Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

klasifikasi derajat solusio plasenta dan hubungannya dengan risiko gagal ginjal (renal failure)

✅ Klasifikasi Derajat Solusio Plasenta (Klasik – Page / Williams Obstetrics) Klasifikasi didasarkan pada: gambaran klinis ibu perdarahan terbuka / tersembunyi status hemodinamik kondisi janin derajat koagulopati 🔹 Grade 0 — Asimtomatik (Occult Abruption) Karakteristik: tidak ada tanda klinis diagnosis retrospektif pasca persalinan hematoma retroplasenta kecil Kondisi ibu dan janin: hemodinamik stabil janin normal Risiko gagal ginjal: tidak ada — tidak terdapat gangguan perfusi sistemik. 🔹 Grade 1 — Ringan (Mild Abruption) Temuan klinis: perdarahan per vaginam ringan uterus sedikit nyeri / tegang tanpa nyeri hebat TD stabil tidak ada tanda syok FHR normal Laboratorium: fibrinogen normal tanpa DIC Risiko gagal ginjal: sangat rendah → perfusi ginjal tidak terganggu, tidak terjadi vasospasme sistemik bermakna. 🔹 Grade 2 — Sedang (Moderate Abruption) Temuan: nyeri uterus + uterus tegang / hipertonia perdarahan dapat sedikit tetapi sering t...

gemelli monozygotik vs dizigotik,

  🔹 Definisi Dasar 1) Gemelli Monozygotik (Identik) Terjadi dari: satu ovum yang dibuahi satu spermatozoa kemudian mengalami pembelahan zigot pada tahap awal perkembangan embrio. Karakteristik utama: materi genetik hampir identik jenis kelamin sama fenotipe mirip Distribusi populasi ± 3–4 per 1000 kehamilan (relatif konstan, tidak dipengaruhi usia atau fertilitas). 2) Gemelli Dizygotik (Fraternal / Non-identik) Terjadi dari: dua ovum berbeda dibuahi oleh dua spermatozoa berbeda dalam satu siklus. Karakteristik: genetik setara saudara kandung biasa dapat berbeda jenis kelamin fenotipe dapat berbeda Insidensi meningkat pada: usia ibu lanjut multiparitas ras Afrika penggunaan ovulasi inducer / ART. 🟣 Perbedaan Fundamental Aspek Monozygotik Dizygotik Asal konsepsi 1 zigot membelah 2 ovum + 2 sperma Genetik hampir identik berbeda Jenis kelamin selalu sama bisa berbeda Korialitas bervariasi (tergantung waktu pembelahan)...

kelainan kongenital pada kehamilan gemelli monozygotik vs dizigotik

🔹 Gambaran Umum Kelainan kongenital pada kehamilan kembar tidak terdistribusi merata antara: kembar monozygotik (MZ) — terutama monokorionik kembar dizigotik (DZ) — selalu dikorionik Monozygotik memiliki risiko kelainan kongenital lebih tinggi dan lebih spesifik , terkait proses pembelahan zigot dan gangguan vaskular plasenta inter-twin. Dizigotik memiliki risiko kelainan kongenital mirip atau sedikit lebih tinggi dibandingkan singleton, tetapi tidak memiliki pola khas monokorionik. 🟣 Perbandingan Epidemiologi & Risiko Parameter Monozygotik Dizigotik Asal 1 zigot membelah 2 ovum + 2 sperma Korialitas bisa DCDA / MCDA / MCMA selalu DCDA Risiko kelainan kongenital mayor 2–3× lebih tinggi dari DZ & singleton sedikit ↑ vs singleton Pola anomali lebih sering discordant , asimetris, spesifik MC menyerupai populasi umum Mekanisme utama pembelahan zigot terlambat + anomali vaskular plasenta faktor genetik / lingkungan ibu Peningkat...

Selective Intrauterine Growth Restriction (sIUGR) pada kehamilan gemelli,

  🔹 Definisi — sIUGR pada Kehamilan Gemelli Selective IUGR adalah kondisi pada kehamilan kembar di mana: satu janin mengalami restriksi pertumbuhan janin lainnya memiliki pertumbuhan normal Umumnya didefinisikan sebagai: EFW (estimated fetal weight) <10th centile pada salah satu janin dan discordance berat badan ≥ 20–25% sIUGR paling sering terjadi pada kembar monokorionik karena gangguan perfusi intertwin melalui anastomosis plasenta. Pada gemelli dengan anomali kongenital salah satu janin , restriksi pertumbuhan dapat bersifat: sekunder akibat perfusi plasenta abnormal, atau bagian dari sindrom atau malformasi struktural janin tersebut. 🟣 Perbedaan Penting: MCDA vs DCDA 1️⃣ Monochorionic Diamniotic (MCDA) — risko tertinggi Mekanisme utama: distribusi plasenta yang tidak seimbang anastomosis vaskular arteri–arteri / vena–vena dapat berkaitan dengan: sIUGR tipe I–III TTTS / TAPS peningkatan risiko IUFD kembar yang sehat bila janin kecil demise ...

unconcealed (revealed) vs concealed placental abruption / solutio placenta

 ðŸ”¹ Definisi Umum Solutio Plasenta Solutio plasenta adalah pelepasan prematur plasenta yang berimplantasi normal dari dinding uterus sebelum kelahiran janin. Insiden ±0,5–1% kehamilan, namun merupakan salah satu penyebab utama: perdarahan antepartum, gawat janin, prematuritas, disseminated intravascular coagulation (DIC), dan kematian maternal–perinatal. Patogenesis utama: ruptur arteri spiral desidua → hematoma retroplasenta → diseksi lempeng plasenta dari uterus . 🟣 Klasifikasi Klinis Berdasarkan Tipe Perdarahan 1️⃣ Unconcealed / Revealed Abruption Perdarahan retroplasenta mengalir keluar melalui serviks , sehingga tampak sebagai perdarahan vagina. Ciri Klinis perdarahan pervaginam tampak jelas, nyeri abdomen / uterus tegang dapat ada atau tidak, fundus tidak selalu membesar, hipertonus uterus bervariasi. Implikasi Klinis kehilangan darah lebih mudah diperkirakan , hemodinamik maternal biasanya lebih sesuai dengan tampilan perdarahan , derajat abruptio...

optimal debulking vs sub-optimal debulking

1. Konsep Dasar Debulking / Cytoreductive Surgery Debulking adalah prosedur pembedahan sitoreduktif yang bertujuan: mengangkat sebanyak mungkin massa tumor makroskopik menurunkan beban tumor sehingga kemoterapi lebih efektif memperbaiki survival dan respons terapi Keberhasilan operasi dinilai berdasarkan sisa tumor pasca-operasi (residual disease) . Istilah yang digunakan mengikuti terminologi Gynecologic Oncology Group (GOG) dan guideline NCCN–ESGO–ESMO . 2. Definisi Operasional Residual Tumor Istilah Definisi No gross residual disease (NGR) Tidak ada tumor makroskopik tersisa Optimal debulking Sisa tumor ≤ 1 cm Sub-optimal debulking Sisa tumor > 1 cm Unresectable / inoperable Lesi tidak dapat direseksi secara aman Catatan penting klinis (sesuai perkembangan data survival modern): Target terbaik saat ini adalah complete cytoreduction / NGR karena memberikan survival paling tinggi. Istilah “optimal” (≤1 cm) masih digunakan secara historis,...

complete surgical staging, incomplete surgical staging, dan conservative surgical staging

  1. Konsep Dasar “Surgical Staging” Surgical staging adalah prosedur pembedahan terstandar untuk: menentukan stadium anatomik penyakit memperoleh diagnosis histopatologik yang akurat menentukan prognosis merencanakan terapi adjuvan yang tepat Prinsip staging bedah modern mengikuti standar: FIGO NCCN ESGO–ESMO GOG / Gynecologic Oncology Group Williams Gynecology dan Williams Obstetrics (untuk kondisi obstetri-onkologi) Derajat kelengkapan staging memengaruhi: akurasi stadium risiko under-staging / over-treatment luaran survival pilihan kemoterapi / radiasi 2. Complete Surgical Staging (Staging Bedah Komprehensif) Definisi Staging dianggap complete / optimal bila seluruh komponen prosedur staging standar sesuai organ dan jenis kanker dilakukan secara menyeluruh. Diterima sebagai gold standard terutama pada: kanker ovarium epitelial stadium awal kanker endometrium beberapa kasus tumor borderline ovarium Komponen umum (disesuaikan tumor primer) A...