Langsung ke konten utama

Diagnosis Banding Spindel Cell Carcinoma Cervix

 

Dalam praktik patologi ginekologi, terdapat tiga tumor yang paling sering tertukar dengan spindle cell carcinoma serviks karena kesamaan morfologi spindle cell pada preparat histopatologi. Kesalahan diagnosis dapat berimplikasi besar terhadap terapi karena sebagian tumor tersebut adalah sarkoma murni, sedangkan spindle cell carcinoma adalah karsinoma epitelial dengan diferensiasi sarcomatoid.


1. Leiomyosarcoma Serviks

Ini merupakan diagnosis banding paling sering.

Asal

Tumor berasal dari otot polos stroma serviks.

Histopatologi

Ciri khas:

  • Sel spindle tersusun interlacing fascicles
  • Nukleus elongated cigar-shaped
  • Atypia berat
  • Mitosis tinggi
  • Tumor cell necrosis

Perbedaannya dengan spindle cell carcinoma:

  • Tidak ada komponen epitelial
  • Pola lebih uniform fascicular

Imunohistokimia

Marker Hasil
Desmin positif
SMA positif
H-caldesmon positif
Cytokeratin negatif
p63 negatif

Kunci diagnostik:
Leiomyosarcoma tidak mengekspresikan marker epitelial.

Terapi

  • Histerektomi total ± salpingo-ooforektomi
  • Tidak responsif terhadap radioterapi seperti karsinoma.

2. Carcinosarcoma (Malignant Mixed Müllerian Tumor / MMMT)

Tumor ini mengandung komponen epitelial dan mesenkimal ganas.

Histopatologi

Terdapat dua komponen:

  1. Carcinomatous component

    • adenocarcinoma / squamous carcinoma
  2. Sarcomatous component

    • spindle cell
    • kadang heterologous:
      • kartilago
      • tulang
      • rhabdomyoblast

Pola khas

  • Biphasic tumor

Berbeda dengan spindle cell carcinoma yang:

  • monophasic
  • hanya sarcomatoid epithelium

Imunohistokimia

Marker Komponen epitel Komponen stromal
Cytokeratin + -
Vimentin -/+ +

Catatan klinis

Saat ini dianggap sebagai metaplastic carcinoma, bukan sarkoma sejati.


3. Undifferentiated Uterine Sarcoma

Ini merupakan sarkoma stroma uterus yang sangat agresif.

Histologi

  • Sel spindle atau pleomorphic
  • pola pertumbuhan sheet-like
  • nekrosis luas
  • mitosis sangat tinggi

Kadang dapat menyerupai sarcomatoid carcinoma.

Imunohistokimia

Marker Hasil
Cytokeratin negatif
CD10 positif
Vimentin positif
Desmin variabel

Cara Membedakan Secara Cepat (Praktis Klinis)

Parameter Spindle Cell Carcinoma Leiomyosarcoma MMMT Undifferentiated Sarcoma
Asal epitel otot polos epitel + stromal stromal
Cytokeratin + + pada komponen epitel
Desmin + variabel variabel
p63 + + pada komponen epitel
Pola tumor monophasic fascicular biphasic pleomorphic

Rule of thumb patologi:

Spindle tumor pada cervix + cytokeratin positif → pikirkan sarcomatoid / spindle cell carcinoma.


Pitfall Diagnostik yang Sering Terjadi

Dalam praktik klinis dan diskusi tumor board:

  1. Biopsi kecil

    • hanya terlihat komponen spindle
    • komponen SCC tidak terlihat.
  2. Keratinisasi minimal

    • membuat tumor tampak seperti sarkoma.
  3. Overexpression vimentin

    • menyesatkan ke arah mesenchymal tumor.

Karena itu panel IHC minimal pada spindle tumor cervix biasanya:

  • Cytokeratin
  • p63 / p40
  • Vimentin
  • Desmin
  • SMA
  • CD10

Implikasi Klinis bagi Dokter Obsgin

Perbedaan diagnosis sangat penting karena strategi terapi berbeda.

Diagnosis Terapi utama
Spindle cell carcinoma chemoradiation seperti SCC cervix
Leiomyosarcoma surgery utama
MMMT surgery + kemoterapi
Undifferentiated sarcoma surgery + kemoterapi

Konsep Patobiologi Penting

Spindle cell carcinoma merupakan contoh epithelial–mesenchymal transition (EMT) pada kanker.

Proses ini menyebabkan:

  • peningkatan invasivitas
  • peningkatan metastasis
  • resistensi terapi.

Fenomena EMT banyak ditemukan pada kanker serviks stadium lanjut dan berhubungan dengan HPV-induced carcinogenesis.


Referensi

  1. Kurman RJ, Ellenson LH, Ronnett BM. Blaustein’s Pathology of the Female Genital Tract. 7th ed. Springer; 2019.
  2. WHO Classification of Tumours Editorial Board. Female Genital Tumours. 5th ed. IARC; 2020.
  3. Berek JS, Hacker NF. Berek & Hacker’s Gynecologic Oncology. 7th ed. Wolters Kluwer; 2021.
  4. Kumar V, Abbas AK, Aster JC. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. 10th ed. Elsevier; 2021.
  5. Oliva E. Mesenchymal tumors of the uterus and cervix. Int J Gynecol Pathol. 2016;35(4):279-296.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...