Langsung ke konten utama

Patofisiologi hiperprolaktinemia menyebabkan anovulasi

 Kunci utamanya adalah:

↑ Prolaktin → supresi neuron GnRH → ↓ frekuensi pulsasi GnRH → gangguan sekresi LH/FSH → gangguan folikulogenesis → tidak terjadi lonjakan LH → anovulasi.

1. Kondisi fisiologis

Pada keadaan normal:

Hipotalamus
↓
pulsasi gonadotropin-releasing hormone (GnRH)
↓
Hipofisis anterior
↓
luteinizing hormone (LH) + follicle-stimulating hormone (FSH)
↓
ovarium
↓
folikulogenesis → estradiol → ovulasi

Prolaktin secara fisiologis terutama berada di bawah inhibisi dopamin dari hipotalamus.


2. Apa yang terjadi pada hiperprolaktinemia?

Ketika kadar prolaktin meningkat, terjadi gangguan pada generator pulsasi GnRH.

Mekanisme yang paling penting bukan sekadar efek langsung prolaktin terhadap hipofisis, tetapi supresi sistem GnRH melalui neuron kisspeptin dan sirkuit hipotalamus.

Mekanisme:

↑ Prolaktin
↓
gangguan fungsi neuron kisspeptin
↓
↓ stimulasi neuron GnRH
↓
↓ pulsasi GnRH
↓
gangguan sekresi LH dan FSH
↓
gangguan perkembangan folikel
↓
tidak terjadi lonjakan LH
↓
❌ tidak terjadi ovulasi


3. Mengapa LH sangat terganggu?

Ini bagian penting untuk memahami patofisiologinya.

Ovulasi membutuhkan LH surge, yaitu peningkatan LH secara tajam akibat umpan balik positif estradiol terhadap hipotalamus–hipofisis.

Pada hiperprolaktinemia:

↑ prolaktin → ↓ pulsasi GnRH → gangguan dinamika LH → tidak terbentuk LH surge

Akibatnya:

folikel dominan tidak mengalami ovulasi → tidak terbentuk corpus luteum.

Sehingga:

↓ progesteron fase luteal


4. Dampak terhadap estrogen

Karena folikulogenesis terganggu:

↓ stimulasi FSH/LH → ↓ perkembangan folikel → ↓ produksi estradiol

Namun, kadar estrogen tidak selalu sangat rendah.

Ini menjelaskan mengapa pasien hiperprolaktinemia dapat mengalami spektrum klinis:

  • siklus masih ada tetapi anovulatorik;
  • oligomenorea;
  • amenorea;
  • infertilitas.

Semakin berat gangguan sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium, semakin besar kemungkinan terjadi hipoestrogenisme dan amenorea.


5. Mengapa terjadi galaktorea?

Prolaktin mempunyai efek langsung pada jaringan mammae:

↑ prolaktin → stimulasi laktosit → produksi ASI → galaktorea

Jadi terdapat dua konsekuensi utama hiperprolaktinemia:

Efek mammae

↑ prolaktin → galaktorea

Efek reproduksi

↑ prolaktin → ↓ GnRH → ↓ LH/FSH → anovulasi


6. Hubungan dengan menstruasi

Secara sederhana:

Perubahan Konsekuensi
↑ Prolaktin ↓ GnRH
↓ pulsasi GnRH ↓ stimulasi LH/FSH
↓ FSH gangguan perkembangan folikel
↓ LH gangguan maturasi folikel
Tidak ada LH surge tidak terjadi ovulasi
Tidak terbentuk corpus luteum ↓ progesteron
Gangguan produksi estradiol hipoestrogenisme
Hipoestrogenisme/anovulasi oligomenorea/amenorea + infertilitas

Skema yang perlu dihafalkan

Hiperprolaktinemia
↓
↓ kisspeptin/GnRH
↓
↓ pulsasi LH/FSH
↓
gangguan folikulogenesis
↓
tidak ada LH surge
↓
ANOVULASI
↓
tidak ada corpus luteum
↓
↓ progesteron


Poin penting untuk ujian/residen

Hiperprolaktinemia menyebabkan anovulasi terutama melalui supresi pulsasi GnRH, bukan karena prolaktin secara langsung "mematikan" ovarium.

Dan secara klinis:

Hiperprolaktinemia → hipogonadotropik–hipoestrogenik → WHO Group I anovulation, terutama bila hiperprolaktinemia cukup berat untuk menekan sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium.

Referensi

  1. Melmed S, Casanueva FF, Hoffman AR, et al. Diagnosis and treatment of hyperprolactinemia: an Endocrine Society clinical practice guideline. J Clin Endocrinol Metab. 2011;96(2):273-288.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, Halvorson LM, Schaffer JI, Corton MM. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  4. Dandona P, Aljada A. Hyperprolactinemia and reproductive dysfunction. Endocrinol Metab Clin North Am. 1999;28(1):143-154.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...