Langsung ke konten utama

Plasenta Lengket : Placenta Accreta Spectrum

 

Morbidly Adherent Placenta (MAP)—yang kini lebih tepat disebut Placenta Accreta Spectrum (PAS)—merupakan kondisi patologis di mana villi korionik berimplantasi abnormal ke dalam miometrium akibat defek pada desidua basalis (Nitabuch’s layer), sehingga plasenta tidak dapat lepas secara normal setelah persalinan.


1. Terminologi & Klasifikasi (FIGO / konsensus modern)

Spektrum ini mencakup:

  1. Placenta accreta
    • Villi melekat langsung ke permukaan miometrium tanpa invasi
  2. Placenta increta
    • Villi menginvasi ke dalam miometrium
  3. Placenta percreta
    • Villi menembus seluruh miometrium hingga serosa, bahkan organ sekitar (misalnya kandung kemih)

👉 Secara klinis, ketiganya sering sulit dibedakan sebelum operasi → dikelompokkan sebagai PAS


2. Patofisiologi (berdasarkan Williams Obstetrics)

Kunci utama:

  • Defek desidua basalis
  • Remodeling trofoblast abnormal

Mekanisme:

  1. Riwayat trauma endometrium (SC, kuretase) → fibrosis
  2. Tidak terbentuknya lapisan Nitabuch
  3. Trofoblas menembus langsung ke miometrium
  4. Terjadi:
    • Neovaskularisasi abnormal
    • Anastomosis arteri uterina–vesikal (pada percreta)

👉 Ini menjelaskan:

  • Perdarahan masif saat pelepasan plasenta
  • Kegagalan separasi plasenta

3. Faktor Risiko (Evidence-based)

Paling kuat:

  1. Riwayat Sectio Caesarea
    • Risiko meningkat eksponensial:
      • 1 SC: ±0.3%
      • ≥3 SC: >6–7%
  2. Placenta previa
    • Kombinasi previa + SC = risiko tertinggi
  3. Riwayat:
    • Kuretase berulang
    • Miomektomi
    • Asherman syndrome
  4. Usia maternal lanjut
  5. Multiparitas

👉 Kombinasi klasik: Placenta previa anterior + bekas SC = curiga tinggi PAS


4. Diagnosis

A. USG (modalitas utama)

Temuan khas:

  • Hilangnya clear zone retroplacenta
  • Lacunae vaskular (“Swiss cheese appearance”)
  • Thinning miometrium (<1 mm)
  • Bridging vessels ke kandung kemih
  • Hypervascularity pada Doppler

B. MRI

Indikasi:

  • Posterior placenta
  • Kasus meragukan

Temuan:

  • Dark intraplacental bands (T2)
  • Bulging uterus
  • Invasi organ sekitar

5. Manifestasi Klinis

  • Biasanya asimptomatik antenatal
  • Presentasi:
    • Perdarahan trimester III (karena previa)
    • Retensio plasenta postpartum
    • Perdarahan masif saat attempted removal

6. Tatalaksana (Prinsip utama: planned, multidisciplinary)

A. Standar emas

👉 Elective cesarean hysterectomy tanpa mencoba melepas plasenta

Timing:

  • 34–36 minggu (dengan kortikosteroid)

Langkah:

  1. Insisi uterus menjauhi plasenta
  2. Bayi dilahirkan
  3. Plasenta dibiarkan in situ
  4. Dilanjutkan histerektomi

B. Pendekatan konservatif (selected cases)

Indikasi terbatas:

  • Ingin mempertahankan fertilitas
  • Hemodinamik stabil

Metode:

  • Plasenta dibiarkan in situ
  • ± Methotrexate (kontroversial)
  • Uterine artery embolization

Risiko:

  • Infeksi
  • Sepsis
  • Secondary hemorrhage

7. Komplikasi

Maternal:

  • Hemorrhage masif (≥3–5 L)
  • DIC
  • Cedera kandung kemih/ureter
  • ICU admission
  • Mortalitas meningkat

Neonatal:

  • Prematuritas (iatrogenik)

8. Prognosis

  • Sangat bergantung pada:
    • Diagnosis antenatal
    • Planned delivery di pusat tersier
  • Tanpa diagnosis:
    • Risiko mortalitas maternal meningkat signifikan

9. Poin Klinis Kunci (High-yield)

  • PAS = kegagalan separasi plasenta akibat defek desidua
  • Risiko tertinggi: previa + bekas SC
  • Jangan mencoba melepas plasenta
  • Definitif: cesarean hysterectomy
  • Diagnosis antenatal → menurunkan mortalitas

Referensi (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  2. Silver RM. Placenta accreta spectrum: accreta, increta, and percreta. Obstet Gynecol. 2015;126(3):654–668.
  3. Jauniaux E, Ayres-de-Campos D; FIGO Placenta Accreta Diagnosis and Management Expert Consensus Panel. FIGO classification for placenta accreta spectrum disorders. Int J Gynaecol Obstet. 2019;146(1):20–24.
  4. American College of Obstetricians and Gynecologists. Placenta accreta spectrum. Obstet Gynecol. 2018;132:e259–e275.
  5. Belfort MA. Placenta accreta. Am J Obstet Gynecol. 2010;203(5):430–439.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...