Langsung ke konten utama

TRALI : Mengenal Gangguan pada Paru, Komplikasi Transfusi

 

Transfusion-Related Acute Lung Injury (TRALI) adalah bentuk acute non-cardiogenic pulmonary edema yang terjadi ≤6 jam setelah transfusi. Secara patofisiologi, TRALI dijelaskan melalui dua model utama: immune-mediated (klasik) dan non-immune (two-hit hypothesis).


1. Mekanisme Imunologis (Antibody-mediated TRALI)

Ini adalah mekanisme klasik dan paling well-established dalam literatur (Williams, AABB, AJOG).

Proses:

  1. Donor memiliki antibodi:

    • Anti-HLA class I
    • Anti-HLA class II
    • Anti-HNA (Human Neutrophil Antigen)
  2. Antibodi donor ditransfusikan → berikatan dengan antigen pada:

    • Neutrofil resipien
    • Endotel paru
  3. Aktivasi neutrofil → terjadi:

    • Respiratory burst
    • Pelepasan ROS (reactive oxygen species)
    • Enzim proteolitik (elastase, protease)
  4. Kerusakan endotel kapiler paru:

    • ↑ permeabilitas vaskular
    • Kebocoran protein + cairan ke alveoli
  5. Terjadi:

    • Non-cardiogenic pulmonary edema
    • Hipoksemia akut

👉 Kunci: neutrophil-mediated endothelial injury


2. Mekanisme Non-Imunologis (Two-Hit Hypothesis)

Ini menjelaskan sebagian besar TRALI modern (terutama ICU/critical patients).

Hit pertama (Priming)

Kondisi pasien menyebabkan aktivasi/priming neutrofil paru:

  • Sepsis
  • Operasi mayor
  • Trauma
  • Preeklampsia
  • Mechanical ventilation

👉 Neutrofil menjadi “ready to activate” di kapiler paru

Hit kedua (Transfusi)

Komponen darah mengandung:

  • Bioactive lipids
  • Cytokines
  • Soluble CD40 ligand
  • Microparticles

👉 Mengaktifkan neutrofil yang sudah ter-priming

Akibat:

  • Aktivasi neutrofil masif
  • Kerusakan endotel paru
  • Edema alveolar

3. Jalur Patofisiologi Inti (Unified Concept)

Semua mekanisme bermuara pada:

1. Sequestration neutrofil di paru

2. Aktivasi neutrofil

3. Endothelial injury

4. ↑ capillary permeability

5. Protein-rich pulmonary edema (ARDS-like)


4. Karakteristik Patologis

Mirip dengan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome):

  • Diffuse alveolar damage
  • Edema interstisial dan alveolar
  • Neutrophil infiltration
  • Hyaline membrane (pada kasus berat)

5. Perbedaan Kunci dengan TACO (high-yield)

TRALI TACO
Non-cardiogenic edema Cardiogenic edema
Normal BNP ↑ BNP
Normal CVP ↑ CVP
Tidak respons diuretik Respons diuretik
Mekanisme: inflamasi Mekanisme: overload

6. Insight Klinis (High-yield Obsgyn)

TRALI relevan pada:

  • Massive transfusion (PPH)
  • Preeklampsia berat (endotel sudah “primed”)
  • Sepsis obstetri

👉 Preeklampsia = kondisi “first hit” → risiko TRALI meningkat


7. Biomolekuler (advance concept)

  • Peran penting:
    • IL-8 → chemotaxis neutrofil
    • TNF-α → aktivasi inflamasi
    • Complement activation (C5a) → neutrophil priming
  • NETosis (Neutrophil Extracellular Trap) juga berkontribusi pada injury

Kesimpulan

TRALI adalah acute inflammatory lung injury akibat aktivasi neutrofil di kapiler paru, melalui:

  • Antibody-mediated mechanism (anti-HLA/HNA)
  • Two-hit model (priming + transfusion factors)

Semua berujung pada: → Endothelial damage + capillary leak → non-cardiogenic pulmonary edema


Referensi (Vancouver style)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  3. Toy P, et al. Transfusion-related acute lung injury: definition and review. Crit Care Med. 2005;33(4):721–726.
  4. Vlaar APJ, Juffermans NP. Transfusion-related acute lung injury: a clinical review. Lancet. 2013;382(9896):984–994.
  5. Semple JW, et al. Pathophysiology of TRALI. Blood. 2019;133(18):1841–1852.
  6. AABB. TRALI guidelines and pathogenesis updates.
  7. Silliman CC, et al. The two-event model of TRALI. Transfusion. 2007;47(1):103–114.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...