Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Macam Macam Histerektomi

  Perbedaan simple hysterectomy, modified radical hysterectomy (Type II), dan radical hysterectomy (Type III) terutama ditentukan oleh luas reseksi parametrium, ligamentum uterosakral–kardinal, serta panjang vagina yang diangkat . Klasifikasi ini berasal dari klasifikasi Piver–Rutledge–Smith , yang masih banyak digunakan dalam pendidikan onkologi ginekologi, walaupun sistem modern seperti Querleu–Morrow classification juga sering dipakai. 1. Simple Hysterectomy (Type I) Definisi Pengangkatan uterus dan serviks tanpa reseksi parametrium secara signifikan . Struktur yang direseksi Uterus Serviks Struktur yang dipertahankan Parametrium Ligamentum kardinal Ligamentum uterosakral Sebagian besar vagina Panjang vagina yang diangkat ± <1 cm Pelvic lymph node Tidak selalu dilakukan kecuali dalam prosedur staging tertentu. Indikasi Penyakit jinak (mioma, adenomyosis, AUB) Kanker serviks IA1 tanpa LVSI beberapa kasus kanker endometrium awal 2. Modified Radical...

Simple histerektomi vs radikal histerektomi

  Perbedaan simple hysterectomy dan radical hysterectomy terutama terletak pada luas jaringan yang direseksi , indikasi onkologis , serta komponen anatomi yang diangkat . Dalam praktik ginekologi, pemilihan prosedur didasarkan pada risiko penyebaran kanker ke parametrium, vagina, dan jaringan sekitarnya . 1. Simple Hysterectomy (Total Hysterectomy) Definisi Simple hysterectomy adalah pengangkatan uterus dan serviks tanpa reseksi parametrium atau vagina secara luas . Struktur yang diangkat Uterus Serviks Kadang disertai: salpingectomy salpingo-oophorectomy Struktur yang tidak diangkat Parametrium Paracolpos Vagina atas (hanya sangat minimal) Ligamentum uterosakral dan kardinal tidak direseksi secara radikal Indikasi Digunakan pada penyakit non-onkologi atau kanker yang sangat awal : Mioma uteri Adenomyosis Abnormal uterine bleeding refrakter Endometrial hyperplasia Kanker endometrium stadium awal Kanker serviks mikroinvasif IA1 tanpa LVSI Pendekata...

Simple trachelectomy vs Radikal Trachelectomy

  Trachelectomy adalah prosedur pembedahan yang mengangkat serviks uterus dengan tujuan fertility-sparing surgery pada kanker serviks stadium awal. Dua bentuk utama adalah simple trachelectomy dan radical trachelectomy , yang berbeda terutama pada luas jaringan yang direseksi dan indikasi onkologinya . 1. Simple Trachelectomy Definisi Simple trachelectomy adalah pengangkatan serviks uterus tanpa reseksi luas parametrium dan tanpa reseksi bagian atas vagina secara ekstensif . Komponen yang diangkat Serviks Sedikit jaringan paracervical Vagina bagian sangat minimal Parametrium tidak direseksi signifikan Biasanya dilakukan bersamaan dengan: Pelvic lymph node assessment (sentinel lymph node atau lymphadenectomy) Indikasi utama Digunakan pada pasien dengan risiko penyebaran parametrium sangat rendah , misalnya: Kanker serviks stadium IA1 dengan LVSI IA2 IB1 dengan tumor kecil (<2 cm) pada beberapa protokol konservatif Kriteria kandidat: Tumor ≤2 cm Tid...

Diagnosis Banding Spindel Cell Carcinoma Cervix

  Dalam praktik patologi ginekologi , terdapat tiga tumor yang paling sering tertukar dengan spindle cell carcinoma serviks karena kesamaan morfologi spindle cell pada preparat histopatologi. Kesalahan diagnosis dapat berimplikasi besar terhadap terapi karena sebagian tumor tersebut adalah sarkoma murni , sedangkan spindle cell carcinoma adalah karsinoma epitelial dengan diferensiasi sarcomatoid . 1. Leiomyosarcoma Serviks Ini merupakan diagnosis banding paling sering . Asal Tumor berasal dari otot polos stroma serviks . Histopatologi Ciri khas: Sel spindle tersusun interlacing fascicles Nukleus elongated cigar-shaped Atypia berat Mitosis tinggi Tumor cell necrosis Perbedaannya dengan spindle cell carcinoma: Tidak ada komponen epitelial Pola lebih uniform fascicular Imunohistokimia Marker Hasil Desmin positif SMA positif H-caldesmon positif Cytokeratin negatif p63 negatif Kunci diagnostik: Leiomyosarcoma tidak mengekspresikan ma...

Spindle Cell Carcinoma pada Kanker Serviks

Spindle cell carcinoma (SCC-spindle type) merupakan varian langka dari karsinoma serviks yang termasuk dalam spektrum sarcomatoid carcinoma . Tumor ini menunjukkan diferensiasi epitelial dengan morfologi sel menyerupai sel mesenkimal (spindle-shaped cells) sehingga secara histologis dapat menyerupai sarkoma . Dalam literatur ginekologi onkologi, lesi ini sering diklasifikasikan sebagai sarcomatoid squamous cell carcinoma dari serviks. 1. Definisi dan Konsep Patologi Spindle cell carcinoma cervix adalah: Varian dari squamous cell carcinoma yang menunjukkan transformasi sarcomatoid dengan sel tumor berbentuk spindle dan kehilangan sebagian karakteristik epitelial. Karakteristik utama: Sel tumor fusiform / spindle-shaped Pola pertumbuhan fascicular atau storiform Aktivitas mitosis tinggi Pleomorfisme seluler Walaupun secara morfologi menyerupai sarkoma , tumor ini tetap memiliki asal epitelial . 2. Epidemiologi Tumor ini sangat jarang. Beberapa laporan menunjukkan...

Algoritma Tatalaksana Partus Prematurus Imminens (PPI)

Definisi klinis: PPI adalah kontraksi uterus sebelum 37 minggu tanpa perubahan serviks progresif atau dengan perubahan minimal. Tujuan tatalaksana adalah: Menunda persalinan (minimal 48 jam) Memberi waktu pemberian kortikosteroid untuk maturasi paru Memberi neuroproteksi janin bila perlu Mengidentifikasi penyebab yang dapat ditangani Pendekatan mengikuti prinsip dalam Williams Obstetrics dan Oxford Textbook of Obstetrics and Gynaecology . 1. Konfirmasi Diagnosis Awal Pasien dengan keluhan: Nyeri perut bawah / kontraksi Rasa tertekan di pelvis Nyeri pinggang Keputihan meningkat / bloody show Evaluasi awal Usia kehamilan Frekuensi kontraksi Pemeriksaan serviks Status membran Kondisi ibu dan janin Kriteria aktivitas uterus signifikan: ≥4 kontraksi / 20 menit ≥8 kontraksi / 60 menit 2. Evaluasi Penyebab yang Dapat Dikoreksi Penyebab yang sering memicu kontraksi: Infeksi (UTI, vaginitis, chorioamnionitis) Dehidrasi Overdistensi uterus (gemelli, po...

Grit: The Power of Passion and Perseverance

  Buku Grit: The Power of Passion and Perseverance karya Angela Duckworth membahas satu konsep psikologi utama: grit , yaitu kombinasi passion (gairah yang konsisten terhadap tujuan jangka panjang) dan perseverance (ketekunan menghadapi kesulitan dalam waktu lama) . Argumen utama buku ini adalah: keberhasilan jangka panjang lebih banyak ditentukan oleh grit daripada oleh bakat alami (talent) atau kecerdasan semata . Berikut penjelasan isi buku secara sistematis sesuai struktur utamanya. 1. Konsep Utama: Apa itu Grit Menurut Duckworth, grit adalah kombinasi dua komponen : Passion for long-term goals Konsistensi minat terhadap satu tujuan dalam jangka panjang Tidak mudah berpindah fokus Perseverance of effort Ketekunan berusaha meskipun menghadapi kegagalan, kesulitan, atau kemajuan yang lambat Secara sederhana: \textbf{Grit = Passion + Perseverance} Orang yang memiliki grit akan: tetap bekerja keras selama bertahun-tahun tidak berhenti ketika mengalami ...

Tumor sarkoma uterus

  Tumor sarkoma uterus merupakan kelompok keganasan mesenkimal yang jarang (≈3–7% keganasan uterus), namun memiliki agresivitas tinggi dan pola penyebaran hematogen. Secara histopatologi, sarkoma uterus utama terdiri dari lima tipe utama: Leiomyosarcoma (LMS) Endometrial stromal sarcoma (ESS) Adenosarcoma Carcinosarcoma / Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) Undifferentiated uterine sarcoma (UUS) Berikut penjelasan komprehensif masing-masing. 1. Leiomyosarcoma (LMS) Definisi Leiomyosarcoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel otot polos miometrium . Ini merupakan sarkoma uterus paling sering . Epidemiologi ± 60% dari seluruh sarkoma uterus Usia tersering: 40–60 tahun Tidak berhubungan dengan leiomioma benign (umumnya de novo ). Patologi Kriteria histologis klasik (Stanford criteria): Atypia sel berat Mitotic index ≥10/10 HPF Tumor cell necrosis Diagnosis ditegakkan bila ≥2 kriteria terpenuhi. Gambaran Klinik Gejala: perdarahan uterus abnormal ...

Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT)

  Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) atau uterine carcinosarcoma adalah neoplasma ganas biphasic yang berasal dari endometrium dan mengandung dua komponen histologis: epitelial (karsinoma) dan mesenkimal (sarkoma) . Saat ini, berdasarkan bukti molekuler dan patogenesis, tumor ini diklasifikasikan sebagai varian agresif dari karsinoma endometrium , bukan sarkoma uterus sejati. 1. Definisi Malignant Mixed Müllerian Tumor (MMMT) adalah tumor ganas uterus yang terdiri dari: Komponen epitelial (karsinoma) Komponen mesenkimal (sarkoma) Kedua komponen berasal dari klon epitelial yang sama (monoclonal origin) melalui proses epithelial–mesenchymal transition (EMT) . Istilah lain: Carcinosarcoma Uterine carcinosarcoma Lokasi tersering: Uterus (endometrium) Jarang: ovarium tuba fallopi peritoneum 2. Epidemiologi ± 2–5% kanker uterus Tetapi menyumbang hingga 15% kematian akibat kanker uterus Usia rata-rata: 65–70 tahun Lebih sering pada postmenopause Fakt...

Tumor Marker pada Kasus Ginekologis

Tumor marker pada ginekologi adalah biomarker biologis (umumnya protein, glikoprotein, atau hormon) yang dapat diukur dalam serum, jaringan, atau cairan tubuh, dan digunakan untuk mendukung diagnosis, menentukan prognosis, memantau respons terapi, serta mendeteksi kekambuhan pada keganasan ginekologi. Secara prinsip, tumor marker tidak digunakan sebagai alat diagnosis tunggal , tetapi dikombinasikan dengan temuan klinis, imaging, dan histopatologi. Berikut tumor marker utama pada onkologi ginekologi berdasarkan jenis keganasannya. 1. Tumor Marker pada Kanker Ovarium Kanker ovarium memiliki jumlah tumor marker paling banyak karena heterogenitas histologinya. A. Epitelial Ovarian Cancer Marker utama: Tumor Marker Keterangan Klinis CA-125 (Cancer Antigen 125) Marker paling penting untuk kanker ovarium epitelial, terutama serous carcinoma HE4 (Human Epididymis Protein 4) Lebih spesifik dibanding CA-125; digunakan dalam algoritma ROMA score CA19-9 Meningkat pada m...

Konsep Conservative Surgical Staging dalam Onkologi Ginekologi

  Conservative surgical staging adalah prosedur pembedahan staging onkologis yang tetap mengikuti prinsip penentuan stadium secara komprehensif, namun mempertahankan fertilitas dan fungsi hormonal ovarium/uterus pada pasien yang memenuhi kriteria seleksi ketat. Pendekatan ini terutama relevan pada pasien usia reproduktif dengan stadium awal dan faktor risiko rendah , sebagaimana dibahas dalam Williams Gynecology dan literatur onkologi ginekologi modern. 1️⃣ Prinsip Dasar Surgical Staging Secara umum, surgical staging bertujuan untuk: Menentukan stadium penyakit secara akurat Mengidentifikasi penyebaran mikroskopik Menentukan kebutuhan terapi adjuvan Memberikan informasi prognosis Dalam konteks klasik (non-konservatif), prosedur dapat mencakup: TAH-BSO Omentektomi Peritoneal washing Biopsi peritoneal multipel Sampling/diseksi kelenjar limfe pelvis dan paraaorta 2️⃣ Conservative Surgical Staging: Definisi Operasional Pendekatan konservatif berarti: Menghin...

Konsep Dasar IUGR

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau fetal growth restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan genetiknya. Secara klinis, sering didefinisikan sebagai estimasi berat janin (EFW) < persentil ke-10 untuk usia gestasi, dengan parameter tambahan (Doppler umbilikalis, AC < p10, atau EFW < p3) untuk membedakan janin kecil konstitusional dari FGR patologis. Klasifikasi klasik berdasarkan pola biometrik membagi menjadi: IUGR simetris (proportionate) IUGR asimetris (disproportionate) Pendekatan ini tetap relevan dalam memahami patofisiologi dan waktu terjadinya gangguan pertumbuhan, sebagaimana dibahas dalam Williams Obstetrics dan literatur fetomaternal modern. 1️⃣ IUGR Simetris (Proportionate FGR) Karakteristik Semua parameter biometrik (BPD/HC, AC, FL) ↓ secara proporsional HC/AC ratio normal Berat janin < p10 dengan ukuran kepala dan abdomen sama-sama kecil Sering onset trimester I atau awal trimester II Patofisiologi...

Etiologi / Penyebab Fetal Body Wall Complex (FBWC)

FBWC merupakan malformasi embrionik berat yang terjadi sangat dini (minggu ke-3–4 embriogenesis) . Sampai saat ini penyebab pasti belum tunggal , tetapi terdapat beberapa mekanisme patogenetik utama yang didukung literatur embriologi dan obstetri. 1. Defek lipatan embrio (embryonic folding defect) – teori paling diterima Mekanisme Pada minggu ke-4, embrio mengalami lipatan kraniokaudal dan lateral untuk membentuk: dinding torakoabdominal rongga tubuh tali pusat Kegagalan proses folding → defek dinding tubuh luas eviscerasi organ tali pusat sangat pendek/tidak terbentuk skoliosis dan kelainan ekstremitas Alasan teori ini paling kuat Mampu menjelaskan kombinasi kelainan simultan pada FBWC. Sesuai dengan waktu kejadian sangat dini sebelum organogenesis selesai. 2. Disrupsi vaskular embrionik (vascular disruption theory) Mekanisme Gangguan perfusi embrio awal → iskemia jaringan → nekrosis dan kegagalan pembentukan struktur tubuh. Dapat disebabkan: trombos...

Fetal Body Wall Complex (FBWC)

  Definisi Fetal Body Wall Complex (FBWC) adalah kelainan kongenital letal yang ditandai oleh defek besar dinding tubuh anterior disertai eviscerasi organ intraabdominal/toraks , kelainan tali pusat sangat pendek atau tidak terbentuk , serta anomali skeletal berat (misalnya skoliosis berat, limb defects). Kondisi ini termasuk spektrum Limb–Body Wall Complex (LBWC) . FBWC hampir selalu berujung kematian intrauterin atau neonatal dini . Epidemiologi Insidensi sekitar 1 : 10.000 – 1 : 40.000 kehamilan . Tidak ada hubungan jelas dengan faktor genetik herediter; sebagian besar sporadik . Patogenesis (Teori utama) Beberapa mekanisme yang diusulkan: Early amnion rupture sequence Ruptur amnion dini → pita amnion → destruksi dinding tubuh dan ekstremitas. Vascular disruption theory Gangguan perfusi embrionik awal → nekrosis jaringan → kegagalan penutupan dinding tubuh. Embryonic folding defect theory (paling diterima) Gangguan lipatan kranio-kaudal dan lateral...

Kriteria Rotterdam untuk Diagnosis PCOS

  Definisi Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin–metabolik kompleks yang ditandai oleh disfungsi ovulasi, hiperandrogenisme, dan morfologi ovarium polikistik , setelah penyebab lain disingkirkan. Konsensus Rotterdam 2003 menetapkan diagnosis bila ≥2 dari 3 kriteria berikut terpenuhi. Tiga Kriteria Utama Rotterdam 1. Oligo-ovulasi atau anovulasi Manifestasi klinis: Siklus haid >35 hari atau <8 kali/tahun Amenore ≥3 bulan Infertilitas anovulatorik 2. Hiperandrogenisme Klinis: Hirsutisme (skor Ferriman-Gallwey meningkat) Akne persisten Alopecia androgenik Biokimia: ↑ testosteron total/ bebas ↑ DHEAS atau androstenedion 3. Morfologi ovarium polikistik pada USG Minimal salah satu: ≥20 folikel berdiameter 2–9 mm pada satu ovarium (teknologi USG modern) Volume ovarium ≥10 mL (Ambang folikel awal Rotterdam: ≥12; kini direvisi karena resolusi USG meningkat.) Syarat Penting Diagnosis hanya ditegakkan setelah eksklusi penyebab ...

Derajat (Grade) Adhesi Intraabdomen / Pelvis

Adhesi adalah perlekatan abnormal jaringan fibrosa antara dua permukaan serosa akibat proses inflamasi, iskemia, trauma bedah, endometriosis, infeksi, atau keganasan. Dalam praktik obstetri–ginekologi dan onkologi ginekologi, penilaian grade adhesi penting untuk: Prediksi kesulitan operasi Risiko perdarahan & cedera organ Prognosis fertilitas Perencanaan debulking surgery (misalnya Ca ovarium stadium lanjut) Klasifikasi Derajat Adhesi (Paling sering digunakan secara klinis) Grade 0 – Tidak ada adhesi Organ bebas, anatomi normal Mobilitas jaringan baik Grade I – Adhesi ringan Adhesi tipis, filmy, transparan Mudah dilepaskan dengan blunt dissection Minimal vaskularisasi Tidak menyebabkan distorsi anatomi signifikan 📌 Contoh: Adhesi tipis antara uterus–omentum Adhesi minor pasca SC Grade II – Adhesi sedang Adhesi lebih tebal Mulai vaskularisasi Memerlukan sharp dissection Distorsi anatomi ringan–sedang Mobilitas organ berkurang 📌 Contoh: Ovar...

Konsolidasi kemoterapi (consolidation chemotherapy)

Merupakan Fase terapi sistemik yang diberikan setelah tercapai respons awal (complete response atau partial response bermakna) terhadap terapi induksi, dengan tujuan utama mengeliminasi penyakit residual mikroskopik (minimal residual disease, MRD) dan menurunkan risiko relaps , sehingga memperpanjang disease-free survival (DFS) dan overall survival (OS). Tujuan utama Eradikasi sel tumor sisa yang tidak terdeteksi secara klinis/radiologis. Menstabilkan respons yang telah dicapai pada fase induksi. Menurunkan angka kekambuhan lokal maupun sistemik. Perbedaan dengan fase kemoterapi lain Fase Waktu pemberian Tujuan Neoadjuvan / Induksi Sebelum terapi definitif (operasi/radioterapi) Mengecilkan tumor, mengontrol penyakit Konsolidasi Setelah respons awal tercapai Eliminasi residual disease, cegah relaps Adjuvan Setelah terapi lokal definitif Membunuh mikrometastasis Maintenance Jangka panjang, dosis rendah Mempertahankan remisi Dalam banyak liter...