Langsung ke konten utama

Supine Hipotensive Syndrome pada tumor ginekologi permagna

 

Supine hypotensive syndrome (SHS) pada konteks massa ginekologi permagna merupakan fenomena hemodinamik yang analog dengan aortocaval compression syndrome pada kehamilan lanjut, tetapi disebabkan oleh massa intraabdomen besar (misalnya tumor ovarium, mioma uteri besar, kista raksasa, atau ascites masif).


1. Definisi

SHS adalah kondisi penurunan curah jantung akibat kompresi vena cava inferior (VCI) ± aorta abdominalis saat pasien dalam posisi supine, yang menyebabkan:

  • Penurunan venous return
  • Penurunan preload → stroke volume → cardiac output
  • Hipotensi sistemik

2. Patofisiologi (berbasis hemodinamik)

A. Kompresi Vena Cava Inferior

Massa besar intraabdomen → menekan VCI →
↓ venous return ke atrium kanan →
↓ preload →
↓ cardiac output (CO)

Menurut prinsip Frank-Starling, penurunan preload langsung menurunkan stroke volume.

B. Kompresi Aorta (parsial)

Pada massa sangat besar:

  • ↓ aliran distal aorta
  • ↓ perfusi organ (renal, uterin, mesenterik)

C. Aktivasi kompensasi

  • Takikardia (via simpatis)
  • Vasokonstriksi perifer

Namun kompensasi sering tidak adekuat → tetap terjadi hipotensi.


3. Perbandingan dengan kehamilan

Parameter Kehamilan Massa permagna
Penyebab Uterus gravid Tumor / ascites
Onset Trimester III Bergantung ukuran massa
Mekanisme Aortocaval compression Sama
Reversibilitas Posisi lateral Posisi lateral / dekompresi

4. Manifestasi klinis

Muncul saat posisi supine:

  • Pusing / presinkop
  • Sinkop
  • Takikardia
  • Hipotensi
  • Sesak (karena ↓ perfusi paru relatif + diafragma terdorong)
  • Oliguria (↓ renal perfusion)

Pada kasus berat:

  • Syok hemodinamik
  • Penurunan perfusi organ vital

5. Faktor yang memperberat

  • Ukuran massa >10–15 cm
  • Ascites masif
  • Obesitas
  • Posisi supine lama (misalnya saat operasi atau imaging)
  • Hipovolemia

6. Implikasi klinis penting (Obsgyn & perioperatif)

A. Evaluasi preoperatif

  • Antisipasi instabilitas saat induksi anestesi
  • Risiko kolaps sirkulasi

B. Posisi pasien

Prinsip utama: hindari supine murni

  • Left lateral tilt 15–30°
  • Semi-Fowler

C. Tatalaksana akut

  1. Reposisi segera
    • Left lateral decubitus → meningkatkan venous return
  2. Resusitasi cairan
  3. Vasopressor bila perlu
  4. Oksigenasi

D. Definitif

  • Debulking / pengangkatan massa
  • Paracentesis pada ascites (dengan hati-hati)

7. Konteks anestesi (kritikal)

Induksi anestesi:

  • Vasodilatasi → memperburuk ↓ preload
  • Risiko “sudden cardiovascular collapse”

→ Oleh karena itu:

  • Preload optimization
  • Posisi lateral sebelum induksi
  • Monitoring invasif pada kasus besar

8. Diagnosis

Diagnosis klinis berbasis:

  • Gejala khas saat supine
  • Perbaikan cepat saat lateral

Penunjang:

  • USG/CT scan: massa besar
  • Hemodinamik (BP drop saat supine)

9. Diferensial diagnosis

  • Hipovolemia
  • Syok septik
  • Emboli paru
  • Tamponade jantung

10. Inti konsep

Massa permagna bertindak sebagai “uterus gravid patologis” →
menyebabkan aortocaval compression → penurunan preload → hipotensi posisi-dependent.


Referensi (Vancouver)

  1. Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  3. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford University Press; 2020.
  4. Miller RD, et al. Miller’s Anesthesia. 9th ed. Elsevier; 2020.
  5. Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 14th ed. Elsevier; 2021.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...