Langsung ke konten utama

OHVIRA Syndrome

 OHVIRA (Obstructed Hemivagina and Ipsilateral Renal Anomaly) adalah kelainan kongenital saluran reproduksi perempuan yang ditandai oleh kombinasi:

Uterus didelphys + hemivagina obstruktif + anomali ginjal ipsilateral.

Istilah lain yang sering digunakan adalah Herlyn–Werner–Wunderlich syndrome.

1. Embriologi

OHVIRA berkaitan dengan gangguan perkembangan duktus Müller dan duktus Wolff (mesonefrik).

Secara sederhana:

Gangguan perkembangan mesonephric duct
↓
gangguan orientasi/fusi duktus Müller
↓
uterus didelphys + hemivagina obstruktif

Karena sistem mesonefrik juga berhubungan erat dengan perkembangan ginjal:

↓
anomali ginjal ipsilateral

Inilah alasan kelainan ginjal pada OHVIRA biasanya berada pada sisi yang sama dengan hemivagina yang mengalami obstruksi.


2. Anatomi khas

Biasanya terdapat:

  • dua kavum uteri
  • dua serviks
  • septum vagina longitudinal
  • salah satu hemivagina mengalami obstruksi
  • ginjal ipsilateral mengalami agenesis/hipoplasia atau kelainan lain

Contoh:

Obstruksi hemivagina kanan
→ hematokolpos kanan
→ uterus didelphys
→ agenesis ginjal kanan


3. Mengapa pasien datang dengan nyeri?

Setelah menarke:

menstruasi dari sisi uterus yang obstruktif
↓
darah menstruasi tidak dapat keluar melalui vagina
↓
hematokolpos
↓
tekanan meningkat
↓
nyeri pelvis siklik.

Jika berlangsung lama:

hematokolpos → hematometra → hematosalpinx → refluks darah menstruasi → endometriosis → adhesi pelvis

Inilah alasan diagnosis dini penting untuk mempertahankan fungsi reproduksi.


4. Manifestasi klinis

Pasien remaja

Manifestasi klasik:

Amenorea primer + nyeri pelvis siklik

Namun tidak semua pasien datang dengan gambaran klasik.

Dapat ditemukan:

  • dismenorea progresif;
  • nyeri pelvis;
  • massa pelvis;
  • menstruasi sedikit/tidak keluar;
  • keputihan;
  • infeksi;
  • infertilitas pada usia dewasa;
  • endometriosis.

Sebagian pasien bahkan dapat ditemukan sebelum menarke secara insidental karena kelainan ginjal atau pemeriksaan pencitraan.


5. Diagnosis

Ultrasonografi

USG transabdominal/transrektal/transvaginal sesuai usia dan kondisi anatomi dapat menunjukkan:

  • uterus didelphys;
  • dua serviks;
  • septum vagina;
  • hematokolpos;
  • hematometra;
  • kelainan ginjal.

MRI pelvis

MRI merupakan pemeriksaan yang sangat berguna untuk pemetaan anatomi kompleks, terutama sebelum operasi.

MRI dapat memperlihatkan:

  • konfigurasi uterus;
  • lokasi dan panjang septum vagina;
  • sisi obstruksi;
  • hematokolpos/hematometra;
  • hematosalpinx;
  • endometriosis;
  • anatomi ginjal.

6. Diagnosis banding

Kondisi Uterus Vagina Ginjal
OHVIRA Uterus didelphys Hemivagina obstruktif Anomali ipsilateral
MRKH Agenesis/hipoplasia Vagina proksimal tidak berkembang Sering terdapat kelainan
Imperforate hymen Normal Vagina biasanya normal Normal
Transverse vaginal septum Biasanya normal Obstruksi transversal Biasanya normal

Poin pembeda OHVIRA

Uterus didelphys + obstruksi hemivagina + kelainan ginjal ipsilateral.


7. Tatalaksana

Prinsip utama adalah:

Membuka obstruksi dan mempertahankan uterus serta fungsi reproduksi.

Tindakan utama

Reseksi septum vagina obstruktif + drainase hematokolpos/hematometra.

Tujuannya:

  1. menghilangkan obstruksi;
  2. mengeluarkan darah yang terakumulasi;
  3. mempertahankan uterus;
  4. mempertahankan fungsi seksual;
  5. mengurangi risiko endometriosis;
  6. mempertahankan potensi fertilitas.

Pada umumnya tidak diperlukan histerektomi pada pasien muda hanya karena terdapat uterus didelphys.


8. Komplikasi bila terlambat

Obstruksi kronik dapat menyebabkan:

Hematokolpos
↓
hematometra
↓
hematosalpinx
↓
refluks darah menstruasi
↓
endometriosis
↓
adhesi pelvis
↓
gangguan fertilitas

Komplikasi lain:

  • infeksi;
  • piokolpos;
  • abses pelvis;
  • nyeri pelvis kronis;
  • gangguan fungsi seksual.

9. Perspektif fertilitas

Ini yang penting pada pasien OHVIRA.

Uterus didelphys tidak berarti pasien infertil.

Bila anatomi reproduksi dipertahankan dan obstruksi ditangani dengan baik, kehamilan tetap mungkin terjadi.

Namun pasien memiliki risiko obstetri yang lebih tinggi, antara lain:

  • malpresentasi;
  • persalinan prematur;
  • keguguran;
  • pertumbuhan janin terhambat pada sebagian kasus;
  • seksio sesarea.

Karena itu pasien yang telah menjalani koreksi OHVIRA memerlukan konseling prakonsepsi dan pemantauan kehamilan sebagai kehamilan risiko tinggi sesuai kondisi anatominya.


Inti untuk residen Obgyn

OHVIRA = uterus didelphys + hemivagina obstruktif + anomali ginjal ipsilateral.

Remaja + amenorea primer + nyeri siklik → pikirkan obstruksi genitalia.

Jika ditemukan:

uterus didelphys + hematokolpos unilateral → cari kelainan ginjal ipsilateral.

Dan prinsip terapinya:

“Drain the obstruction, preserve the uterus, preserve fertility.”

Referensi

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, Halvorson LM, Schaffer JI, Corton MM. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. American College of Obstetricians and Gynecologists. Müllerian agenesis: diagnosis, management, and treatment. Obstet Gynecol. 2018;131(1):e35-e42.
  4. Zhu L, Chen N, Tong L, Wang W, Zhang L, Wang W. New classification of Herlyn-Werner-Wunderlich syndrome. Fertil Steril. 2015;103(4):1008-1015.
  5. Smith BC, et al. Obstructed hemivagina and ipsilateral renal anomaly syndrome: clinical presentation and management. J Pediatr Adolesc Gynecol. 2014.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...