Langsung ke konten utama

Happened by a reason : Suatu saat saya akan mengucap Alhamdulillah dari kejadian ini.

Nak, hari ini Alhamdulillah ujian seleksi bapak sudah selesai. Tinggal menunggu hasil dan bapak selalu berdoa agar bapak dapat mewujudkan cita - cita bapak untuk menjadi Spesialis Obsgin.

Hari ini nampaknya alam semesta menunjukkan kemana bidak fana, kaki bapak ini harus melangkah dan berbuat. Alloh menunjukkan benar benar ya "everything is happened by a reason". Bola bergulir karena ada gaya yang menggerakkannya, kalau kata bang tere liye, sesuatu terjadi karena takdir, dan selalu ada takdir dibalik setiap kejadian untuk takdir yang besar ataupun kecil.

Bapak ingin membagikan ini kepadamu nak, dalam sebuah buku, Bapak pernah membaca bahwa kita sering menyalahkan hal hal yang terjadi kepada kita. Kita sering beranggapan bahwa itu sudah benar benar tidak bisa dikontrol. Padahal dalam tahapan kejadian terjadi ada yang dinamakan kejadian yang terencana dan ada kejadian yang spontan (uhuy) terjadi. 

Kejadian terencana okelah kita bisa rencanakan dalam seminggu ini, sebulan ini, setahun ini dan seterusnya. Rencanakah proses ini dengan baik dan detail, catat visi dan capaian capaian kecil agar kamu juga bisa bersyukur atas kesuksesan yang kamu dapatkan. 

Lalu, ada yang dinamakan kejadian spontan, kejadian yang tiba tiba terjadi diluar rencana kita, biasanya yang kita temui berupa penghambat terhadap rencana kita, tetapi kadang juga dapat mempercepat proses kita, ini yang susah kita kendalikan. tetapi, pelaut yang handal lahir bukan di lautan dangkal yang tidak berombak, tetapi laut yang dalam, penuh gelombang, susah dikendalikan. Pentingnya, manajemen krisis disini, setiap peluang setiap krisis harus bisa kita manfaatkan menjadi peluang mempercepat, menguatkan proses kita tumbuh. 

Bapak pernah berpesan kepadamu, Hadapi setiap masalah yang Alloh takdirkan bertemu denganmu. Alloh mempertemukanmu dengan masalah bukan dalam rangka 'kebetulan saja', tetapi Alloh ingin tahu sudah sejago apa kamu, Alloh sedang memberikan ujian apakah kamu layak naik kelas?. Percaya kepada bapak, Alloh selalu memberikan kita ujian sesuai dengan kelas kita, jika kamu merasa ujianmu terlalu sulit, berbanggalah, kamu akan naik kelas nak, atau lebih dari itu, kamu sebenarnya memiliki kemampuan diatas yang kamu tahu.

Jadi pesan bapak dari penggalan paragraf bapak di atas adalah, selalu bersiaplah ketika ada kejadian spontan yang terjadi kepadamu nak. Bisa ataupun tidak hasil pikir belakangan, hajar dulu saja, kerjakan. Krisis akan terjadi tanpa terduga, akan menjadi peluang apabila kita bisa menghadapinya dengan baik. Hal buruk dan baik adalah persepsi, ingat selalu, kita ga pernah tahu apa takdir baik disetiap kejadian, tugas kita hanya menjalani, menikmati dan jika menurut kita pada saat itu buruk, istighfar dulu dan ingat kalimat, "Suatu saat saya akan mengucap Alhamdulillah atas kejadian ini."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mortui Vivos Doscent

Bismillah. Setelah bertahun - tahun berseragam sebagai mahasiswa kedokteran. Akhirnya resmi saya lulus dari Program Sarjana (S-1) Pendidikan Dokter FK UNS pada 17 Januari 2014 lalu dan diwisuda pada tanggal 8 Maret 2014. Satu quote yang saya masih selalu ingat pada masa masih di preklinik lalu adalah  "Mortui Vivos Doscent" Entah siapa yang memulai membuat quote ini. Bareng penasaran, langsung saya buka google. dan taraaa.. Quote yang saya artikan sebagai Dosen itu Mayat Hidup. Ternyata artinya berbeda jauh dengan apa yang saya pikirkan. Ini asli dari wikipedia tidak saya ubah tidak saya tambahkan, dan hasilnya adalah memang benar ini quote lebih cocok buat ahli anatomi, ahli bedah dan ahli forensik. tapi cuma bisa buat jadi pelengkap dasarnya. Bagi saya mungkin lebih suka dengan... "Vita magister est optimus" "Aliquam sed vivens mortuus vivos docent magister est optimus" Artinya : "Vita magister est optimus" - Kehidupan a

Ndoroisme

Tengah malam ini saya sedang terduduk, sesekali menenggak kopi dan berpikir, Ndoroisme itu nyata dan ada disekitar kita. Apa itu ndoroisme. Saya saja awalnya cuma berpikir pikir dan bergumam dalam hati opo kuwi ndoroisme..opo enek istilah ngonoan..(apa itu ndoroisme. Apa ada istilah seperti itu. Ya memang sih tidak ada istilah seperti itu, tapi setidaknya ada orang yang pernah menulis tentang hal ini, yaitu Pak Ahmad Syafii Maarif dalam artikel  "Ndoroisme" Part I beliau tulis di republika online. Kurang lebih begini yang beliau tulis. "Sikap hidup pejabat atau majikan yang serba-ndoro (tuan, majikan), ingin selalu diperlakukan sebagai tuan, laki-laki atau perempuan ( kakung utawi putri )." Bahkan beliau juga memaparkan dalam artikel tsb perwujudan atau contoh contoh sikap ndoroisme bersama dengan couple-ndoroisme alias babuisme ;)) "Perwujudan 'ndoroisme' ini bisa terlihat dalam berbagai bentuk: bersikap ABS-AIS (asal bapak senang-asal ibu senang), mem

The Outlier: Mas Pandu

Sejenak teringat seseorang - salah satu orang yang begitu inspiratif melekat dalam benak saya. Mas Pandu. Ya beliau adalah mas Pandu, Almarhum Mas Pandu. Beliau adik kelas saya, salah seorang outlier yang benar benar outlier dalam segalanya. Sosok beliau yang tinggi, bicara lembut tapi tegas, dan berprinsip. Bersyukur saya dipertemukan dengan beliau selama masa SMA. Menjadi adik kelas beliau pas. Sosok beliau menjadi inspirasi saat melatih kami adik kelas beliau dalam pleton inti, pasukan baris berbaris SMA Negeri 1 Bantul. Beliau sebagai pembeda memberikan kelembutan dalam pelatihan PBB. Metode yang berbeda dengan yang sebelum sebelumnya. Bukan dengan banyak hukuman tetapi konsekuensi dan tanggungjawab ketika tidak disiplin dan melakukan kesalahan. Kami diberikan pemahaman, bukan dipaksa untuk menjalani hukuman atas kesalahan. Tipis bukan perbedaannya? Inspirasi beliau tidak hanya dalam hal itu saja. Beliau ternyata memang memiliki banyak pengaruh dan juga prestasi terutama di dalam