1. Konsep Dasar Debulking / Cytoreductive Surgery
Debulking adalah prosedur pembedahan sitoreduktif yang bertujuan:
- mengangkat sebanyak mungkin massa tumor makroskopik
- menurunkan beban tumor sehingga kemoterapi lebih efektif
- memperbaiki survival dan respons terapi
Keberhasilan operasi dinilai berdasarkan sisa tumor pasca-operasi (residual disease).
Istilah yang digunakan mengikuti terminologi Gynecologic Oncology Group (GOG) dan guideline NCCN–ESGO–ESMO.
2. Definisi Operasional Residual Tumor
| Istilah | Definisi |
|---|---|
| No gross residual disease (NGR) | Tidak ada tumor makroskopik tersisa |
| Optimal debulking | Sisa tumor ≤ 1 cm |
| Sub-optimal debulking | Sisa tumor > 1 cm |
| Unresectable / inoperable | Lesi tidak dapat direseksi secara aman |
Catatan penting klinis (sesuai perkembangan data survival modern):
- Target terbaik saat ini adalah complete cytoreduction / NGR
karena memberikan survival paling tinggi. - Istilah “optimal” (≤1 cm) masih digunakan secara historis,
namun banyak konsensus kini menekankan no residual disease sebagai tujuan utama.
3. Optimal Debulking
Definisi
Debulking dinyatakan optimal apabila:
- sisa tumor pasca-operasi ≤ 1 cm
- atau idealnya tidak ada sisa tumor makroskopik (complete cytoreduction)
Tindakan bedah yang sering diperlukan
- hysterectomy + BSO
- omentektomi
- reseksi peritoneum
- adhesiolysis luas
- reseksi diaphragmatic implants
- reseksi usus / serosa / wedge resection
- splenektomi / stripping peritoneal upper abdomen (pada kasus terpilih)
Dampak terhadap luaran klinis
- peningkatan overall survival dan progression-free survival
- peningkatan respons kemoterapi platinum-based
- penurunan burden sel tumor resisten
Banyak studi menunjukkan bahwa derajat sitoreduksi adalah prediktor prognostik paling kuat dibanding stadium atau grade.
4. Sub-Optimal Debulking
Definisi
Sub-optimal debulking terjadi bila:
- sisa tumor makroskopik > 1 cm
- masih terdapat tumor difus / nodul besar di peritoneum / upper abdomen
Penyebab sub-optimal debulking
- penyakit sangat ekstensif (upper abdomen, mesenterium, porta hepatis)
- keterbatasan fasilitas / keahlian onkologi bedah
- kondisi pasien tidak stabil untuk operasi radikal
- keterlambatan diagnosis (advanced bulky disease)
Konsekuensi prognostik
- survival lebih rendah
- risiko rekurensi lebih tinggi
- respons kemoterapi lebih buruk
- meningkatnya kematian terkait penyakit
Pada banyak pusat onkologi, bila diprediksi tidak dapat dicapai optimal debulking, pasien dipertimbangkan untuk:
- neoadjuvant chemotherapy (NACT)
diikuti interval debulking surgery (IDS)
dibanding memaksakan sub-optimal primary debulking.
5. Primary Debulking vs Interval Debulking
| Pendekatan | Indikasi |
|---|---|
| Primary debulking surgery (PDS) | Bila optimal / complete cytoreduction diperkirakan dapat dicapai |
| Neoadjuvant chemotherapy → Interval debulking (NACT-IDS) | Bila upfront surgery diperkirakan hanya menghasilkan sub-optimal debulking |
Keputusan ditentukan oleh:
- CT scan / MRI disease burden
- status nutrisi & performa pasien
- keterlibatan upper abdomen / mesenterium
- MDT tumor board assessment
6. Prinsip Onkologi Modern
-
Complete cytoreduction / no gross residual disease adalah target utama
-
“Optimal debulking (≤1 cm)” tetap diterima secara definisi, namun survival terbaik dicapai bila tidak ada sisa tumor makroskopik.
-
Sub-optimal debulking sebaiknya dihindari jika dapat diprediksi pre-operatif.
-
NACT-IDS lebih rasional pada kasus:
- tumor bulky difus upper abdomen
- kondisi pasien fragile / komorbid berat
- high operative risk
7. Tabel Perbandingan
| Aspek | Optimal Debulking | Sub-Optimal Debulking |
|---|---|---|
| Residual tumor | ≤ 1 cm (ideal: 0 cm) | > 1 cm |
| Target onkologi modern | Complete cytoreduction / NGR | Tidak dianjurkan sebagai tujuan |
| Survival | Signifikan lebih baik | Lebih buruk |
| Respons kemoterapi | Lebih baik | Lebih rendah |
| Indikasi | Bila sitoreduksi komplit memungkinkan | Bila penyakit sangat ekstensif / tidak resectable |
| Alternatif terapi | – | NACT → IDS dipertimbangkan |
8. Implikasi Praktik Bedah Onkologi
Evaluasi pra-operasi sangat krusial:
- imaging disease mapping (CT / MRI)
- penilaian keterlibatan peritoneal & upper abdomen
- penilaian kemungkinan resectability
Debulking sebaiknya dilakukan oleh:
- gynaecologic oncologic surgeon
- di pusat rujukan onkologi dengan fasilitas adekuat
Karena keberhasilan cytoreduction merupakan faktor prognostik utama.
Jika Anda menghendaki, saya dapat melengkapi:
- algoritma pemilihan PDS vs NACT-IDS
- prediktor radiologis tidak tercapainya optimal debulking
- atau tabel khusus berdasarkan histologi (HGSC vs mucinous vs clear cell)
Daftar Pustaka (Format Vancouver)
- Berek JS, Hacker NF. Berek & Hacker’s Gynecologic Oncology. 7th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2023.
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology. Ovarian, Fallopian Tube, and Primary Peritoneal Cancer. Version 2024.
- du Bois A, Reuss A, Pujade-Lauraine E, et al. Role of surgical outcome as prognostic factor in advanced ovarian cancer. Cancer. 2009.
- Vergote I, Trope CG, Amant F, et al. Neoadjuvant chemotherapy or primary surgery in stage IIIC or IV ovarian cancer. N Engl J Med. 2010.
- Prat J; FIGO Committee on Gynecologic Oncology. FIGO staging classifications. Int J Gynecol Obstet. 2015.
- Colombo N, et al. ESMO–ESGO consensus conference recommendations on ovarian cancer. Ann Oncol. 2019.
Komentar