Langsung ke konten utama

Konsep Conservative Surgical Staging dalam Onkologi Ginekologi

 

Conservative surgical staging adalah prosedur pembedahan staging onkologis yang tetap mengikuti prinsip penentuan stadium secara komprehensif, namun mempertahankan fertilitas dan fungsi hormonal ovarium/uterus pada pasien yang memenuhi kriteria seleksi ketat.

Pendekatan ini terutama relevan pada pasien usia reproduktif dengan stadium awal dan faktor risiko rendah, sebagaimana dibahas dalam Williams Gynecology dan literatur onkologi ginekologi modern.


1️⃣ Prinsip Dasar Surgical Staging

Secara umum, surgical staging bertujuan untuk:

  • Menentukan stadium penyakit secara akurat
  • Mengidentifikasi penyebaran mikroskopik
  • Menentukan kebutuhan terapi adjuvan
  • Memberikan informasi prognosis

Dalam konteks klasik (non-konservatif), prosedur dapat mencakup:

  • TAH-BSO
  • Omentektomi
  • Peritoneal washing
  • Biopsi peritoneal multipel
  • Sampling/diseksi kelenjar limfe pelvis dan paraaorta

2️⃣ Conservative Surgical Staging: Definisi Operasional

Pendekatan konservatif berarti:

  • Menghindari histerektomi total
  • Mempertahankan uterus dan/atau satu ovarium
  • Tetap melakukan prosedur staging yang adekuat

3️⃣ Indikasi Utama

A. Karsinoma Ovarium Stadium Awal

Terutama:

  • Stadium IA
  • Grade rendah
  • Histologi favorable (mucinous, endometrioid low-grade)

Prosedur yang dilakukan:

  • Unilateral salpingo-ooforektomi
  • Peritoneal washing
  • Inspeksi seluruh kavum abdomen
  • Biopsi peritoneal
  • Omentektomi infrakolik
  • Sampling nodus limfe pelvis ± paraaorta

Kontralateral ovarium dan uterus dipertahankan.


B. Kanker Serviks Stadium Awal

Pada:

  • Stadium IA1 tanpa LVSI
  • IA1 dengan LVSI terpilih
  • IB1 ukuran kecil (<2 cm, sangat selektif)

Pendekatan:

  • Konisasi (IA1 tanpa LVSI)
  • Trakelektomi radikal + limfadenektomi pelvis

Uterus dipertahankan untuk fertilitas.


C. Kanker Endometrium Stadium Awal (Kasus Sangat Selektif)

Pendekatan konservatif jarang berupa staging bedah klasik, namun lebih berupa terapi hormonal (progestin) pada:

  • Grade 1
  • Tanpa invasi miometrium
  • Tanpa LVSI

4️⃣ Tujuan Klinis

  • Preservasi fertilitas
  • Preservasi fungsi endokrin ovarium
  • Tetap mempertahankan akurasi staging

5️⃣ Seleksi Pasien (Kriteria Ketat)

Pasien harus:

  • Usia reproduktif
  • Menginginkan fertilitas
  • Stadium awal (IA)
  • Histologi low-grade
  • Tidak ada invasi kapsul / rupture (pada ovarium)
  • Imaging tidak menunjukkan metastasis

Evaluasi intraoperatif dan frozen section menjadi kunci.


6️⃣ Risiko dan Pertimbangan Onkologis

  • Risiko under-staging
  • Risiko residif di ovarium kontralateral
  • Perlu follow-up ketat
  • Perlu konseling fertilitas dan risiko residif

Literatur menunjukkan bahwa pada stadium IA low-risk ovarian cancer, survival rate mendekati prosedur radikal bila staging adekuat.


7️⃣ Perspektif Evidence-Based

Pada kanker ovarium stadium IA low-risk:

  • Survival 5 tahun > 90%
  • Tidak ada perbedaan signifikan overall survival antara konservatif dan radikal jika staging lengkap

Pada kanker serviks awal:

  • Trakelektomi radikal memiliki angka kehamilan pasca tindakan sekitar 40–70%
  • Risiko prematuritas meningkat

8️⃣ Kesimpulan Klinis

Conservative surgical staging adalah:

  • Strategi onkologis berbasis seleksi ketat
  • Aman pada stadium awal dan risiko rendah
  • Memerlukan teknik bedah onkologi yang adekuat
  • Harus dilakukan di pusat rujukan dengan pengalaman onkologi ginekologi

Keputusan bersifat individual dan multidisipliner.


Referensi (Vancouver)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Ovarian Cancer. In: Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Cervical Cancer. In: Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Berek JS, Matias-Guiu X, Creutzberg C, et al. FIGO staging of ovarian, fallopian tube, and peritoneal cancer. Int J Gynecol Obstet. 2014.
  4. Bentivegna E, Maulard A, Pautier P, et al. Fertility-sparing surgery in epithelial ovarian cancer. Lancet Oncol. 2016.
  5. Plante M. Radical trachelectomy in early-stage cervical cancer. Gynecol Oncol. 2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...