Langsung ke konten utama

Konsep Dasar IUGR

Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau fetal growth restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan genetiknya. Secara klinis, sering didefinisikan sebagai estimasi berat janin (EFW) < persentil ke-10 untuk usia gestasi, dengan parameter tambahan (Doppler umbilikalis, AC < p10, atau EFW < p3) untuk membedakan janin kecil konstitusional dari FGR patologis.

Klasifikasi klasik berdasarkan pola biometrik membagi menjadi:

  1. IUGR simetris (proportionate)
  2. IUGR asimetris (disproportionate)

Pendekatan ini tetap relevan dalam memahami patofisiologi dan waktu terjadinya gangguan pertumbuhan, sebagaimana dibahas dalam Williams Obstetrics dan literatur fetomaternal modern.


1️⃣ IUGR Simetris (Proportionate FGR)

Karakteristik

  • Semua parameter biometrik (BPD/HC, AC, FL) ↓ secara proporsional
  • HC/AC ratio normal
  • Berat janin < p10 dengan ukuran kepala dan abdomen sama-sama kecil
  • Sering onset trimester I atau awal trimester II

Patofisiologi

Terjadi akibat gangguan pertumbuhan pada fase hiperplasia seluler (early gestation).
Pada fase ini dominan proliferasi sel → jika terjadi insult, maka:

  • ↓ jumlah sel total
  • Pertumbuhan seluruh organ terganggu
  • Tidak ada “brain sparing effect”

Karena jumlah sel berkurang permanen, prognosis jangka panjang (neurologis dan kognitif) lebih buruk dibanding tipe asimetris.

Etiologi Utama

Gangguan intrinsik janin:

  • Kelainan kromosom (misal trisomi 13, 18)
  • Infeksi kongenital (TORCH)
  • Paparan teratogen
  • Malformasi mayor
  • Gangguan metabolik genetik

Dalam praktik klinis, jika ditemukan FGR simetris dini → evaluasi kelainan struktural dan pertimbangkan analisis genetik.


2️⃣ IUGR Asimetris (Disproportionate FGR)

Karakteristik

  • AC ↓ signifikan
  • HC relatif normal
  • HC/AC ratio meningkat
  • “Head sparing phenomenon”
  • Biasanya onset trimester III

Patofisiologi

Terjadi pada fase hipertrofi seluler (late gestation).

Mekanismenya:

  1. Insufisiensi uteroplasenta
  2. Hipoksia kronik
  3. Redistribusi aliran darah (brain-sparing effect):
    • ↑ aliran ke otak, jantung, adrenal
    • ↓ aliran ke organ viseral (hepar → AC mengecil)

Secara Doppler:

  • ↑ resistensi arteri umbilikalis
  • ↓ PI arteri serebri media (MCA)
  • CPR (cerebroplacental ratio) menurun

Jumlah sel relatif normal, tetapi ukuran sel mengecil → prognosis neurologis relatif lebih baik bila dibandingkan simetris.

Etiologi Utama

Gangguan uteroplasenta / maternal:

  • Preeklampsia
  • Hipertensi kronik
  • Penyakit vaskular maternal
  • Malnutrisi berat
  • Kehamilan ganda dengan discordant growth

Perbandingan Ringkas

Aspek Simetris Asimetris
Waktu onset Trimester I–II Trimester III
Parameter Semua kecil AC paling kecil
HC/AC ratio Normal Meningkat
Brain sparing Tidak ada Ada
Etiologi Janin intrinsik Plasenta/maternal
Prognosis neurologis Lebih buruk Lebih baik relatif

Implikasi Klinis Modern

Klasifikasi klasik simetris vs asimetris membantu memahami etiologi, tetapi pendekatan kontemporer lebih menekankan:

  • Early-onset FGR (<32 minggu)
  • Late-onset FGR (≥32 minggu)

Karena pendekatan monitoring dan timing terminasi berbeda secara signifikan (Doppler ductus venosus pada early-onset, CPR pada late-onset).


Prognosis

IUGR Simetris

  • Risiko gangguan neurodevelopment lebih tinggi
  • Mortalitas perinatal meningkat
  • Sering berkaitan kelainan genetik

IUGR Asimetris

  • Risiko asfiksia intrapartum
  • Hipoglikemia neonatal
  • Polisitemia
  • Jika diterminasi tepat waktu → outcome relatif baik

Kesimpulan Klinis

  • IUGR simetris → curiga etiologi intrinsik janin, onset dini, prognosis neurologis lebih serius.
  • IUGR asimetris → akibat insufisiensi plasenta, onset lambat, ada mekanisme kompensasi hemodinamik.
  • Evaluasi Doppler fetomaternal menjadi kunci manajemen modern.

Referensi (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Fetal Growth Restriction. In: Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Fetal Disorders. In: Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Alfirevic Z, Stampalija T, Dowswell T. Fetal and umbilical Doppler ultrasound in high-risk pregnancies. Cochrane Database Syst Rev. 2017.
  4. Kingdom J, Audette MC, Hobson S, et al. Fetal growth restriction: screening, diagnosis, and management. J Obstet Gynaecol Can. 2019.
  5. Baschat AA. Fetal growth restriction—From observation to intervention. Am J Obstet Gynecol. 2010.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...