Langsung ke konten utama

Persiapan IUI


Untuk memahami IUI (intrauterine insemination/inseminasi intrauterin), fisiologi menstruasi harus dipahami sebagai dasar untuk menjawab satu pertanyaan utama:

Bagaimana menghasilkan satu atau beberapa folikel matang, menentukan waktu ovulasi secara presisi, kemudian menempatkan sperma yang telah diproses ke dalam kavum uteri pada saat yang paling dekat dengan ovulasi?

Berbeda dengan IVF, pada IUI fertilisasi tetap terjadi secara in vivo. Oleh karena itu, kita masih sangat bergantung pada ovulasi, fungsi tuba, oosit, dan fertilisasi alami.


1. Fisiologi normal yang menjadi dasar IUI

Urutan fisiologis normal:

Hari 1 menstruasi

↓
FSH meningkat

↓
Rekrutmen folikel

↓
Folikel dominan

↓
Estradiol meningkat

↓
LH surge

↓
Ovulasi

↓
Oosit masuk ke tuba

↓
Fertilisasi in vivo

Pada IUI, proses tersebut dimodifikasi terutama pada:

  1. folikulogenesis, dan
  2. timing ovulasi.

2. Hari pertama menstruasi

Hari pertama perdarahan menstruasi yang nyata = Day 1 siklus.

Pada akhir siklus sebelumnya:

Corpus luteum regresi

→ progesteron ↓
→ estradiol ↓
→ inhibin A ↓

→ negative feedback terhadap hipotalamus–hipofisis berkurang

→ FSH meningkat.

Peningkatan FSH menyebabkan:

rekrutmen kohort folikel antral.

Inilah dasar dimulainya stimulasi ovarium pada IUI.


3. Tujuan stimulasi ovarium pada IUI

Berbeda dengan siklus alami yang biasanya menghasilkan satu folikel dominan, pada stimulated IUI kita biasanya ingin mendapatkan:

1–3 folikel matang, tergantung usia, diagnosis, cadangan ovarium, dan kebijakan klinis.

Tujuannya adalah meningkatkan jumlah oosit yang berpotensi mengalami fertilisasi.

Namun:

terlalu banyak folikel → multiple pregnancy ↑

dan pada gonadotropin:

OHSS (ovarian hyperstimulation syndrome) ↑.

Jadi targetnya bukan sebanyak mungkin folikel, tetapi:

controlled multifollicular development.


4. Two-cell, two-gonadotropin theory

Ini tetap menjadi dasar fisiologi IUI.

Theca interna

LH → sel teka → androgen

Granulosa

FSH → sel granulosa → aromatase

Androgen dikonversi menjadi estrogen:

Androgen → aromatase → estradiol

Sehingga:

LH → theca → androgen

FSH → granulosa → aromatase → estradiol

Estradiol kemudian menjadi indikator penting perkembangan folikel.


5. Perkembangan folikel

Pada awal siklus:

FSH ↑

→ beberapa folikel berkembang.

Folikel menghasilkan:

  • estradiol
  • inhibin B
  • AMH

Ketika folikel berkembang:

estradiol ↑ + inhibin B ↑

→ FSH endogen ↓.

Pada siklus alami:

folikel paling sensitif terhadap FSH → folikel dominan

dan folikel lainnya mengalami atresia.

Pada IUI, stimulasi dapat dilakukan dengan:

  • letrozole
  • clomiphene citrate
  • gonadotropin

untuk meningkatkan kemungkinan terbentuknya folikel matang.


6. Letrozole pada IUI

Letrozole merupakan aromatase inhibitor.

Normal:

Androgen → aromatase → estrogen

Letrozole:

aromatase ↓

→ estradiol ↓

→ negative feedback estrogen terhadap hipotalamus–hipofisis berkurang

→ FSH endogen ↑

→ follicular recruitment/development ↑.

Setelah folikel berkembang:

estradiol ↑

→ positive feedback

→ LH surge

→ ovulasi.

Keuntungan fisiologis

Letrozole memiliki efek antiestrogenik endometrium yang lebih rendah dibanding clomiphene.


7. Clomiphene citrate

Clomiphene merupakan SERM (selective estrogen receptor modulator).

Clomiphene menghambat efek feedback estrogen pada hipotalamus:

estrogen receptor blockade

→ otak "menganggap" estrogen rendah

→ GnRH stimulation ↑

→ FSH/LH ↑

→ follicular development.

Namun clomiphene dapat memberikan efek antiestrogenik pada:

  • endometrium
  • cervical mucus.

Karena itu, dalam beberapa populasi, letrozole lebih disukai.


8. Gonadotropin

Pada stimulasi dengan gonadotropin:

FSH eksogen

→ langsung menstimulasi granulosa

→ follicular recruitment dan growth.

Dapat diberikan:

  • recombinant FSH
  • urinary FSH
  • hMG (human menopausal gonadotropin)

Tujuannya menghasilkan folikel matang.

Namun gonadotropin mempunyai risiko:

multifollicular development → multiple pregnancy dan OHSS.

Karena itu diperlukan monitoring USG.


9. Estradiol dan folikel

Semakin banyak folikel aktif:

granulosa cells ↑

→ aromatase activity ↑

→ estradiol ↑.

Dalam monitoring IUI:

USG transvaginal terutama menilai:

  • jumlah folikel
  • ukuran folikel
  • perkembangan folikel dominan
  • endometrium.

Estradiol dapat digunakan sebagai informasi tambahan terutama pada stimulasi gonadotropin.


10. LH surge dan ovulasi

Pada siklus alami:

estradiol tinggi dan menetap

→ berubah dari negative feedback menjadi:

positive feedback

→ LH surge

→ final oocyte maturation

→ ovulasi.

Ovulasi terjadi sekitar:

36 jam setelah onset LH surge

atau sekitar:

10–12 jam setelah LH peak.

Pada IUI, kita dapat memanfaatkan LH surge spontan atau memberikan ovulation trigger.


11. hCG trigger

Pada stimulated IUI, setelah folikel mencapai maturitas yang sesuai, dapat diberikan:

hCG (human chorionic gonadotropin).

hCG memiliki aktivitas biologis menyerupai LH.

hCG → LH receptor

→ final oocyte maturation

→ luteinisasi

→ ovulasi.

Ovulasi umumnya terjadi sekitar 36–40 jam setelah hCG trigger, sehingga waktu IUI dapat dijadwalkan dengan lebih presisi.


12. Mengapa timing IUI sangat penting?

Sperma yang telah diproses dimasukkan ke dalam kavum uteri:

dekat dengan waktu ovulasi

sehingga jarak antara:

sperm availability

dan

oocyte availability

menjadi optimal.

Setelah ovulasi:

oosit hanya memiliki periode fertilisasi yang relatif singkat, sedangkan sperma yang telah mengalami kapasitasi dapat bertahan lebih lama dalam traktus reproduksi.

Karena itu prinsipnya adalah:

Sperm should be present in the reproductive tract around the time of ovulation.


13. Sperm capacitation

Sperma yang diejakulasikan belum sepenuhnya memiliki kemampuan fertilisasi.

Di traktus reproduksi wanita terjadi:

capacitation (kapasitasi sperma)

yang menyebabkan perubahan membran spermatozoa sehingga memungkinkan:

  • hyperactivation
  • acrosome reaction
  • penetrasi zona pellucida
  • fertilisasi.

IUI membantu dengan memasukkan spermatozoa yang telah diproses langsung ke kavum uteri sehingga melewati barrier vagina dan sebagian barrier serviks.


14. Apa yang terjadi setelah IUI?

Setelah sperma ditempatkan intrauterin:

IUI
 ↓
Spermatozoa masuk kavum uteri
 ↓
Migrasi melalui kavum uteri
 ↓
Tuba falopii
 ↓
Capacitation
 ↓
Oosit mengalami ovulasi
 ↓
Ampulla tuba
 ↓
Fertilisasi
 ↓
Zigot
 ↓
Cleavage
 ↓
Morula
 ↓
Blastokista
 ↓
Implantasi

Fertilisasi terutama terjadi di ampulla tuba falopii.

Karena itu:

IUI membutuhkan setidaknya satu tuba yang patent dan berfungsi.


15. Endometrium

Selama folikulogenesis:

estradiol ↑

→ endometrium mengalami:

fase proliferatif.

Kelenjar endometrium:

  • relatif lurus
  • proliferatif

Stroma:

  • proliferatif

Arteri spiralis:

  • memanjang.

Setelah ovulasi:

corpus luteum → progesteron ↑

→ endometrium berubah:

proliferatif → sekretorik.

Tujuannya menyediakan:

endometrial receptivity untuk implantasi.


16. Corpus luteum

Setelah ovulasi:

folikel ruptur → corpus luteum

Corpus luteum menghasilkan:

  • progesteron
  • estradiol
  • inhibin A.

Progesteron:

↑ secretory transformation

→ mendukung implantasi.

Pada beberapa siklus IUI, terutama stimulasi tertentu, dapat dipertimbangkan luteal phase support dengan progesteron, tergantung protokol dan indikasi.


17. Jika terjadi fertilisasi

Fertilisasi:

oosit + spermatozoa → zygote

↓

embryonic development

↓

blastokista

↓

implantasi.

Trofoblas kemudian menghasilkan:

hCG

yang mempertahankan:

corpus luteum

→ progesteron tetap tinggi

→ endometrium tetap mendukung kehamilan.


18. Jika tidak terjadi kehamilan

Tidak ada hCG:

corpus luteum regresi

→ progesteron ↓
→ estradiol ↓

→ withdrawal progesterone

→ vasokonstriksi arteri spiralis

→ inflamasi + MMP activation

→ deskuamasi endometrium

→ menstruasi.

Kemudian:

FSH kembali meningkat

→ siklus baru.


19. Siklus alami vs IUI

Fisiologi Siklus alami Stimulated IUI
FSH Endogen Endogen atau dibantu obat
Folikel Umumnya 1 dominan 1–3 folikel matang sebagai target umum
Estradiol Fisiologis Lebih tinggi sesuai jumlah folikel
LH surge Spontan Spontan atau dikontrol dengan trigger
Ovulasi Spontan Spontan atau hCG-triggered
Fertilisasi In vivo In vivo
Sperm delivery Ejakulasi vagina Intrauterin
Tuba Diperlukan ≥1 tuba patent diperlukan
Embryo culture Tidak Tidak
Oocyte retrieval Tidak Tidak

20. Algoritme fisiologi IUI

DAY 1
Menstruasi
   ↓
Baseline USG
   ↓
Letrozole / clomiphene / gonadotropin
   ↓
FSH effect
   ↓
Follicular recruitment
   ↓
Follicular growth
   ↓
Estradiol ↑
   ↓
USG monitoring
   ↓
Folikel matang
   ↓
LH surge spontan
        ATAU
hCG trigger
        ↓
      OVULASI
        ↓
IUI pada waktu optimal
        ↓
Sperma → uterus → tuba
        ↓
FERTILISASI
        ↓
EMBRIO
        ↓
IMPLANTASI
        ↓
hCG kehamilan

21. Perbedaan fundamental IUI vs IVF

Ini sangat penting untuk memahami rasional terapi:

IUI IVF
Folikel 1–3 umumnya ditargetkan pada stimulated IUI Multiple
Ovulasi Tetap terjadi Dicegah sampai trigger
Fertilisasi In vivo In vitro
Tuba Harus patent Tidak menjadi lokasi fertilisasi
Sperm Dimasukkan intrauterin Dipertemukan dengan oosit di laboratorium
Oosit retrieval Tidak Ya
Embryo culture Tidak Ya
Tujuan utama Meningkatkan peluang sperm–oocyte encounter Mengontrol seluruh proses fertilisasi/embriogenesis

Kalimat kunci untuk ujian

IUI merupakan intervensi yang memodifikasi folikulogenesis dan timing ovulasi, kemudian menempatkan spermatozoa yang telah diproses ke dalam kavum uteri sehingga meningkatkan jumlah sperma yang mencapai tuba pada periode sekitar ovulasi; fertilisasi dan perkembangan embrio tetap berlangsung secara in vivo.


22. Yang wajib dikuasai sebelum belajar protokol IUI

Urutan belajar yang paling logis:

1. Fisiologi HPO axis
↓
2. Follicular recruitment & selection
↓
3. Two-cell, two-gonadotropin theory
↓
4. Estradiol–FSH feedback
↓
5. LH surge
↓
6. Final oocyte maturation
↓
7. hCG trigger dan timing ovulasi
↓
8. Sperm capacitation
↓
9. Fertilisasi di ampulla
↓
10. Corpus luteum + progesterone
↓
11. Endometrial receptivity
↓
12. Implantation

Dengan alur ini, pembelajaran berikutnya akan lebih mudah untuk masuk ke indikasi IUI, seleksi pasien, stimulasi letrozole vs clomiphene vs gonadotropin, monitoring folikel, kriteria trigger hCG, timing IUI, jumlah folikel yang aman, luteal support, dan faktor kegagalan IUI.

Referensi

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Dashe JS, Hoffman BL, Casey BM, Spong CY. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, Halvorson LM, Schaffer JI, Corton MM. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Fritz MA, Speroff L. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. 9th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2019.
  4. Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine. Evidence-based treatments for couples with unexplained infertility: a guideline. Fertil Steril. 2020;113(3):533-542.
  5. Bhattacharya S, Harrild K, Mollison J, Wordsworth S, Tay C, MacLennan G, et al. Clomifene citrate or unstimulated intrauterine insemination compared with expectant management for unexplained infertility. BMJ. 2008;337:a716.
  6. Teede HJ, Tay CT, Laven JJE, Dokras A, Moran LJ, Piltonen TT, et al. Recommendations from the 2023 International Evidence-based Guideline for the Assessment and Management of Polycystic Ovary Syndrome. Fertil Steril. 2023;120(1):65-83.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...