Langsung ke konten utama

Spindle Cell Carcinoma pada Kanker Serviks


Spindle cell carcinoma (SCC-spindle type) merupakan varian langka dari karsinoma serviks yang termasuk dalam spektrum sarcomatoid carcinoma. Tumor ini menunjukkan diferensiasi epitelial dengan morfologi sel menyerupai sel mesenkimal (spindle-shaped cells) sehingga secara histologis dapat menyerupai sarkoma.

Dalam literatur ginekologi onkologi, lesi ini sering diklasifikasikan sebagai sarcomatoid squamous cell carcinoma dari serviks.


1. Definisi dan Konsep Patologi

Spindle cell carcinoma cervix adalah:

Varian dari squamous cell carcinoma yang menunjukkan transformasi sarcomatoid dengan sel tumor berbentuk spindle dan kehilangan sebagian karakteristik epitelial.

Karakteristik utama:

  • Sel tumor fusiform / spindle-shaped
  • Pola pertumbuhan fascicular atau storiform
  • Aktivitas mitosis tinggi
  • Pleomorfisme seluler

Walaupun secara morfologi menyerupai sarkoma, tumor ini tetap memiliki asal epitelial.


2. Epidemiologi

Tumor ini sangat jarang.

Beberapa laporan menunjukkan:

  • < 1% dari seluruh kanker serviks
  • Biasanya muncul pada usia 40–60 tahun
  • Sering terkait dengan HPV high-risk, terutama HPV 16

3. Patogenesis

Mekanisme utama diduga melalui proses:

Epithelial–Mesenchymal Transition (EMT)

Pada proses ini:

Sel epitel kanker → mengalami perubahan menjadi fenotipe mesenkimal.

Perubahan molekuler yang terjadi:

Marker Perubahan
E-cadherin
Vimentin
Cytokeratin tetap positif sebagian
EMT transcription factors Snail, Twist, Zeb

Akibatnya:

  • Sel tumor menjadi lebih invasif
  • Meningkatkan metastasis
  • Lebih agresif dibanding SCC biasa.

4. Gambaran Histopatologi

Pada pemeriksaan PA (hematoksilin-eosin) ditemukan:

Ciri utama:

  1. Sel tumor berbentuk spindle
  2. Nukleus pleomorfik
  3. Pola pertumbuhan:
    • fascicles
    • storiform
  4. Mitosis banyak
  5. Kadang terdapat komponen:
    • SCC konvensional
    • keratinization

Sering tampak:

  • Tumor necrosis
  • Infiltrasi stroma luas

5. Imunohistokimia (IHC)

IHC sangat penting untuk membedakan dengan sarkoma.

Marker Hasil
Cytokeratin (AE1/AE3) positif
EMA positif
p63 / p40 positif
Vimentin positif
Desmin negatif
SMA negatif

Interpretasi:

Co-expression:

  • epithelial markers + mesenchymal markers
    → khas sarcomatoid carcinoma

6. Diagnosis Banding

Secara histologis sering sulit dibedakan dari tumor berikut:

1. Leiomyosarcoma cervix

Ciri:

  • Desmin +
  • SMA +
  • Cytokeratin -

2. Malignant Mixed Müllerian Tumor (Carcinosarcoma)

Ciri:

  • komponen epithelial + stromal jelas
  • heterologous elements (cartilage, bone)

3. Undifferentiated uterine sarcoma

4. True cervical sarcoma

Perbedaan utama:

Tumor Cytokeratin
Spindle cell carcinoma positif
Sarkoma negatif

7. Gambaran Klinis

Manifestasi tidak berbeda dengan kanker serviks biasa:

Gejala:

  • Postcoital bleeding
  • Perdarahan abnormal
  • Keputihan
  • Nyeri pelvis

Pada stadium lanjut:

  • hidronefrosis
  • nyeri panggul

Namun tumor ini cenderung:

  • lebih agresif
  • metastasis lebih cepat

8. Prognosis

Sebagian besar literatur menunjukkan:

Prognosis lebih buruk dibanding SCC biasa

Karena:

  • agresivitas biologis tinggi
  • kecenderungan metastasis hematogen
  • respon terapi lebih rendah

Lokasi metastasis:

  • paru
  • hati
  • tulang

9. Tatalaksana

Belum ada guideline khusus karena kasus sangat jarang.

Prinsip terapi mengikuti kanker serviks biasa:

Stadium awal

  • Radical hysterectomy + pelvic lymphadenectomy

Stadium lanjut

  • Concurrent chemoradiation

Regimen kemoterapi:

  • Cisplatin-based

Namun beberapa laporan menunjukkan respon terapi kurang baik.


10. Poin Penting Klinis (untuk residen obsgin)

Jika pada PA ditemukan spindle cell pada tumor cervix:

Langkah evaluasi penting:

  1. Pastikan imunohistokimia
  2. Nilai:
    • Cytokeratin
    • p63
    • vimentin
  3. Bedakan dengan:
    • leiomyosarcoma
    • MMMT
    • sarcoma cervix

Karena diagnosis akan menentukan terapi.


11. Ringkasan Konsep

Spindle cell carcinoma cervix

Parameter Keterangan
Tipe Varian sarcomatoid SCC
Morfologi spindle cells
Marker cytokeratin +
Patogenesis EMT
Sifat agresif
Terapi mengikuti SCC cervix

Referensi

  1. Berek JS, Hacker NF. Berek & Hacker’s Gynecologic Oncology. 7th ed. Wolters Kluwer; 2021.
  2. Kurman RJ, Ellenson LH, Ronnett BM. Blaustein’s Pathology of the Female Genital Tract. 7th ed. Springer; 2019.
  3. Pirog EC. Cervical adenocarcinoma and variants. In: WHO Classification of Tumours: Female Genital Tumours. 5th ed. IARC; 2020.
  4. Kumar V, Abbas AK, Aster JC. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. 10th ed. Elsevier; 2021.
  5. Bhatla N, Aoki D, Sharma DN, Sankaranarayanan R. Cancer of the cervix uteri. Int J Gynecol Obstet. 2018;143(S2):22-36.
  6. Wright JD, et al. Sarcomatoid carcinoma of the cervix: clinicopathologic features. Gynecol Oncol. 2007.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...