Langsung ke konten utama

Skoring Penyakit Trofoblas Gestasional (PTG)

Sistem yang digunakan secara global adalah FIGO/WHO Risk Scoring System untuk Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN).

👉 Tujuan:

  • Menentukan low-risk vs high-risk
  • Menentukan regimen kemoterapi (single vs multi-agent)

1. Parameter Skoring FIGO/WHO

Parameter 0 1 2 4
Usia (tahun) <40 ≥40
Jenis kehamilan sebelumnya Mole Abortus Aterm
Interval dari kehamilan (bulan) <4 4–6 7–12 >12
β-hCG (IU/L) <10³ 10³–10⁴ 10⁴–10⁵ >10⁵
Ukuran tumor terbesar <3 cm 3–5 cm >5 cm
Lokasi metastasis Paru Limpa/ginjal Otak/hati
Jumlah metastasis 0 1–4 5–8 >8
Riwayat kemoterapi Single drug ≥2 drugs

2. Interpretasi Skor

  • Low risk (≤6)
    Kemoterapi single agent

    • Methotrexate ± folinic acid
    • Actinomycin-D
  • High risk (≥7)
    Multi-agent chemotherapy

    • Regimen standar: EMA-CO
      • Etoposide, Methotrexate, Actinomycin-D
      • Cyclophosphamide, Vincristine

3. Clinical High-Yield Points

A. Diagnosis GTN (FIGO criteria)

Tidak semua PTG perlu skoring—hanya bila sudah masuk GTN, yaitu:

  • Plateau β-hCG (4x dalam 3 minggu)
  • Rise β-hCG (3x dalam 2 minggu)
  • Persisten >6 bulan
  • Histologi choriocarcinoma

B. Faktor paling prognostik (sering keluar ujian)

  1. β-hCG level
  2. Lokasi metastasis (otak/hati = skor 4)
  3. Interval kehamilan >12 bulan
  4. Jumlah metastasis

C. Korelasi klinis penting

  • Low-risk → cure rate ~100%
  • High-risk → tetap curable (>80–90%) dengan regimen agresif

D. Special consideration

  • Metastasis otak/hati → risiko perdarahan tinggi → perlu pendekatan khusus (± radiasi)

4. Ringkasan cepat

👉 Hitung skor dari 8 parameter
👉 ≤6 → low risk → single agent
👉 ≥7 → high risk → EMA-CO


Referensi (Vancouver)

  1. Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  2. Lurain JR. Gestational trophoblastic disease. Am J Obstet Gynecol. 2010;203(6):531–539.
  3. FIGO Oncology Committee. FIGO staging for GTN. Int J Gynecol Obstet. 2002.
  4. Seckl MJ, et al. Gestational trophoblastic disease. Lancet. 2010;376:717–729.
  5. Berkowitz RS, Goldstein DP. GTD. Williams Gynecology. 4th ed. 2020.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...