Langsung ke konten utama

Patofisiologi Retensi Urin Postpartum (postpartum urinary retention, PUR)

 Patofisiologi Retensi Urin Postpartum

Retensi urin postpartum terjadi akibat gangguan koordinasi antara kontraksi detrusor, relaksasi sfingter uretra, dan sensasi vesika, yang dipicu oleh perubahan neurogenik, mekanik, miogenik, dan farmakologis selama persalinan dan segera setelahnya.

Secara konseptual, mekanisme utama dapat dibagi menjadi:


1. Gangguan Neurogenik (Neuropati Persalinan)

Mekanisme

  • Peregangan dan kompresi:
    • Nervus pudendus
    • Plexus pelvicus (S2–S4)
      selama kala II persalinan dan persalinan operatif.

Dampak fisiologis

  • ↓ aferen vesika → penurunan sensasi penuh kandung kemih
  • ↓ eferen parasimpatis → kontraksi detrusor melemah
  • Refleks miksi terhambat

Konsekuensi

Atonia vesika sementara

Bukti

EMG dan studi urodinamik menunjukkan penurunan aktivitas detrusor dan peningkatan kapasitas vesika pasca persalinan traumatik.


2. Disfungsi Miogenik (Kerusakan Otot Detrusor)

Mekanisme

  • Overdistensi vesika intrapartum (kandung kemih tidak dikosongkan lama)
  • Tekanan kepala janin pada vesika

Proses seluler

  • Iskemia dinding vesika
  • Edema interstisial
  • Disrupsi filamen aktin–miosin otot polos
  • Penurunan densitas reseptor muskarinik M3

Akibat

→ Kontraktilitas detrusor menurun → pengosongan tidak efektif


3. Obstruksi Fungsional Outlet Vesika

Penyebab

  • Edema uretra dan jaringan periuretra
  • Trauma jalan lahir
  • Episiotomi
  • Hematoma vagina/perineum
  • Nyeri perineum berat

Efek

  • ↑ resistensi uretra
  • Disinergia detrusor–sfingter

4. Efek Anestesi dan Analgesia

Epidural / spinal

  • Blokade serabut:
    • Parasimpatis (S2–S4)
    • Sensorik vesika

Dampak

  • Refleks miksi tidak aktif
  • ↓ kontraksi detrusor
  • ↓ persepsi penuh kandung kemih

Efek dapat bertahan 6–12 jam postpartum.


5. Perubahan Hormonal Postpartum

Progesteron

  • Relaksasi otot polos vesika dan uretra
  • Penurunan sensitivitas reseptor kolinergik

Estrogen postpartum ↓

  • Menurunkan trofisitas mukosa uretra
  • Memperburuk fungsi sfingter

6. Inhibisi Refleks oleh Nyeri dan Psikogenik

  • Nyeri luka episiotomi/ruptur → aktivasi simpatis
  • Rasa takut berkemih → kontraksi sfingter eksternal

7. Interaksi dengan Uterus

Vesika penuh:

  • Mendorong uterus ke atas dan lateral
  • Mengganggu kontraksi miometrium
  • Memperbesar risiko atonia uteri dan perdarahan postpartum

Skema Ringkas Patogenesis

Trauma persalinan

Neuropati pelvis + edema jaringan + overdistensi vesika

Atonia detrusor + obstruksi outlet

Retensi urin postpartum


Poin Klinis Kunci

  • PUR adalah gangguan neuromuskular sementara pada sebagian besar kasus.
  • Overdistensi vesika adalah faktor yang dapat dicegah dan paling berbahaya.
  • Deteksi dini mencegah disfungsi vesika jangka panjang.

Referensi (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Berek JS, editor. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  3. Yip SK, Sahota D, Pang MW, Chang A. Postpartum urinary retention. Acta Obstet Gynecol Scand. 2004;83(10):881–91.
  4. Mulder FEM, Schoffelmeer MA, Hakvoort RA, et al. Postpartum urinary retention: a systematic review. Int Urogynecol J. 2014;25(12):1605–12.
  5. Carley ME, Carley JM, Vasdev G, et al. Factors associated with clinically overt postpartum urinary retention. Am J Obstet Gynecol. 2002;187(2):430–3.
  6. Wein AJ, Kavoussi LR, Partin AW, Peters CA. Campbell-Walsh Urology. 12th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...