Langsung ke konten utama

Anak saya kembar ini belum HPL kok udah kenceng - kenceng : Waspadai PPI pada kehamilan Kembar

 

Pada kehamilan gemeli (twin pregnancy), risiko persalinan preterm sangat meningkat dibandingkan kehamilan tunggal. Ini merupakan salah satu komplikasi utama kehamilan multipel.

1. Seberapa besar risikonya?

Secara klinis, sekitar 50–60% kehamilan gemeli berakhir sebelum 37 minggu, dibandingkan sekitar 7–10% pada kehamilan tunggal. Risiko meningkat tajam pada usia gestasi yang lebih dini.

Outcome Gemeli Singleton
<37 minggu ±50–60% ±5–10%
<34 minggu ±10–20% jauh lebih rendah
<32 minggu ±5–10% rendah

Angka dapat bervariasi antar-populasi dan terutama dipengaruhi oleh korionisitas, komplikasi obstetri, dan apakah kelahiran preterm spontan atau iatrogenik.

2. Mengapa gemeli meningkatkan preterm birth?

Mekanisme terpenting adalah uterine overdistension.

Gemeli → massa/volume uterus ↑ → distensi miometrium ↑ → aktivasi jalur persalinan → kontraksi + pematangan serviks → preterm labor.

Mekanismenya meliputi:

  • peningkatan stretch miometrium;
  • peningkatan produksi prostaglandin;
  • peningkatan ekspresi connexin-43 dan pembentukan gap junction;
  • peningkatan sensitivitas terhadap oksitosin;
  • peningkatan tekanan intrauterin;
  • peningkatan tekanan pada serviks → cervical shortening/funneling.

Selain itu, terdapat kontribusi dari volume plasenta yang lebih besar dan peningkatan mediator inflamasi.

3. Spontaneous vs indicated preterm birth

Ini sangat penting secara akademis.

Preterm birth pada gemeli tidak semuanya merupakan spontaneous preterm labor.

A. Spontaneous preterm birth

Terjadi akibat:

uterine overdistension → kontraksi uterus → cervical change → preterm labor/PPROM.

B. Medically indicated preterm birth

Kehamilan gemeli juga lebih sering harus dilahirkan lebih dini karena:

  • preeklampsia,
  • fetal growth restriction (FGR),
  • twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS),
  • twin anemia-polycythemia sequence (TAPS),
  • selective FGR,
  • abnormal Doppler,
  • fetal demise,
  • komplikasi monokorionik lainnya.

Jadi, ketika melihat angka preterm birth pada gemeli, harus dibedakan spontaneous dengan iatrogenic/medically indicated.

4. Pengaruh korionisitas

Korionisitas lebih penting daripada sekadar jumlah janin dalam menentukan profil komplikasi.

Tipe gemeli Risiko preterm
Dichorionic diamniotic (DCDA) ↑
Monochorionic diamniotic (MCDA) ↑↑
Monochorionic monoamniotic (MCMA) sangat tinggi

Namun, penyebabnya berbeda.

Pada MCDA/MCMA, selain uterine overdistension terdapat komplikasi spesifik akibat placental vascular anastomoses, misalnya TTTS, TAPS, dan selective FGR, yang dapat menyebabkan persalinan preterm secara spontan maupun iatrogenik.

5. Faktor yang paling meningkatkan risiko

Pada pasien gemeli, risiko preterm semakin tinggi bila terdapat:

  • panjang serviks pendek;
  • riwayat spontaneous preterm birth;
  • PPROM;
  • polihidramnion;
  • perdarahan antepartum;
  • infeksi/inflamasi;
  • FGR;
  • TTTS/TAPS;
  • kelainan kongenital;
  • MCMA pregnancy.

Cervical length (CL) merupakan salah satu prediktor yang paling berguna. Pada gemeli, CL yang semakin pendek, khususnya pada trimester kedua, berkorelasi dengan peningkatan risiko spontaneous preterm birth.

Take-home message

Gemeli merupakan salah satu faktor risiko terkuat untuk preterm birth. Sekitar separuh kehamilan gemeli melahirkan sebelum 37 minggu. Mekanisme utama adalah uterine overdistension yang mengaktivasi jalur biologis persalinan, sedangkan komplikasi khas gemeli dapat meningkatkan risiko spontaneous maupun medically indicated preterm birth.

Untuk soal ujian, jika ditanyakan mekanisme paling penting:

Gemelli → uterine overdistension → aktivasi prostaglandin/kontraktilitas miometrium → cervical remodeling → preterm birth.

Referensi — Vancouver

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Dashe JS, Hoffman BL, Casey BM, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Gabbe SG, Niebyl JR, Simpson JL, Landon MB, Galan HL, Jauniaux ERM, et al. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. 8th ed. Philadelphia: Elsevier; 2021.
  3. Society for Maternal-Fetal Medicine. SMFM Consult Series #72: Twin-twin transfusion syndrome and twin anemia-polycythemia sequence. Am J Obstet Gynecol. 2024.
  4. American College of Obstetricians and Gynecologists. Multifetal gestations: twin, triplet, and higher-order multifetal pregnancies. Obstet Gynecol. 2021.
  5. Conde-Agudelo A, Romero R, Hassan SS, Yeo L. Transvaginal sonographic cervical length for the prediction of spontaneous preterm birth in twin pregnancies: a systematic review and meta-analysis. Am J Obstet Gynecol. 2010;203(2):128.e1-128.e12.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...