Dua diagnosis yang paling penting dibedakan pada amenorea primer dengan perkembangan payudara baik tetapi uterus tidak ada adalah:
- MRKH (Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser syndrome) → kelainan perkembangan duktus Müller.
- AIS (Androgen Insensitivity Syndrome) → resistensi androgen pada individu dengan kariotipe 46,XY.
Perbandingan utama
| Parameter | MRKH | AIS |
|---|---|---|
| Kariotipe | 46,XX | 46,XY |
| Gonad | Ovarium | Testis |
| Uterus | Tidak ada/hipoplastik | Tidak ada |
| Serviks | Tidak ada/hipoplastik | Tidak ada |
| Vagina | 1/3 distal ada; bagian proksimal tidak berkembang | Vagina pendek/blind-ending |
| Payudara | Berkembang normal | Berkembang normal |
| Rambut pubis/aksila | Normal | Sedikit/berkurang |
| Estrogen | Ada, dari ovarium | Ada, terutama melalui aromatisasi androgen |
| Testosteron | Perempuan normal | Tinggi, dalam kisaran laki-laki |
| FSH/LH | Umumnya normal | LH dapat meningkat; FSH relatif normal |
| AMH | Diproduksi ovarium | Tinggi, diproduksi testis |
| Menarke | Tidak terjadi | Tidak terjadi |
| Kelainan ginjal | Sering | Tidak khas |
| Kelainan skeletal | Dapat ditemukan | Tidak khas |
| Etiologi | Anomali Müllerian | Mutasi AR (androgen receptor) |
1. MRKH
Patofisiologi
Gangguan perkembangan duktus Müller
↓
agenesis/hipoplasia:
- uterus;
- serviks;
- bagian proksimal vagina.
Namun ovarium berasal dari perkembangan yang berbeda, sehingga tetap ada dan berfungsi.
Akibatnya:
ovarium normal → estrogen normal → perkembangan payudara normal
tetapi:
uterus tidak ada → tidak terjadi menstruasi
Ciri khas
46,XX + ovarium ada + uterus tidak ada + payudara normal + rambut pubis normal
MRKH sering berasosiasi dengan kelainan:
- ginjal;
- vertebra;
- telinga;
- jantung.
2. AIS
AIS terjadi akibat mutasi gen androgen receptor (AR) sehingga jaringan target tidak dapat merespons androgen secara adekuat.
Individu:
46,XY
memiliki:
testis → testosteron ↑
Tetapi:
reseptor androgen tidak berfungsi
sehingga perkembangan genitalia internal/eksternal yang bergantung pada androgen terganggu.
Testis juga menghasilkan:
AMH → regresi duktus Müller
sehingga:
uterus tidak terbentuk.
Sementara testosteron mengalami aromatisasi menjadi estrogen:
testosteron → aromatase → estradiol
sehingga terjadi:
perkembangan payudara normal.
Namun karena efek androgen sangat minimal:
rambut pubis dan aksila sedikit.
Ciri khas AIS lengkap
46,XY + testis + uterus tidak ada + payudara berkembang + rambut pubis/aksila minimal.
3. Pembeda paling penting di klinik
Jika pasien datang dengan:
Amenorea primer + payudara berkembang + uterus tidak tampak
maka tanyakan:
Bagaimana rambut pubis dan aksilanya?
Normal → lebih mengarah ke MRKH
Sangat sedikit/tidak ada → lebih mengarah ke AIS
Kemudian konfirmasi dengan:
Pemeriksaan kariotipe
46,XX → MRKH
46,XY → AIS
4. Mengapa keduanya sama-sama tidak menstruasi?
Ini penting untuk memahami anatominya.
MRKH
Ovarium berfungsi, tetapi:
tidak ada uterus/endometrium → tidak ada tempat untuk menstruasi.
AIS
Testis menghasilkan AMH:
AMH → Müllerian regression → tidak ada uterus/endometrium.
Jadi:
MRKH = uterus gagal terbentuk
sedangkan
AIS = uterus mengalami regresi karena AMH dari testis.
5. Algoritme praktis
Amenorea primer
+
Payudara berkembang
+
Uterus tidak ada
↓
MRKH vs AIS
↓
┌──────┴──────┐
↓ ↓
Rambut pubis Rambut pubis
normal sedikit
↓ ↓
MRKH AIS
↓ ↓
46,XX 46,XY
↓ ↓
Ovarium Testis
Pemeriksaan konfirmasi
1. USG/MRI pelvis
- uterus;
- ovarium;
- struktur vagina.
2. Kariotipe
- 46,XX → MRKH
- 46,XY → AIS
3. Profil hormonal
- testosteron;
- FSH;
- LH;
- estradiol;
- AMH sesuai indikasi.
4. Evaluasi ginjal
Sangat penting pada MRKH karena kelainan ginjal cukup sering menyertai.
Mnemonik
MRKH = Müllerian Ruins, Karyotype 46XX, Hormones normal
AIS = Androgen Insensitive → 46XY, testis ada, uterus absent, rambut sedikit
Referensi
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, Halvorson LM, Schaffer JI, Corton MM. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Committee on Adolescent Health Care. ACOG Committee Opinion No. 728: Müllerian agenesis: diagnosis, management, and treatment. Obstet Gynecol. 2018;131(1):e35-e42.
- Lee PA, Houk CP, Ahmed SF, Hughes IA. Consensus statement on management of intersex disorders. Pediatrics. 2006;118(2):e488-e500.
- Hughes IA, Davies JD, Bunch TI, Pasterski V, Mastroyannopoulou K, MacDougall J. Androgen insensitivity syndrome. Lancet. 2012;380(9851):1419-1428.
Komentar