequate?
Hari 72
Apakah inclusion criteria tepat?
Hari 73
Apakah risk of bias assessment valid?
Hari 74
Apakah studi layak dipool?
Ini pertanyaan yang sangat penting.
Hari 75
Interpretasi:
forest plot
Hari 76
Interpretasi:
I²
τ²
heterogeneity
Hari 77
Fixed vs random effects.
Hari 78
Publication bias:
- funnel plot
- Egger
Hari 79
Sensitivity/subgroup analysis.
Hari 80
Appraise satu systematic review/meta-analysis menggunakan:
AMSTAR 2 + PRISMA + clinical reasoning.
FASE VII
LEVEL EDITOR / PEER REVIEWER
Hari 81–90
Sekarang Anda berhenti menjadi "pembaca jurnal".
Anda mulai berpikir seperti reviewer jurnal.
Hari 81 — Read like an editor
Jangan mulai dari Discussion.
Mulai:
Title → Abstract → Methods → Results → Figures/Tables → Discussion
Hari 82 — Find the fatal flaw
Cari:
Apa satu masalah terbesar yang dapat membuat kesimpulan paper ini tidak valid?
Ini latihan yang sangat powerful.
Hari 83 — Methods audit
Tanyakan:
- Is design appropriate?
- Is sample appropriate?
- Is comparator appropriate?
- Are outcomes valid?
- Is analysis appropriate?
Hari 84 — Statistical audit
Periksa:
- effect measure
- CI
- p-value
- model
- missing data
- adjustment
- subgroup
- sensitivity analysis
Hari 85 — Clinical audit
Tanyakan:
Apakah outcome yang dipilih benar-benar penting bagi pasien?
Hari 86 — Applicability
Bandingkan:
Study population
vs
your patient
Misalnya penelitian dilakukan pada:
tertiary referral center
tetapi pasien Anda:
primary hospital.
Apakah treatment effect tetap applicable?
Hari 87 — Write peer review
Buat:
Major concerns
Minor concerns
Recommendation
Hari 88 — Journal club
Ambil satu paper Obgyn dan presentasikan dalam:
10 menit.
Struktur:
Clinical question
Design
Validity
Results
Clinical relevance
Applicability
Verdict
Hari 89 — Blind appraisal
Ambil paper baru.
Anda hanya boleh melihat:
Title + Abstract.
Prediksi:
- study design
- likely bias
- likely effect
- major methodological issue
Kemudian buka full text dan lihat apakah prediksi Anda benar.
Hari 90 — FINAL EXAM
Ambil 3 paper:
Paper 1
RCT
Paper 2
Cohort
Paper 3
Systematic review/meta-analysis
Anda memiliki:
60 menit/paper.
Untuk masing-masing harus menghasilkan:
- Clinical question
- Study design
- Population
- Exposure/intervention
- Comparator
- Outcome
- Internal validity
- Bias
- Statistical analysis
- Effect size
- Precision
- Clinical significance
- Applicability
- Bottom line
5. Framework appraisal yang saya ingin Anda hafalkan
Untuk setiap paper, gunakan:
Q-B-E-P-A
Q — Question
Apa pertanyaan penelitian?
B — Bias
Apa yang dapat membuat hasilnya salah?
E — Effect
Seberapa besar efeknya?
P — Precision
Seberapa precise estimasinya?
A — Applicability
Apakah berlaku untuk pasien saya?
Kemudian tambahkan:
C — Clinical importance
Sehingga framework akhirnya:
Q → B → E → P → C → A
6. Contoh berpikir expert
Misalnya sebuah RCT melaporkan:
Aspirin menurunkan preterm birth
RR 0,80; 95% CI 0,68–0,94; p=0,004.
Reviewer pemula mengatakan:
"Signifikan karena p<0,05."
Reviewer intermediate mengatakan:
"RR 0,80 berarti risiko turun 20%."
Reviewer advanced bertanya:
1. Apakah randomisasi valid?
2. Apakah allocation concealment baik?
3. Apakah outcome measurement valid?
4. Apakah ada attrition?
5. Apakah analysis ITT?
6. Berapa baseline risk?
Karena:
RR 0,80
belum memberitahu absolute benefit.
Jika baseline risk:
10%
maka risk menjadi kira-kira:
8%
ARR:
2%
NNT:
50
Tetapi kalau baseline risk:
30%
risk menjadi:
24%
ARR:
6%
NNT:
17
RR sama → clinical implication sangat berbeda.
Inilah pergeseran dari:
statistical literacy
menjadi:
clinical evidence reasoning.
7. Latihan yang paling cepat meningkatkan kemampuan
Saya sangat merekomendasikan "1 paper/day".
Bukan membaca satu paper penuh setiap hari.
Tetapi:
Senin
RCT
Selasa
Cohort
Rabu
Case-control
Kamis
Diagnostic
Jumat
Systematic review
Sabtu
Meta-analysis
Minggu
Review kesalahan minggu tersebut.
Dalam satu tahun:
≈300 paper appraisal.
Tetapi jangan hanya membaca.
Buat critical appraisal database.
Kolom:
| Field | Isi |
|---|---|
| Citation | — |
| Clinical question | — |
| Design | — |
| Population | — |
| Exposure/intervention | — |
| Comparator | — |
| Primary outcome | — |
| Main effect | — |
| CI | — |
| Bias | — |
| Major flaw | — |
| Clinical significance | — |
| Applicability | — |
| Verdict | — |
Setelah 100–200 paper, pola kesalahan penelitian akan mulai terlihat secara intuitif.
8. Target kemampuan Anda
Setelah 30 hari
Anda bisa:
membaca paper dengan struktur.
Setelah 60 hari
Anda bisa:
mengidentifikasi bias dan kesalahan statistik utama.
Setelah 90 hari
Anda bisa:
melakukan critical appraisal independen.
Setelah 6 bulan
Target:
mampu menjadi presenter journal club dan reviewer internal.
Setelah 12 bulan
Target:
mampu melakukan peer review manuskrip klinis dengan serius.
9. Untuk level "master", jangan berhenti pada checklist
Ini sangat penting.
Checklist seperti:
- CASP
- STROBE
- CONSORT
- QUADAS
- PRISMA
adalah alat bantu, bukan pengganti clinical reasoning.
EQUATOR sendiri mengorganisasi berbagai guideline berdasarkan jenis penelitian—RCT, observational, systematic review, diagnostic/prognostic, dan lainnya.
Pertanyaan tertinggi bukan:
"Apakah item 7 checklist terpenuhi?"
Tetapi:
"Jika item tersebut tidak terpenuhi, bagaimana hal itu mengubah estimasi efek dan kesimpulan penelitian?"
Itulah cara berpikir reviewer senior.
10. Jalur belajar yang saya rekomendasikan untuk Anda
Karena Anda berada di Obstetri & Ginekologi, saya akan menggunakan paper Obgyn sebagai "laboratorium".
Urutannya:
RCT
↓
Cohort
↓
Case-control
↓
Diagnostic accuracy
↓
Prognostic study
↓
Prediction model
↓
Systematic review
↓
Meta-analysis
↓
Network meta-analysis
↓
Guideline
↓
Clinical trial protocol
↓
Manuscript peer review
Dengan demikian Anda tidak hanya menjadi orang yang dapat membaca paper.
Target akhirnya adalah:
Anda membuka sebuah jurnal Obgyn dan dalam 10–15 menit sudah dapat mengetahui apakah paper tersebut metodologinya kuat, di mana kelemahannya, seberapa besar efeknya, apakah clinically meaningful, dan apakah hasilnya dapat diterapkan kepada pasien Anda.
Referensi utama
- Guyatt G, Rennie D, Meade MO, Cook DJ. Users' Guides to the Medical Literature: A Manual for Evidence-Based Clinical Practice. 3rd ed. McGraw-Hill; 2015.
- Higgins JPT, Thomas J, Chandler J, Cumpston M, Li T, Page MJ, Welch VA, editors. Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions. Cochrane.
- Sterne JAC, Savović J, Page MJ, et al. RoB 2: a revised tool for assessing risk of bias in randomised trials. BMJ. 2019;366:l4898.
- Sterne JA, Hernán MA, Reeves BC, et al. ROBINS-I: a tool for assessing risk of bias in non-randomised studies of interventions. BMJ. 2016;355:i4919.
- Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, et al. The PRISMA 2020 statement. BMJ. 2021;372:n71.
- von Elm E, Altman DG, Egger M, et al. The STROBE statement. Lancet. 2007;370:1453–1457.
- Schulz KF, Altman DG, Moher D. CONSORT 2010 statement. BMJ. 2010;340:c332.
- Whiting PF, Rutjes AW, Westwood ME, et al. QUADAS-2. Ann Intern Med. 2011;155:529–536.
- Wolff RF, Moons KGM, Riley RD, et al. PROBAST: a tool to assess risk of bias and applicability of prediction model studies. Ann Intern Med. 2019;170:51–58.
Satu prinsip yang perlu Anda pegang selama 90 hari ini:
Jangan bertanya “Apakah paper ini bagus?”
Bertanyalah “Apa yang harus benar agar kesimpulan paper ini dapat dipercaya—dan apakah hal-hal tersebut benar-benar terpenuhi?”
Itulah inti critical appraisal tingkat expert.
Komentar