Langsung ke konten utama

POSEIDON Criteria

 POSEIDON (Patient-Oriented Strategies Encompassing Individualized Oocyte Number) adalah sistem klasifikasi untuk pasien dengan prognosis reproduksi yang rendah (low prognosis) pada program in vitro fertilization (IVF), terutama berdasarkan usia, ovarian reserve, dan respons ovarium terhadap stimulasi.

Tujuan utamanya bukan sekadar menentukan apakah pasien “poor responder”, tetapi mengidentifikasi penyebab rendahnya jumlah oosit yang diperoleh dan menentukan strategi stimulasi individual untuk mendapatkan jumlah oosit yang optimal.

Klasifikasi POSEIDON

Kelompok Usia Ovarian reserve Respons stimulasi sebelumnya
Group 1 <35 tahun Normal: AFC ≥5 dan AMH ≥1,2 ng/mL Suboptimal: ≤9 oosit
Group 2 ≥35 tahun Normal: AFC ≥5 dan AMH ≥1,2 ng/mL Suboptimal: ≤9 oosit
Group 3 <35 tahun Rendah: AFC <5 atau AMH <1,2 ng/mL Tidak diperlukan riwayat respons sebelumnya
Group 4 ≥35 tahun Rendah: AFC <5 atau AMH <1,2 ng/mL Tidak diperlukan riwayat respons sebelumnya

AFC = antral follicle count, yaitu jumlah folikel antral;
AMH = anti-Müllerian hormone, yaitu penanda cadangan ovarium.

Cara mengingat

                    OVARIAN RESERVE
                  ┌──────────┴──────────┐
                NORMAL                RENDAH
             AFC ≥5 / AMH ≥1,2     AFC <5 / AMH <1,2
                  │                     │
             ┌────┴────┐           ┌────┴────┐
            <35       ≥35         <35        ≥35
             │          │           │           │
          GROUP 1    GROUP 2     GROUP 3     GROUP 4

Perbedaan Group 1 dan 2: usia.
Perbedaan Group 3 dan 4: usia.


Mengapa Group 1–2 berbeda dengan Group 3–4?

Ini konsep penting.

Group 1–2:

Cadangan ovarium normal, tetapi pasien sebelumnya menghasilkan oosit lebih sedikit dari yang diharapkan.

→ masalah utamanya adalah respons ovarium terhadap stimulasi.

Group 3–4:

Cadangan ovarium memang rendah.

→ jumlah folikel yang tersedia sejak awal memang terbatas.

Pada Group 1 dan 2, riwayat ≤9 oosit pada stimulasi sebelumnya merupakan bagian penting dari klasifikasi.


Target POSEIDON

Konsep POSEIDON kemudian berkembang menjadi “number needed” atau jumlah oosit yang diperlukan untuk mendapatkan setidaknya satu blastokista euploid yang dapat ditransfer.

Jadi pendekatannya:

Usia + AMH/AFC + respons stimulasi sebelumnya
↓
prediksi jumlah oosit yang diperlukan
↓
tentukan strategi stimulasi individual
↓
optimalkan jumlah oosit
↓
optimalkan peluang memperoleh embrio euploid.

Ini berbeda dengan klasifikasi Bologna criteria untuk poor ovarian response yang lebih berfokus pada identifikasi poor responder.

Perbedaan singkat

POSEIDON Bologna
Berorientasi pada pasien dan prognosis reproduksi Definisi poor ovarian response
Mempertimbangkan usia + ovarian reserve + respons sebelumnya Berdasarkan kriteria respons ovarium
Bertujuan menentukan strategi individual Mengidentifikasi POR
Menekankan jumlah oosit yang dibutuhkan Tidak secara eksplisit menghitung target oosit

Intinya:

POSEIDON bukan sekadar “siapa yang poor responder”, tetapi “mengapa responsnya rendah dan berapa oosit yang secara individual dibutuhkan untuk mencapai tujuan reproduksi”.

Referensi

  1. Alviggi C, Andersen CY, Buehler K, et al. A new more detailed stratification of low responders to ovarian stimulation: from a poor ovarian response to a low prognosis concept. Fertil Steril. 2016;105(6):1452-1453.
  2. Humaidan P, Alviggi C, Fischer R, Esteves SC. The novel POSEIDON stratification of "Low Prognosis Patients in Assisted Reproductive Technology". Fertil Steril. 2016;105(6):1451-1452.
  3. Esteves SC, Alviggi C, Humaidan P, et al. The POSEIDON criteria and its clinical implications in assisted reproductive technology. Hum Reprod Update. 2021.
  4. Ferraretti AP, La Marca A, Fauser BCJM, et al. ESHRE consensus on the definition of "poor response" to ovarian stimulation for in vitro fertilization. Hum Reprod. 2011;26(7):1616-1624.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...