Langsung ke konten utama

Teratoma (Germ Cell Tumor Ovarium)

 

1. Definisi

Teratoma adalah tumor sel germinal yang berasal dari sel totipoten dan mengandung jaringan dari ≥2 lapisan germinal:

  • Ektoderm
  • Mesoderm
  • Endoderm

👉 Dapat berisi rambut, gigi, tulang, jaringan saraf, dll.


2. Klasifikasi

A. Mature Teratoma (Benign)

Mature cystic teratoma (dermoid cyst)

  • Paling sering (±90% teratoma ovarium)
  • Jinak
  • Usia reproduktif

Ciri khas:

  • Kista berisi:
    • Sebum
    • Rambut
    • Gigi (pathognomonic)

B. Immature Teratoma (Malignant)

  • Mengandung jaringan embrional imatur (terutama neuroectoderm)
  • Jarang (<1%)
  • Usia muda (remaja)

👉 Derajat ditentukan oleh jumlah jaringan imatur (grading 1–3)


C. Monodermal Teratoma (Specialized)

Contoh:

  • Struma ovarii → dominan jaringan tiroid
  • Carcinoid tumor

3. Epidemiologi

  • 10–20% dari semua tumor ovarium
  • Tumor ovarium tersering pada wanita usia reproduktif
  • Bilateral ±10–15%

4. Patofisiologi

  • Berasal dari oosit primordial (parthenogenetic activation)
  • Mengalami diferensiasi ke berbagai jaringan

👉 Mature:

  • Diferensiasi lengkap → jaringan dewasa

👉 Immature:

  • Diferensiasi tidak sempurna → sifat ganas

5. Gambaran Klinis

Umumnya:

  • Asimptomatik (insidental)

Jika simptomatik:

  • Nyeri perut bawah
  • Massa pelvis
  • Rasa penuh abdomen

Komplikasi khas (high-yield)

1. Torsi ovarium (paling sering)

  • Karena massa ringan dan mobile

2. Ruptur

  • → chemical peritonitis

3. Infeksi (jarang)

4. Malignant transformation (±1–2%)

  • Biasanya → squamous cell carcinoma

6. Diagnosis

A. USG Transvaginal (modalitas utama)

Temuan khas:

  • Dermoid plug (Rokitansky nodule)
  • Echogenic mass
  • Shadowing (akibat rambut/gigi)
  • “Tip of the iceberg sign”

B. CT / MRI

  • Untuk konfirmasi:
    • Lemak → sangat spesifik
    • Kalsifikasi (gigi)

C. Tumor marker

Biasanya:

  • Normal pada mature teratoma

Immature:

  • AFP bisa meningkat
  • LDH, β-hCG (tergantung komponen lain)

7. Tatalaksana

A. Mature Teratoma

Indikasi operasi:

  • Ukuran >5 cm
  • Simptomatik
  • Risiko torsi

Pilihan:

  • Kistektomi ovarium (fertility sparing)
  • Ooforektomi (jika besar/kerusakan ovarium)

👉 Laparoskopi preferred


B. Immature Teratoma

Terapi utama:

  • Surgery staging (fertility sparing jika memungkinkan)

Kemoterapi:

  • BEP regimen:
    • Bleomycin
    • Etoposide
    • Cisplatin

8. Staging

Mengikuti sistem FIGO staging system untuk kanker ovarium:

  • Stage I: terbatas di ovarium
  • Stage II–IV: penyebaran lebih luas

9. Prognosis

Mature:

  • Sangat baik (benign)

Immature:

  • Bergantung:
    • Stage
    • Grade

👉 Stage I, grade rendah → survival sangat tinggi (>90%)


10. Clinical Pearls (level ujian & praktik)

  • Tumor ovarium paling sering pada usia reproduktif → mature cystic teratoma
  • Komplikasi tersering → torsi
  • Adanya lemak pada imaging = hampir pasti teratoma
  • Malignant transformation jarang, tapi harus diwaspadai pada usia tua

Kesimpulan

  • Teratoma adalah tumor germ cell dengan diferensiasi multi-jaringan
  • Mayoritas adalah mature cystic teratoma (jinak)
  • Namun immature teratoma bersifat ganas dan memerlukan terapi multimodal

Referensi (Vancouver style)

  1. Hoffman BL, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  2. Berek JS, et al. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Lippincott; 2020.
  3. Kurman RJ, et al. WHO Classification of Tumours of Female Reproductive Organs.
  4. AJOG. Germ cell tumors of the ovary.
  5. NCCN Guidelines: Ovarian Germ Cell Tumors.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...