Langsung ke konten utama

Pre-eklampsia


Definisi

Preeklamsia adalah sindrom multisistem spesifik kehamilan yang umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, ditandai oleh hipertensi onset baru disertai proteinuria dan/atau disfungsi organ maternal maupun disfungsi uteroplasenta. Konsep modern menempatkan preeklamsia bukan sekadar “hipertensi dengan proteinuria”, melainkan penyakit yang berakar pada gangguan plasentasi dan berujung pada disfungsi endotel sistemik, sehingga proteinuria bukan lagi syarat mutlak bila sudah ada manifestasi organ target. Source Source


Patofisiologi


Secara patofisiologis, preeklamsia dipahami sebagai akibat plasentasi abnormal dengan remodeling arteri spiralis yang tidak adekuat, sehingga terjadi iskemia/hipoperfusi uteroplasenta. Keadaan ini memicu pelepasan mediator antiangiogenik dan proinflamasi ke sirkulasi maternal, terutama peningkatan sFlt-1 dan penurunan aktivitas angiogenik seperti PlGF, yang kemudian menimbulkan vasospasme, peningkatan permeabilitas kapiler, aktivasi koagulasi, hemokonsentrasi, dan kerusakan endotel di berbagai organ. Karena itu, manifestasi klinisnya bisa mengenai ginjal, hati, otak, paru, hematologi, hingga plasenta dan janin. Source Source


Faktor risiko


Faktor risiko yang konsisten meliputi nuliparitas, riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, kehamilan multifetal, hipertensi kronik, penyakit ginjal, diabetes, obesitas, usia maternal lebih tua, SLE/antiphospholipid syndrome, serta riwayat keluarga preeklamsia. Namun secara klinis penting ditekankan bahwa sebagian kasus tetap dapat muncul pada wanita tanpa faktor risiko yang jelas, sehingga kewaspadaan antenatal tidak boleh hanya berbasis stratifikasi risiko awal. Source Source


Kriteria diagnosis


Secara praktis, diagnosis ditegakkan bila terdapat tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg pada dua pengukuran setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang sebelumnya normotensif. Hipertensi berat adalah sistolik ≥160 mmHg atau diastolik ≥110 mmHg. Proteinuria dapat ditegakkan dengan ≥300 mg/24 jam, atau rasio protein/kreatinin ≥0,3, atau dipstick bila metode kuantitatif tidak tersedia. Bila tidak ada proteinuria, diagnosis preeklamsia tetap dapat ditegakkan jika ada hipertensi baru dengan salah satu dari berikut: trombosit 1,1 mg/dL atau dua kali nilai dasar, peningkatan transaminase >2 kali normal, edema paru, gejala serebral/visual, atau menurut ISSHP termasuk disfungsi uteroplasenta seperti FGR, solusio plasenta, atau gangguan Doppler. Source Source


Manifestasi klinis dan derajat berat


Manifestasi klinis dapat minimal hingga fulminan. Gejala yang perlu dianggap serius adalah nyeri kepala persisten, gangguan visus, nyeri epigastrium/kuadran kanan atas, sesak, penurunan diuresis, dan hipertensi berat. Dalam pendekatan modern ISSHP, istilah “mild” dan “severe” makin ditinggalkan sebagai klasifikasi kaku, karena semua preeklamsia berpotensi memburuk cepat; namun secara operasional, keberadaan fitur berat tetap sangat penting untuk menentukan intensitas tata laksana dan waktu terminasi kehamilan. Source Source


Komplikasi maternal dan fetal


Komplikasi maternal utama mencakup eklampsia, HELLP syndrome, stroke, edema paru, gagal ginjal akut, disfungsi hati, DIC, dan solusio plasenta. Pada janin, konsekuensinya meliputi fetal growth restriction, prematuritas iatrogenik, hipoksia janin, hingga kematian perinatal. Secara epidemiologis, preeklamsia tetap menjadi penyebab penting morbiditas dan mortalitas maternal-perinatal global. Source Source


Prinsip tata laksana


Secara prinsip, tata laksana preeklamsia selalu menyeimbangkan risiko maternal versus keuntungan memperpanjang kehamilan bagi janin. Terapi definitif preeklamsia adalah persalinan/terminasi kehamilan dengan pelepasan plasenta, tetapi waktu terminasi ditentukan oleh usia kehamilan, stabilitas ibu, dan kondisi janin. Pada ≥37 minggu, persalinan terencana umumnya direkomendasikan. Pada 34+0 hingga 36+6 minggu, keputusan delivery perlu didiskusikan secara individual karena menurunkan risiko maternal tetapi dapat meningkatkan morbiditas neonatal. Pada 1 faktor risiko sedang; USPSTF juga merekomendasikan **81 mg/hari setelah 12 minggu pada wanita berisiko tinggi. Pada populasi dengan asupan kalsium rendah, WHO merekomendasikan kalsium elemental 1,5–2,0 g/hari selama kehamilan untuk menurunkan risiko preeklamsia. Source Source Source


Perspektif ilmiah ke depan


Ke depan, pendekatan preeklamsia bergerak dari diagnosis yang semata-mata klinis menuju stratifikasi risiko berbasis biomarker dan fenotipe plasenta. Rasio sFlt-1/PlGF ≤38 memiliki negative predictive value 99,3% untuk menyingkirkan perkembangan preeklamsia dalam 1 minggu pada wanita dengan kecurigaan klinis, sehingga bermanfaat untuk triase, keputusan rawat inap, dan penghindaran intervensi yang tidak perlu. Ini penting khususnya pada layanan fetomaternal modern yang menekankan precision obstetrics. Source


Inti klinis yang perlu diingat


Secara ringkas, preeklamsia adalah penyakit plasenta dengan manifestasi maternal sistemik. Diagnosis tidak boleh terpaku pada proteinuria saja. Fokus klinis Anda sebagai residen adalah: identifikasi dini fitur berat, kendali hipertensi, profilaksis kejang dengan magnesium sulfat bila indikasi, monitoring maternal-fetal ketat, dan menentukan timing delivery yang tepat. Dalam praktik nyata, keterlambatan mengenali perburukan sering lebih berbahaya daripada over-diagnosis. Source Source


Daftar pustaka (format Vancouver)


1. Cunningham FG, Leveno KJ, Dashe JS, Hoffman BL, Spong CY, Casey BM. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw Hill; 2022.  

2. American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Practice Bulletins—Obstetrics. Gestational Hypertension and Preeclampsia: ACOG Practice Bulletin, Number 222. Obstet Gynecol. 2020;135(6):e237-e260.  

3. Brown MA, Hall DR, Gupte S, Hennessy A, Karumanchi SA, Kenny LC, et al. The 2021 International Society for the Study of Hypertension in Pregnancy classification, diagnosis & management recommendations for international practice. Pregnancy Hypertens. 2022;27:148-169.  

4. National Institute for Health and Care Excellence. Hypertension in pregnancy: diagnosis and management [Internet]. London: NICE; 2019 [cited 2026 Apr 14]. Available from: https://www.nice.org.uk/guidance/ng133  

5. World Health Organization. Pre-eclampsia [Internet]. Geneva: World Health Organization; [cited 2026 Apr 14]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pre-eclampsia  

6. World Health Organization. WHO recommendation: calcium supplementation during pregnancy for the prevention of pre-eclampsia and its complications. Geneva: World Health Organization; 2018.  

7. Davidson KW, Barry MJ, Mangione CM, Cabana M, Caughey AB, Davis EM, et al. Aspirin Use to Prevent Preeclampsia and Related Morbidity and Mortality: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement. JAMA. 2021;326(12):1186-1191.  

8. Zeisler H, Llurba E, Chantraine F, Vatish M, Staff AC, Sennström M, et al. Predictive value of the sFlt-1:PlGF ratio in women with suspected preeclampsia. N Engl J Med. 2016;374(1):13-22.  

9. The Magpie Trial Collaborative Group. Do women with pre-eclampsia, and their babies, benefit from magnesium sulphate? The Magpie Trial: a randomised placebo-controlled trial. Lancet. 2002;359(9321):1877-1890.  


Kalau Anda mau, saya bisa lanjutkan dengan format yang lebih “residen-friendly”, misalnya:


- preeklamsia: algoritme diagnosis dan tata laksana

- perbedaan preeklamsia tanpa/ dengan fitur berat

- HELLP syndrome sebagai spektrum preeklamsia

- jawaban gaya presentasi kasus jaga obsgin

- ringkasan 1 halaman untuk belajar ujian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...