Langsung ke konten utama

complete surgical staging, incomplete surgical staging, dan conservative surgical staging

 


1. Konsep Dasar “Surgical Staging”

Surgical staging adalah prosedur pembedahan terstandar untuk:

  • menentukan stadium anatomik penyakit
  • memperoleh diagnosis histopatologik yang akurat
  • menentukan prognosis
  • merencanakan terapi adjuvan yang tepat

Prinsip staging bedah modern mengikuti standar:

  • FIGO
  • NCCN
  • ESGO–ESMO
  • GOG / Gynecologic Oncology Group
  • Williams Gynecology dan Williams Obstetrics (untuk kondisi obstetri-onkologi)

Derajat kelengkapan staging memengaruhi:

  • akurasi stadium
  • risiko under-staging / over-treatment
  • luaran survival
  • pilihan kemoterapi / radiasi

2. Complete Surgical Staging (Staging Bedah Komprehensif)

Definisi

Staging dianggap complete / optimal bila seluruh komponen prosedur staging standar sesuai organ dan jenis kanker dilakukan secara menyeluruh.

Diterima sebagai gold standard terutama pada:

  • kanker ovarium epitelial stadium awal
  • kanker endometrium
  • beberapa kasus tumor borderline ovarium

Komponen umum (disesuaikan tumor primer)

A. Evaluasi Kavum Abdomen–Pelvis

  • eksplorasi sistematik seluruh abdomen
  • peritoneal washing / cytology
  • biopsi peritoneal di area mencurigakan
  • omentektomi infrakolik

B. Prosedur Organ Ginekologi

  • total hysterectomy ± BSO
  • salpingo-ooforektomi bilateral pada indikasi

C. Lymphadenectomy Terarah

  • pelvic lymphadenectomy
  • para-aortic lymphadenectomy
  • dapat berupa full dissection atau sentinel node (pada kasus terpilih)

D. Dokumentasi Operatif Lengkap

  • mapping lesi
  • jumlah node
  • hasil frozen section (bila dilakukan)

Tujuan

  • mencegah under-staging
  • meningkatkan akurasi prognosis
  • menghindari terapi adjuvan yang tidak perlu
  • menentukan kebutuhan kemoterapi / RT secara tepat

Contoh kanker dengan standar complete staging

Penyakit Komponen staging utama
Ovarium epitelial stadium awal TAH-BSO, omentektomi, peritoneal biopsy, pelvic & para-aortic nodes
Endometrium risiko menengah–tinggi Histerektomi + sentinel / pelvic ± para-aortic nodes
Tumor borderline ovarium Omentektomi + peritoneal staging, konservasi fertilitas selektif

3. Incomplete Surgical Staging (Staging Tidak Lengkap)

Definisi

Staging dinilai incomplete / suboptimal bila:

  • satu atau lebih komponen staging standar tidak dikerjakan
  • operasi pertama dilakukan oleh non-oncologic surgeon
  • tindakan hanya berupa “debulking” tanpa staging sistematik

Penyebab umum

  • keterbatasan fasilitas / operator
  • kondisi hemodinamik pasien
  • tumor ruptur / perdarahan / adhesi luas
  • tumor dianggap jinak pada operasi awal
  • pertimbangan intraoperatif

Konsekuensi klinis

  • risiko under-staging tinggi
  • kemungkinan mikrometastasis tidak terdeteksi
  • keputusan adjuvan menjadi tidak akurat
  • berpotensi meningkatkan risiko rekurensi

Strategi setelah incomplete staging

  1. Re-staging surgery
    — dianjurkan terutama pada kanker ovarium stadium awal dengan bukti prognostik signifikan

  2. Adjuvant chemotherapy empiric
    — dipilih bila re-staging tidak memungkinkan

Keputusan tergantung:

  • histopatologi
  • grade
  • faktor risiko metastasis
  • usia & komorbid
  • preferensi pasien

4. Conservative Surgical Staging (Fertility-Sparing / Conservative Approach)

Definisi

Staging dianggap conservative bila:

  • prinsip staging onkologis tetap dipertahankan
  • namun organ reproduksi dipertahankan selektif
  • untuk tujuan preservasi fertilitas

Conservative ≠ incomplete

Yang dibatasi adalah reseksi organ, bukan kelengkapan staging onkologis.

Indikasi dipertimbangkan pada pasien:

  • usia muda
  • keinginan fertilitas
  • stadium sangat awal & risiko rendah
  • tumor dengan karakter biologis favorable

Contoh aplikasi

A. Kanker ovarium epitelial stadium IA–IC low-grade

  • unilateral salpingo-ooforektomi
  • uterus & ovarium kontralateral dipertahankan
  • tetap dilakukan:
    • omentektomi
    • peritoneal staging
    • lymph node sampling / sentinel

B. Tumor borderline ovarium

  • cystectomy / unilateral SO
  • staging peritoneal tetap lengkap

C. Kanker endometrium risiko sangat rendah (terpilih)

  • konservatif non-reseksi uterus (progestin high-dose / LNG-IUS)
  • namun ini bukan surgical staging, melainkan conservative oncologic management
  • dan wajib dalam pengawasan ketat

Prinsip utama

Konservatif boleh dilakukan hanya jika:

  • penyakit benar-benar stadium awal
  • tidak ada bukti metastasis
  • pasien memahami risiko rekurensi
  • follow-up onkologis jangka panjang dilakukan

5. Perbandingan Tiga Pendekatan

Aspek Complete Staging Incomplete Staging Conservative Staging
Tujuan Akurasi staging maksimal Operasi tidak memenuhi standar staging Preservasi fertilitas
Kelengkapan komponen Lengkap & sistematik Ada komponen yang tidak dikerjakan Komponen staging tetap lengkap
Risiko under-staging Rendah Tinggi Rendah (bila selektif)
Indikasi utama Standar onkologi Keterbatasan / situasional Pasien muda, early stage
Dampak terapi adjuvan Lebih tepat Berpotensi over-/under-treatment Dipertimbangkan sesuai risiko

6. Implikasi Klinis untuk Praktik

Dalam praktik onkologi ginekologi:

  • complete staging adalah standar emas
  • incomplete staging sebaiknya dievaluasi untuk re-staging bila masih feasible
  • conservative staging hanya dilakukan pada kasus terseleksi ketat dengan diskusi MDT onkologi

Faktor klinis yang wajib dipertimbangkan:

  • stadium klinis & radiologis
  • grade & tipe histologi
  • risiko metastasis limfonodi
  • usia & fertilitas
  • kesiapan follow-up

Jika Anda menghendaki, saya dapat:

  1. memetakan contoh protokol staging spesifik untuk:
  • kanker ovarium
  • kanker endometrium
  • kanker serviks
  1. atau membuat tabel algoritma keputusan kapan dilakukan
  • re-staging
  • kemoterapi adjuvan
  • pendekatan konservatif

Sampaikan jenis kanker yang ingin difokuskan.


Daftar Pustaka (Format Vancouver)

  1. Berek JS, Hacker NF. Berek & Hacker’s Gynecologic Oncology. 7th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2023.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  4. ESGO/ESTRO/ESP Guidelines for the management of patients with endometrial carcinoma. Int J Gynecol Cancer. 2021.
  5. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology: Ovarian, Fallopian Tube, and Primary Peritoneal Cancer. Version 2024.
  6. Prat J; FIGO Committee on Gynecologic Oncology. FIGO staging classifications and clinical practice guidelines. Int J Gynecol Obstet. 2015.
  7. Colombo N, et al. ESMO–ESGO consensus conference recommendations on ovarian cancer. Ann Oncol. 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...