Langsung ke konten utama

Mengenal Tahapan Lesi Prakanker: HGSIL vs LGSIL

 Perbandingan HSIL vs LSIL adalah inti dalam stratifikasi risiko lesi pra-kanker serviks berbasis sitologi dan histopatologi. Terminologi ini berasal dari sistem Bethesda dan berkorelasi dengan derajat Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN).


1. Definisi

LSIL (Low-Grade Squamous Intraepithelial Lesion)

  • Mewakili infeksi produktif oleh Human papillomavirus
  • Korelasi histologi: CIN 1
  • Perubahan ringan, sering reversibel

HSIL (High-Grade Squamous Intraepithelial Lesion)

  • Lesi pra-kanker dengan potensi progresi tinggi
  • Korelasi histologi: CIN 2–3
  • Merupakan tahap langsung sebelum kanker invasif

2. Patofisiologi

Infeksi HPV → integrasi DNA virus:

LSIL:

  • HPV episomal (belum integrasi)
  • Replikasi virus aktif
  • Disrupsi maturasi epitel ringan

HSIL:

  • Integrasi DNA HPV ke genom host
  • Overekspresi E6/E7:
    • Inaktivasi p53 dan Rb
  • Proliferasi sel tidak terkendali → displasia berat

3. Perbandingan Histopatologi

Parameter LSIL HSIL
CIN CIN 1 CIN 2–3
Ketebalan epitel terlibat 1/3 bawah >2/3 sampai full thickness
Atypia ringan berat
Mitotik minimal meningkat, abnormal
Koilositosis jelas bisa berkurang

4. Manifestasi Sitologi (Pap smear)

LSIL:

  • Koilosit
  • Nukleus membesar ringan
  • Perubahan perinuklear halo

HSIL:

  • N/C ratio tinggi
  • Hiperkromasi
  • Irregular nuclear contour
  • Mitosis abnormal

5. Natural History

LSIL:

  • Regresi: ~60–90%
  • Persisten: 10–30%
  • Progresi ke HSIL: <10%

HSIL:

  • Regresi: 20–40%
  • Persisten: tinggi
  • Progresi ke kanker invasif: signifikan jika tidak diterapi

6. Pendekatan Klinis

LSIL:

  • Observasi (terutama usia muda)
  • HPV testing
  • Kolposkopi selektif

HSIL:

  • Kolposkopi wajib
  • Eksisi:
    • LEEP / LEETZ
  • Evaluasi margin

7. Relevansi terhadap Cervicitis Kronik

Pada kondisi seperti:

  • Cervicitis kronik

➡️ Dapat:

  • Memberikan gambaran sitologi inflamasi
  • Menyerupai LSIL (false positive)

➡️ Oleh karena itu:

  • Inflamasi harus ditangani terlebih dahulu sebelum interpretasi sitologi definitif

8. Marker Biomolekuler (Advanced Insight)

Digunakan untuk diferensiasi:

  • p16INK4a:

    • Negatif/patchy → LSIL
    • Difus kuat → HSIL
  • Ki-67:

    • Terbatas basal (LSIL)
    • Menyebar luas (HSIL)

9. Clinical Pitfall

  • Overdiagnosis LSIL pada inflamasi
  • Underdiagnosis HSIL tanpa kolposkopi adekuat
  • Tidak mempertimbangkan usia dan status HPV

10. Kesimpulan

  • LSIL = infeksi HPV produktif, risiko rendah
  • HSIL = lesi pra-kanker, risiko tinggi
  • Perbedaan utama: derajat displasia, risiko progresi, dan tatalaksana

Referensi (Vancouver)

  1. Nayar R, Wilbur DC. The Bethesda System for Reporting Cervical Cytology. 3rd ed. Springer; 2015.
  2. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Lippincott Williams & Wilkins; 2020.
  3. Cunningham FG, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  4. Schiffman M, et al. Human papillomavirus and cervical cancer. Lancet. 2007;370:890–907.
  5. Perkins RB, et al. 2019 ASCCP Risk-Based Management Guidelines. J Low Genit Tract Dis. 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...