Langsung ke konten utama

Sertoli–Leydig Cell Tumor (SLCT) Ovarium

1. Definisi

Sertoli–Leydig cell tumor (SLCT) adalah tumor ovarium yang berasal dari sex cord–stromal, terdiri dari sel yang menyerupai:

  • Sertoli cells (tubulus testikular)
  • Leydig cells (penghasil androgen)

👉 Ciri khas:

  • Tumor penghasil androgen (virilizing tumor)

2. Epidemiologi

  • Jarang (<0,5% tumor ovarium)
  • Usia:
    • Wanita muda (20–30 tahun)
  • Umumnya:
    • Unilateral
    • Stadium awal saat diagnosis

3. Patofisiologi

  • Berasal dari sex cord stromal differentiation
  • Sel Leydig → produksi testosteron

👉 Akibat:

  • Hiperandrogenisme
  • Supresi sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium

4. Gambaran Klinis (high-yield)

A. Manifestasi androgen (paling khas)

  • Hirsutisme
  • Jerawat
  • Suara berat
  • Alopecia androgenik
  • Clitoromegaly (tanda lanjut)

B. Gangguan menstruasi

  • Oligomenore
  • Amenore

C. Massa pelvis

  • Nyeri perut
  • Teraba massa ovarium

D. Jarang:

  • Estrogenik (bila diferensiasi campuran)

5. Tumor Marker

Marker utama:

  • Testosteron ↑ (kunci diagnosis)

Marker tambahan:

  • Inhibin (kadang meningkat)
  • AFP:
    • Bisa meningkat jika ada komponen heterolog (jarang)

6. Diagnosis

A. Laboratorium

  • Testosteron total ↑ signifikan
  • DHEAS:
    • Normal → sumber ovarium
    • Tinggi → pikirkan adrenal

B. Imaging

  • USG:
    • Massa solid
    • Unilateral
  • CT/MRI:
    • Evaluasi staging

C. Histopatologi

  • Tubulus menyerupai testis
  • Sel Leydig dengan sitoplasma eosinofilik

7. Klasifikasi Histologis

Berdasarkan derajat diferensiasi:

  • Well-differentiated → jinak/low grade
  • Intermediate
  • Poorly differentiated → lebih ganas

8. Staging

Mengikuti FIGO staging system ovarium

👉 Mayoritas:

  • Stage I saat diagnosis

9. Tatalaksana

A. Stadium awal (wanita muda)

👉 Fertility-sparing surgery

  • Unilateral salpingo-oophorectomy
  • Staging selektif

B. Stadium lanjut / high grade

  • Histerektomi total + BSO
  • Kemoterapi:
    • Regimen seperti germ cell tumor (BEP)

10. Prognosis

  • Umumnya baik
  • Faktor prognostik:
    • Stage
    • Derajat diferensiasi

👉 Well-differentiated:

  • Survival sangat tinggi

👉 Poorly differentiated:

  • Risiko metastasis ↑

11. Diagnosis Banding (hiperandrogenisme)

  • PCOS
  • Tumor adrenal
  • Granulosa cell tumor (lebih estrogenik)
  • Hiperplasia adrenal

12. Clinical Pearls (level ujian)

  • Wanita muda + virilisasi cepat → pikirkan SLCT
  • Testosteron tinggi + DHEAS normal → sumber ovarium
  • Sebagian besar unilateral dan stage awal
  • Fertility-sparing adalah standar pada pasien muda

13. Perbandingan dengan Tumor Sex Cord Lain

Tumor Hormon Gejala
SLCT Androgen ↑ Virilisasi
Granulosa cell tumor Estrogen ↑ Perdarahan abnormal
Thecoma Estrogen ↑ Postmenopausal bleeding

Kesimpulan

  • SLCT adalah tumor sex cord stromal yang:
    • Menghasilkan androgen
    • Menyebabkan virilisasi
  • Diagnosis berbasis:
    • Klinis + testosteron ↑
  • Tatalaksana utama:
    • Surgery (fertility sparing) ± kemoterapi

Referensi (Vancouver style)

  1. Hoffman BL, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  2. Berek JS, et al. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Lippincott; 2020.
  3. Kurman RJ. WHO Classification of Tumours of Female Reproductive Organs.
  4. AJOG. Sex cord-stromal tumors of the ovary.
  5. NCCN Guidelines: Ovarian Cancer.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...