Hyperemesis gravidarum (HG) adalah spektrum berat dari nausea and vomiting of pregnancy (NVP) yang ditandai oleh muntah persisten, dehidrasi, ketonuria, gangguan elektrolit, dan penurunan berat badan ≥5% dari berat badan pra-kehamilan. Kondisi ini merupakan entitas klinis yang bermakna karena dapat menyebabkan gangguan metabolik maternal dan, pada kasus berat, berdampak pada luaran kehamilan.
1. Epidemiologi
- Insidensi: ~0,3–2% kehamilan
- Biasanya muncul usia kehamilan 4–10 minggu, puncak 9–13 minggu
- Mayoritas membaik setelah 16–20 minggu, namun sebagian menetap lebih lama
2. Patofisiologi (multifaktorial)
Pendekatan modern melihat HG sebagai interaksi hormonal, genetik, dan neuroendokrin:
a. Faktor hormonal
- hCG: korelasi kuat dengan onset dan puncak gejala
- Kehamilan mola, gemeli → kadar hCG tinggi → risiko meningkat
- Estrogen: memperlambat pengosongan lambung
- Progesteron: menurunkan motilitas GI
b. Faktor gastrointestinal
- Delayed gastric emptying
- Disfungsi ritme lambung
c. Faktor neuroendokrin
- Aktivasi pusat muntah di medulla (area postrema)
- Peran neurotransmitter:
- Dopamin
- Serotonin (5-HT3)
d. Faktor genetik & plasenta
- Studi terbaru menunjukkan keterlibatan GDF15 (Growth Differentiation Factor-15)
→ hormon plasenta yang berperan dalam pusat muntah
3. Faktor risiko
- Riwayat HG sebelumnya
- Kehamilan mola hidatidosa
- Kehamilan ganda
- Primigravida
- Obesitas
- Riwayat motion sickness atau migrain
- Janin perempuan (sedikit peningkatan risiko)
4. Diagnosis (klinis + penunjang)
Diagnosis bersifat klinis, dengan kriteria:
Kriteria utama
- Muntah berat persisten
- Penurunan BB ≥5%
- Dehidrasi
- Ketonuria
Temuan laboratorium
- Hemokonsentrasi
- Hipokalemia
- Hiponatremia
- Metabolic alkalosis (awal), dapat menjadi asidosis pada fase lanjut
- Peningkatan ringan AST/ALT
- TSH ↓ ringan (thyrotoxicosis gestasional sementara)
5. Diagnosis banding (penting secara klinis)
Harus dieliminasi kondisi lain:
- Gastroenteritis
- Pankreatitis
- Hepatitis
- Appendicitis
- Diabetic ketoacidosis
- Molar pregnancy
6. Komplikasi
Maternal
- Dehidrasi berat
- Gangguan elektrolit
- Defisiensi vitamin (terutama tiamin) → risiko:
- Wernicke encephalopathy
- Ruptur esofagus (jarang)
- Gagal ginjal prerenal
Janin
- Berat lahir rendah (pada kasus berat)
- Prematuritas (inkonsisten, tergantung derajat malnutrisi)
7. Tatalaksana (stepwise, evidence-based)
A. Non-farmakologis (ringan)
- Makan kecil tapi sering
- Hindari makanan berlemak/berbau tajam
- Jahe (ginger)
B. Farmakologis
First-line
- Vitamin B6 (pyridoxine) ± doxylamine
Second-line
- Antihistamin (dimenhydrinate)
- Dopamin antagonis (metoclopramide)
Third-line
- Ondansetron (5-HT3 antagonist)
Refrakter
- Kortikosteroid (hindari trimester I awal bila mungkin)
C. Terapi cairan & koreksi metabolik
- Rehidrasi IV (NaCl 0,9% atau RL)
- Koreksi elektrolit (K+, Na+)
- WAJIB: thiamine sebelum glukosa
→ mencegah Wernicke encephalopathy
D. Nutrisi
- Enteral feeding (NG tube) bila tidak toleransi oral
- Parenteral nutrition → hanya bila gagal terapi lain
E. Indikasi rawat inap
- Dehidrasi berat
- Ketonuria persisten
- Gangguan elektrolit
- Tidak respon terapi oral
8. Prognosis
- Umumnya baik dengan terapi adekuat
- Rekurensi pada kehamilan berikutnya: 15–80%
- Tidak meningkatkan malformasi kongenital
9. Poin klinis penting (clinical pearls)
- HG ≠ morning sickness → ini kondisi patologis
- Selalu pikirkan ketosis dan defisiensi tiamin
- Jangan berikan glukosa sebelum thiamine
- Evaluasi diagnosis banding bila onset atipikal atau gejala berat
Referensi (Vancouver style)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
- O’Gorman N, et al. Nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum. BJOG. 2021;128(2):e1–e15.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Practice Bulletin No. 189: Nausea and Vomiting of Pregnancy. Obstet Gynecol. 2018.
- Fejzo MS, et al. Placenta and appetite-regulating hormones in HG (GDF15 pathway). AJOG. 2019.
Komentar