Penentuan usia kehamilan dengan USG (ultrasonografi) merupakan metode paling akurat, terutama pada trimester awal. Prinsipnya adalah mengukur parameter biometrik janin yang memiliki korelasi kuat dengan usia gestasi. Pendekatan ini dijelaskan secara komprehensif dalam Williams Obstetrics dan literatur obstetri modern.
1. Prinsip dasar
- Usia kehamilan (gestational age, GA) ditentukan berdasarkan ukuran anatomi janin
- Akurasi tertinggi → trimester I
- Semakin tua kehamilan → variasi biologis meningkat → akurasi menurun
2. Parameter USG berdasarkan trimester
A. Trimester I (≤13+6 minggu) — GOLD STANDARD
Crown-Rump Length (CRL)
- Parameter paling akurat
- Diukur dari puncak kepala → bokong (tanpa ekstremitas)
- Digunakan pada usia:
- 6–13 minggu
Akurasi
- ±3–5 hari
Interpretasi
- CRL adalah standar emas untuk:
- Dating kehamilan
- Menentukan EDD (estimated due date)
📌 Jika terdapat perbedaan:
- CRL lebih dipercaya dibanding HPHT
B. Trimester II (14–28 minggu)
Mulai menggunakan kombinasi biometrik:
1. Biparietal Diameter (BPD)
- Diameter kepala dari parietal ke parietal
2. Head Circumference (HC)
3. Abdominal Circumference (AC)
4. Femur Length (FL)
Akurasi
- ±7–10 hari
Catatan klinis
- Kombinasi parameter lebih akurat daripada satu parameter
- Digunakan juga untuk:
- Evaluasi pertumbuhan janin
C. Trimester III (>28 minggu)
Parameter sama seperti trimester II, tetapi:
Akurasi
- ±2–3 minggu (lebih rendah)
Masalah utama
- Variasi genetik (janin besar/kecil)
- Risiko misclassification usia kehamilan
📌 Pada trimester ini:
- Tidak dianjurkan untuk mengubah EDD kecuali selisih sangat besar
3. Penentuan EDD (Estimated Date of Delivery)
- Berdasarkan:
- CRL (trimester I) → paling akurat
- Rumus umum:
- EDD = tanggal pemeriksaan + (280 hari – usia kehamilan saat USG)
4. Kriteria perubahan usia kehamilan (re-dating)
(Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists dan Williams)
| Trimester | Selisih untuk ubah EDD |
|---|---|
| Trimester I | >5–7 hari |
| Trimester II | >7–10 hari |
| Trimester III | >21 hari |
5. Pendekatan klinis sistematis
- Tentukan HPHT (jika tersedia)
- Lakukan USG awal
- Gunakan:
- CRL (trimester I)
- Biometri kombinasi (trimester II–III)
- Bandingkan HPHT vs USG
- Tentukan EDD final → jangan sering diubah
6. Pitfall klinis (high-yield)
- HPHT tidak akurat:
- siklus tidak teratur
- lupa tanggal
- USG trimester III → overestimate/underestimate
- Janin IUGR atau makrosomia → bias usia kehamilan
- Multiple pregnancy → butuh pendekatan khusus
7. Insight klinis (level residen–konsulen)
- CRL merefleksikan growth pattern embrio yang sangat konservatif secara biologis
- Setelah trimester II, ukuran janin lebih dipengaruhi:
- genetik
- nutrisi plasenta
- kondisi maternal
→ sehingga dating ≠ growth assessment
Kesimpulan
- Trimester I (CRL) = standar emas
- Trimester II = cukup akurat (kombinasi biometri)
- Trimester III = paling tidak akurat untuk dating
- Gunakan satu EDD final dan konsisten sepanjang kehamilan
Referensi (Vancouver style)
- Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
- ACOG Committee Opinion No. 700. Methods for Estimating the Due Date. Obstet Gynecol. 2017.
- Salomon LJ, et al. Practice guidelines for performance of fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol. 2011.
- Butt K, Lim K. Determination of gestational age by ultrasound. J Obstet Gynaecol Can. 2014.
Komentar