Amenorea primer adalah tidak terjadinya menstruasi (menarke) pada seorang perempuan yang belum pernah mengalami menstruasi sebelumnya.
Secara klinis, evaluasi tidak perlu menunggu usia terlalu lanjut. Evaluasi dianjurkan bila:
- usia 15 tahun belum mengalami menarke, atau
- >3 tahun setelah perkembangan payudara (thelarche) belum mengalami menarke, atau
- terdapat tidak berkembangnya karakteristik seksual sekunder pada usia 13 tahun.
1. Patofisiologi
Amenorea primer dapat terjadi karena gangguan pada salah satu tingkat:
Hipotalamus → Hipofisis → Ovarium → Traktus genitalia → Outflow tract
Sehingga pendekatan paling praktis adalah melihat:
Apakah terdapat perkembangan payudara?
dan
Apakah uterus ada?
2. Algoritme klinis
A. Amenorea primer + payudara berkembang + uterus tidak ada
Pikirkan:
Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH)
- 46,XX
- ovarium berfungsi normal
- estrogen normal
- payudara berkembang normal
- uterus dan bagian atas vagina mengalami agenesis/hipoplasia
- sering disertai kelainan ginjal dan skeletal.
Diagnosis banding penting:
Androgen insensitivity syndrome (AIS)
- 46,XY
- reseptor androgen tidak berfungsi
- testis ada
- produksi testosteron ada, tetapi jaringan tidak merespons androgen
- tidak terdapat uterus karena anti-Müllerian hormone (AMH) dari testis menghambat perkembangan duktus Müller
- payudara berkembang, tetapi rambut pubis/aksila biasanya sedikit.
Pembeda penting:
| MRKH | AIS | |
|---|---|---|
| Kariotipe | 46,XX | 46,XY |
| Uterus | Tidak ada/hipoplastik | Tidak ada |
| Ovarium | Ada | Tidak ada |
| Payudara | Berkembang | Berkembang |
| Rambut pubis | Normal | Sedikit/berkurang |
| Gonad | Ovarium | Testis |
3. Amenorea primer + uterus ada + payudara tidak berkembang
Pikirkan hipoestrogenisme.
Kemudian periksa FSH dan estradiol.
FSH rendah/normal rendah + estradiol rendah
→ hipogonadotropik–hipoestrogenik
→ gangguan hipotalamus/hipofisis.
Contoh:
- functional hypothalamic amenorrhea;
- defisiensi GnRH;
- sindrom Kallmann;
- penyakit hipotalamus/hipofisis.
FSH tinggi + estradiol rendah
→ hipergonadotropik–hipoestrogenik
→ primary ovarian insufficiency (POI) / disfungsi ovarium primer.
Contoh:
- Turner syndrome;
- kelainan kromosom;
- gonadotoksisitas;
- kelainan autoimun.
4. Amenorea primer + uterus ada + payudara berkembang
Berarti estrogenisasi terjadi dan uterus berkembang.
Pikirkan terutama obstruksi traktus genitalia:
Imperforate hymen
Dapat ditemukan:
- nyeri pelvis siklik;
- amenorea;
- hematokolpos;
- massa vagina;
- hymen menonjol kebiruan.
Transverse vaginal septum
Dapat memberikan gambaran serupa, tetapi obstruksi terletak pada vagina.
Obstructed hemivagina and ipsilateral renal anomaly (OHVIRA)
Terutama bila terdapat:
- uterus didelphys;
- hemivagina obstruktif;
- anomali ginjal ipsilateral.
5. Pemeriksaan penunjang
Pendekatan awal:
Laboratorium
β-hCG tetap perlu dipertimbangkan sesuai konteks klinis.
Kemudian:
- FSH;
- LH;
- estradiol;
- prolaktin;
- TSH;
- testosteron total ± free testosterone bila diperlukan;
- DHEAS bila terdapat hiperandrogenisme;
- 17-hydroxyprogesterone pada indikasi tertentu.
Pencitraan
Ultrasonografi transabdominal/transvaginal sesuai usia dan kondisi anatomi merupakan pemeriksaan awal yang sangat berguna untuk menilai:
- uterus;
- endometrium;
- ovarium;
- hematokolpos/hematometra;
- kelainan Müllerian.
MRI pelvis dipertimbangkan bila anatomi Müllerian kompleks atau hasil USG tidak jelas.
6. Algoritme hafalan residen
AMENOREA PRIMER
↓
Apakah ada perkembangan payudara?
↓
┌─────┴─────┐
TIDAK ADA
│ │
FSH Apakah uterus ada?
│ │
├─ ↑ FSH ├── TIDAK
│ ↓ E2 │ ↓
│ POI │ MRKH vs AIS
│ │
└─ ↓/N FSH └── ADA
↓ E2 ↓
Gangguan Obstruksi?
HPO │
├─ Ya → imperforate hymen/
│ septum/OHVIRA
│
└─ Tidak → evaluasi endokrin
Poin yang paling sering ditanyakan
Amenorea primer + payudara berkembang + uterus tidak ada
→ MRKH vs AIS
Amenorea primer + payudara tidak berkembang + FSH tinggi
→ kegagalan ovarium primer
Amenorea primer + payudara tidak berkembang + FSH rendah
→ gangguan hipotalamus/hipofisis
Amenorea primer + payudara berkembang + uterus ada
→ pikirkan obstruksi outflow tract.
Referensi
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, Halvorson LM, Schaffer JI, Corton MM. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- American Society for Reproductive Medicine. Current evaluation of amenorrhea: a committee opinion. Fertil Steril. 2024.
- ACOG Committee on Adolescent Health Care. Menstruation in girls and adolescents: using the menstrual cycle as a vital sign. Obstet Gynecol. 2015;126(6):e143-e146.
Komentar