Langsung ke konten utama

Derajat (Grade) Adhesi Intraabdomen / Pelvis


Adhesi adalah perlekatan abnormal jaringan fibrosa antara dua permukaan serosa akibat proses inflamasi, iskemia, trauma bedah, endometriosis, infeksi, atau keganasan. Dalam praktik obstetri–ginekologi dan onkologi ginekologi, penilaian grade adhesi penting untuk:

  • Prediksi kesulitan operasi
  • Risiko perdarahan & cedera organ
  • Prognosis fertilitas
  • Perencanaan debulking surgery (misalnya Ca ovarium stadium lanjut)

Klasifikasi Derajat Adhesi (Paling sering digunakan secara klinis)

Grade 0 – Tidak ada adhesi

  • Organ bebas, anatomi normal
  • Mobilitas jaringan baik

Grade I – Adhesi ringan

  • Adhesi tipis, filmy, transparan
  • Mudah dilepaskan dengan blunt dissection
  • Minimal vaskularisasi
  • Tidak menyebabkan distorsi anatomi signifikan

📌 Contoh:

  • Adhesi tipis antara uterus–omentum
  • Adhesi minor pasca SC

Grade II – Adhesi sedang

  • Adhesi lebih tebal
  • Mulai vaskularisasi
  • Memerlukan sharp dissection
  • Distorsi anatomi ringan–sedang
  • Mobilitas organ berkurang

📌 Contoh:

  • Ovarium melekat pada fossa ovarika
  • Tuba melekat pada uterus

Grade III – Adhesi berat

  • Adhesi tebal, padat, fibrotik
  • Vaskularisasi jelas
  • Distorsi anatomi berat
  • Organ sulit dipisahkan
  • Risiko perdarahan dan cedera organ tinggi

📌 Contoh:

  • Frozen pelvis
  • Uterus, ovarium, rektum, buli saling melekat

Grade IV – Adhesi sangat berat / kompleks

(Tidak selalu dicantumkan di semua literatur, tetapi sering dipakai dalam laporan bedah)

  • Adhesi masif difus
  • Anatomi tidak teridentifikasi
  • Infiltrasi fibrosis luas
  • Sering terkait:
    • Endometriosis stadium IV
    • Ca ovarium lanjut
    • Riwayat multiple laparotomi

📌 Sering menyebabkan:

  • Operasi tidak optimal
  • Suboptimal debulking
  • Risiko bowel injury sangat tinggi

Klasifikasi Adhesi Spesifik (Sistem Skoring Ilmiah)

1. AFS / ASRM Adhesion Score

Digunakan luas dalam infertilitas dan endometriosis.

Menilai:

  • Lokasi (ovarium, tuba)
  • Tipe (filmy vs dense)
  • Luas permukaan (%)

Skor total → adhesi minimal, ringan, sedang, berat.


2. Peritoneal Adhesion Index (PAI – Coccolini)

Digunakan pada bedah umum & onkologi.

  • Abdomen dibagi 10 region
  • Skor 0–3 tiap region:
    • 0 = tidak ada
    • 1 = filmy
    • 2 = dense
    • 3 = very dense / vascular

Total skor: 0–30 → semakin tinggi, semakin berat adhesi.


Implikasi Klinis di Obstetri & Ginekologi

🔹 Infertilitas

  • Adhesi tuba–ovarium → gangguan ovum pick-up
  • Grade III–IV → fertilitas turun drastis

🔹 Bedah Ginekologi

  • Adhesi berat → ↑ durasi operasi
  • ↑ risiko:
    • Cedera buli / ureter
    • Cedera usus
    • Perdarahan masif

🔹 Ca Ovarium

  • Adhesi berat sering terkait:
    • Peritoneal carcinomatosis
    • Omental cake
  • Menentukan:
    • Resectability
    • Optimal vs suboptimal debulking

Patofisiologi Singkat Adhesi

  1. Cedera peritoneum → inflamasi
  2. Eksudasi fibrin
  3. Gagal fibrinolisis (hipoksia, infeksi, tumor)
  4. Fibrin → kolagen → adhesi permanen

Ringkasan Inti

  • Adhesi diklasifikasikan dari ringan (filmy) hingga berat (dense, fibrotik)
  • Grade adhesi menentukan kompleksitas operasi dan prognosis
  • Pada Ca ovarium dan endometriosis berat, adhesi sering menjadi faktor utama kegagalan debulking optimal

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Diamond MP, Freeman ML. Clinical implications of postsurgical adhesions. Hum Reprod Update. 2001;7(6):567–76.
  4. Coccolini F, et al. Peritoneal Adhesion Index (PAI): proposal of a score. World J Emerg Surg. 2013;8:42.
  5. Snell RS. Clinical Anatomy by Regions. 10th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2018.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...