🔹 Definisi Umum Solutio Plasenta
Solutio plasenta adalah pelepasan prematur plasenta yang berimplantasi normal dari dinding uterus sebelum kelahiran janin.
Insiden ±0,5–1% kehamilan, namun merupakan salah satu penyebab utama:
- perdarahan antepartum,
- gawat janin,
- prematuritas,
- disseminated intravascular coagulation (DIC),
- dan kematian maternal–perinatal.
Patogenesis utama: ruptur arteri spiral desidua → hematoma retroplasenta → diseksi lempeng plasenta dari uterus.
🟣 Klasifikasi Klinis Berdasarkan Tipe Perdarahan
1️⃣ Unconcealed / Revealed Abruption
Perdarahan retroplasenta mengalir keluar melalui serviks, sehingga tampak sebagai perdarahan vagina.
Ciri Klinis
- perdarahan pervaginam tampak jelas,
- nyeri abdomen / uterus tegang dapat ada atau tidak,
- fundus tidak selalu membesar,
- hipertonus uterus bervariasi.
Implikasi Klinis
- kehilangan darah lebih mudah diperkirakan,
- hemodinamik maternal biasanya lebih sesuai dengan tampilan perdarahan,
- derajat abruptio sering lebih ringan dibanding concealed.
Kondisi yang memfasilitasi
- plasenta letak lateral / marginal
- robekan membran memungkinkan darah keluar
2️⃣ Concealed Abruption
Perdarahan terperangkap di belakang plasenta tanpa keluar melalui serviks.
Ciri Klinis Utama
- tidak ada perdarahan pervaginam atau minimal
- uterus:
- sangat nyeri,
- tegang seperti papan (board-like uterus),
- fundus membesar akibat hematoma retroplasenta
- hipertonus uterus + kontraksi tetanik
- sering disertai:
- syok tidak sesuai jumlah darah keluar
- anemia berat,
- koagulopati / DIC
Patofisiologi Tambahan
Darah dapat:
- masuk ke miometrium → uteroplacental apoplexy / Couvelaire uterus
- menyebar subserosa uterus → warna kebiruan
- masuk ke sirkulasi → aktivasi koagulasi intravaskular
Risiko Janin & Ibu Lebih Tinggi
- fetal distress / IUFD lebih sering
- risiko DIC dan gagal ginjal maternal lebih tinggi
🔵 Tabel Perbedaan Utama
| Parameter | Unconcealed (Revealed) | Concealed |
|---|---|---|
| Perdarahan vagina | Jelas tampak | Tidak tampak / minimal |
| Lokasi darah | Mengalir keluar | Terperangkap retroplasenta |
| Uterus | Normal atau sedikit tegang | Sangat tegang, keras |
| Ukuran fundus | Normal | Membesar |
| Nyeri uterus | Ringan–sedang | Berat |
| Syok | Sesuai perdarahan | Lebih berat dari tampilan klinis |
| Risiko DIC | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Mortalitas janin | Lebih rendah | Lebih tinggi |
🧠 Korelasi dengan Derajat Abruptio (Klasik Williams)
| Kelas | Gambaran Klinis | Umumnya |
|---|---|---|
| Grade 0 | Asimptomatik, diagnosis postpartum | incidental |
| Grade 1 (ringan) | Perdarahan ringan, tanpa distress janin | sering revealed |
| Grade 2 (sedang) | Distress janin, uterus nyeri | bisa revealed / concealed |
| Grade 3 (berat) | IUFD, koagulopati, syok | dominan concealed |
Tipe concealed lebih sering berasosiasi dengan grade 3, DIC, dan Couvelaire uterus.
🟡 Implikasi Manajemen Klinis
Fokus utama:
- stabilisasi maternal (ABCDE, resusitasi cairan, transfusi),
- evaluasi status janin,
- keputusan terminasi kehamilan sesuai kondisi.
Concealed — indikasi agresivitas lebih tinggi
- resusitasi cepat
- koreksi koagulasi
- terminasi segera bila:
- perdarahan masif
- syok
- IUFD + koagulasi tidak stabil
- fetal distress
Unconcealed — dapat observasi selektif
- kasus ringan, janin stabil, usia prematur
- monitoring ketat (CTG, serial Hb, fibrinogen)
📚 Daftar Pustaka (Vancouver Style)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022. Bab: Placental abruption.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. ACOG Practice Bulletin No. 207: Placental Abruption. Obstet Gynecol. 2019.
- Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Antepartum Haemorrhage Green-top Guideline No. 63. 2011.
- Tikkanen M. Placental abruption: epidemiology, risk factors and consequences. Acta Obstet Gynecol Scand. 2011;90(2):140-9.
- Oyelese Y, Ananth CV. Placental abruption. Obstet Gynecol. 2006;108(4):1005-16.
- Gabbe SG, Niebyl JR, Simpson JL, et al. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. 8th ed. Elsevier; 2021.
Komentar