Langsung ke konten utama

Mola Hidatidosa

## 1. Definisi

Mola hidatidosa merupakan bagian dari spektrum **Gestational Trophoblastic Disease (GTD)**, yaitu kelainan proliferasi abnormal jaringan trofoblas yang berasal dari produk konsepsi. Secara makroskopis ditandai dengan degenerasi hidropik vili korialis disertai proliferasi trofoblas dengan derajat bervariasi.¹


---

## 2. Klasifikasi

### A. Mola Hidatidosa Komplit (Complete Hydatidiform Mole)

- Seluruh vili korialis mengalami degenerasi hidropik

- **Tidak ditemukan jaringan embrio/fetus**

- Kariotipe: **46,XX** (90%) atau 46,XY — seluruh kromosom bersifat **androgenetik** (paternal origin)

- Mekanisme: fertilisasi ovum kosong (anukleasi) oleh satu sperma yang kemudian mengalami duplikasi, atau oleh dua sperma (dispermi)


### B. Mola Hidatidosa Parsial (Partial Hydatidiform Mole)

- Sebagian vili korialis normal, sebagian mengalami degenerasi hidropik

- **Dapat ditemukan jaringan embrio/fetus** (umumnya tidak viable)

- Kariotipe: **Triploid** (69,XXX atau 69,XXY atau 69,XYY)

- Mekanisme: fertilisasi ovum normal oleh dua sperma¹²


---

## 3. Epidemiologi

- Insidens bervariasi secara geografis:

  - Asia Tenggara & Asia Timur: **1 per 120 kehamilan**

  - Amerika Utara & Eropa: **1 per 1.000–1.500 kehamilan**

- Faktor risiko:

  - Usia maternal **< 20 tahun** atau **> 35 tahun**

  - Riwayat mola sebelumnya (risiko rekurensi meningkat 1–2%)

  - Defisiensi karotenoid dan vitamin A

  - Golongan darah tertentu¹³

---

## 4. Patofisiologi

Pada mola komplit, proliferasi trofoblas yang tidak terkendali menyebabkan:

1. **Produksi β-hCG masif** → stimulasi ovarium berlebihan → kista teka-lutein bilateral

2. **Degenerasi hidropik vili** → akumulasi cairan dalam stroma vili

3. **Tidak terbentuknya sirkulasi feto-plasental** → tidak ada embrio viable

Pada mola parsial, proliferasi trofoblas lebih ringan, dan dapat terbentuk sirkulasi feto-plasental rudimenter.¹

---

## 5. Manifestasi Klinis

| Gejala/Tanda | Mola Komplit | Mola Parsial |

|---|---|---|

| Perdarahan per vaginam | ++ (hampir selalu) | + |

| Uterus lebih besar dari usia kehamilan | ++ | Jarang |

| Hiperemesis gravidarum | ++ | + |

| Preeklampsia dini (< 20 minggu) | + | Jarang |

| Kista teka-lutein | ++ | Jarang |

| β-hCG sangat tinggi (> 100.000 mIU/mL) | ++ | + (lebih rendah) |

| Hipertiroidisme (TSH ↓) | Kadang | Jarang |


---

## 6. Diagnosis

### A. Ultrasonografi (USG)

- **Mola Komplit**: gambaran "**snowstorm appearance**" — massa ekogenik heterogen tanpa kantong gestasi maupun embrio

- **Mola Parsial**: gambaran "**Swiss cheese appearance**" pada plasenta, dapat terlihat embrio/fetus dengan anomali berat

- USG transvaginal meningkatkan sensitivitas diagnostik, terutama pada trimester pertama¹


### B. Kadar β-hCG Serum

- Mola komplit: umumnya **> 100.000 mIU/mL**

- Mola parsial: lebih rendah, dapat overlapping dengan kehamilan normal

- Penting sebagai **marker monitoring** pasca-evakuasi¹²


### C. Histopatologi

- Merupakan **gold standard** diagnosis

- Mola komplit: hiperplasia trofoblas sirkumferensial, vili avaskular, tidak ada stroma fetal

- Mola parsial: hiperplasia trofoblas fokal, vili dengan fibrosis stroma, dapat ditemukan eritrosit fetal¹


---


## 7. Tatalaksana


### A. Evakuasi Mola

- **Suction curettage (vakum kuretase)** → metode pilihan utama

- Dilakukan dengan:

  - Persiapan golongan darah dan darah lengkap

  - Infus oksitosin intraoperatif untuk mengurangi perdarahan

  - Histerektomi dipertimbangkan pada wanita yang tidak menginginkan fertilitas di masa depan

- **Pemberian anti-D immunoglobulin** pada pasien Rh-negatif¹³


### B. Monitoring Pasca-Evakuasi

- Pemeriksaan **β-hCG serial** setiap 1–2 minggu hingga negatif 3 kali berturut-turut

- **Kontrasepsi** (dianjurkan OCP) selama minimal **6–12 bulan**

- Chest X-ray untuk menyingkirkan metastasis paru


### C. Kriteria Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN) Pasca-Mola

Berdasarkan **FIGO 2000**, diagnosis GTN ditegakkan bila:

1. β-hCG plateau (< 10% penurunan) selama **3 minggu berturut-turut**

2. β-hCG **meningkat ≥ 10%** selama 2 minggu berturut-turut

3. β-hCG masih terdeteksi **> 6 bulan** pasca-evakuasi

4. Ditemukan bukti histologis koriokarsinoma¹²


---

## 8. Komplikasi

- **Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN)**:

  - Mola invasif

  - Koriokarsinoma

  - Placental site trophoblastic tumor (PSTT)

- Risiko transformasi maligna:

  - Mola komplit: **15–20%**

  - Mola parsial: **< 5%**

- Perdarahan masif intraoperatif

- Emboli trofoblas pulmonal

- Tiroid storm (pada kasus dengan hipertiroidisme)¹³


---

## 9. Prognosis

Dengan monitoring β-hCG yang ketat dan tatalaksana kemoterapi yang adekuat bila terjadi GTN, **angka kesembuhan mendekati 100%** — termasuk pada kasus dengan metastasis. Ini menjadikan GTD salah satu keganasan ginekologi dengan prognosis terbaik.¹


---

## Daftar Pustaka

1. Cunningham FG, Leveno KJ, Dashe JS, Hoffman BL, Spong CY, Casey BM. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2022. Chapter 20: Gestational Trophoblastic Disease. p. 397–418.

2. Schorge JO, Schaffer JI, Halvorson LM, Bradshaw KD, Cunningham FG. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2020. Chapter 37: Gestational Trophoblastic Disease. p. 878–902.

3. Seckl MJ, Sebire NJ, Berkowitz RS. Gestational trophoblastic disease. Lancet. 2010;376(9742):717–29.

4. Ngan HYS, Seckl MJ, Berkowitz RS, Xiang Y, Golfier F, Sekharan PK, et al. Update on the diagnosis and management of gestational trophoblastic disease. Int J Gynaecol Obstet. 2018;143(Suppl 2):79–85.

5. Tidy J, Seckl M, Hancock BW. Management of gestational trophoblastic disease. Green-top Guideline No. 38. London: Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG); 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...