Langsung ke konten utama

gemelli monozygotik vs dizigotik,

 


🔹 Definisi Dasar

1) Gemelli Monozygotik (Identik)

Terjadi dari:

  • satu ovum yang dibuahi satu spermatozoa
  • kemudian mengalami pembelahan zigot pada tahap awal perkembangan embrio.

Karakteristik utama:

  • materi genetik hampir identik
  • jenis kelamin sama
  • fenotipe mirip

Distribusi populasi ± 3–4 per 1000 kehamilan (relatif konstan, tidak dipengaruhi usia atau fertilitas).


2) Gemelli Dizygotik (Fraternal / Non-identik)

Terjadi dari:

  • dua ovum berbeda
  • dibuahi oleh dua spermatozoa berbeda dalam satu siklus.

Karakteristik:

  • genetik setara saudara kandung biasa
  • dapat berbeda jenis kelamin
  • fenotipe dapat berbeda

Insidensi meningkat pada:

  • usia ibu lanjut
  • multiparitas
  • ras Afrika
  • penggunaan ovulasi inducer / ART.

🟣 Perbedaan Fundamental

Aspek Monozygotik Dizygotik
Asal konsepsi 1 zigot membelah 2 ovum + 2 sperma
Genetik hampir identik berbeda
Jenis kelamin selalu sama bisa berbeda
Korialitas bervariasi (tergantung waktu pembelahan) selalu dikorionik diamniotik (DCDA)
Risiko komplikasi MC tinggi (TTTS, TAPS, sIUGR) lebih rendah (seperti dua singleton)

🔵 Monozygotik — Hubungan dengan Waktu Pembelahan Zigot

Waktu pembelahan menentukan korialitas & amnialitas:

Waktu pembelahan Konfigurasi Proporsi Risiko
< 3 hari (morula) Dichorionic-diamniotic (DCDA) ± 25–30% risiko rendah
4–8 hari (blastokista) Monochorionic-diamniotic (MCDA) ± 65–70% TTTS / sIUGR
8–13 hari Monochorionic-monoamniotic (MCMA) ± 1–2% lilitan tali pusat
> 13 hari Kembar siam (conjoined) sangat jarang mortalitas tinggi

Poin klinis penting:

Sebagian besar kembar monokorionik adalah monozygotik,
tetapi tidak semua monozygotik monokorionik (± 25–30% monozygotik tetap DCDA bila pembelahan sangat dini).


🟠 Dizygotik — Karakteristik Obstetri

  • Selalu DCDA
  • masing-masing janin memiliki:
    • plasenta sendiri
    • kantong amnion sendiri
  • komplikasi lebih menyerupai dua kehamilan tunggal dalam satu uterus.

Risiko obstetri utama:

  • preeklampsia
  • prematuritas
  • discordant growth (namun tidak ada anastomosis vaskular).

Tidak memiliki risiko khas monokorionik seperti TTTS.


🟡 Implikasi Klinis Paling Relevan

1) Penentuan Korialitas lebih penting daripada Zigotitas

Dalam praktik MFM, keputusan manajemen ditentukan oleh:

👉 korialitas, bukan monozygotik/dizigotik semata.

Karena korialitas menentukan:

  • keberadaan anastomosis plasenta
  • risiko TTTS / TAPS
  • risiko sIUGR selektif
  • risiko IUFD kembar sehat saat demise inter-twin

2) Risiko Spesifik Monokorionik (umumnya monozygotik)

  • Twin-Twin Transfusion Syndrome (TTTS)
  • Twin Anemia-Polycythemia Sequence (TAPS)
  • Selective IUGR (sIUGR)
  • risiko kematian mendadak salah satu janin → kerusakan neurologis kembar sehat
  • MCMA: lilitan tali pusat, IUFD mendadak

Memerlukan:

  • surveilans USG tiap 2 minggu mulai 16–26 mg
  • doppler serial & MCA-PSV

3) Dizygotik DCDA — Monitoring Lebih Standar

  • pertumbuhan serial tiap 4 minggu
  • evaluasi discordance
  • manajemen mirip dua singleton

Tidak memerlukan protokol TTTS.


🧾 Ringkasan Klinis Praktis

  • Monozygotik = satu zigot → dapat DCDA / MCDA / MCMA (tergantung waktu pembelahan)
  • Dizygotik = dua zigot → selalu DCDA
  • Korialitas adalah determinant utama prognosis dan manajemen
  • Monokorionik (umumnya monozygotik) = risiko tinggi komplikasi vaskular antar-janin

📚 Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022. Twin Gestation.
  2. Hack KEA, Derks JB, Elias SG, et al. Increased perinatal mortality and morbidity in monochorionic versus dichorionic twin pregnancies. BJOG. 2008;115(1):58-67.
  3. Lewi L, Gucciardo L, Huber A, et al. Clinical outcome and management of monochorionic twin pregnancies. Semin Fetal Neonatal Med. 2010;15(6):343-348.
  4. Khalil A, Rodgers M, Baschat A, et al. ISUOG Practice Guidelines: Role of ultrasound in twin pregnancy. Ultrasound Obstet Gynecol. 2016;47(2):247-263.
  5. Blickstein I, Keith LG. Multiple pregnancy: Epidemiology, gestation & perinatal outcome. 2nd ed. Taylor & Francis; 2005.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...