Langsung ke konten utama

Postingan

Saya Benar, Saya Menang, Kamu Salah, Kamu Kalah

Nak,  Topik kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana sifat dasar manusia yang selalu egosentris..  Sifat yang bapak rasa bakal ada dalam diri manusia.. Mendasar dan mayoritas bakal memilikinya..  ego·sen·tris  /égoséntris/  a  menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri); Ya..  Kalau besok kamu merasakan.. Atau jika belum merasakan.. Coba nak, jawab pertanyaan ini..  Kalau ada bencana banjir di daerahmu..  Yg pertama kali mbok inget kamu dan keluargamu atau tetangga tetanggamu?  Jika ada kesalahan yg pertama kali mbok pikirkan mengamankan diri sendiri, dengan cara wah yang aku lakukan benar apa belum ya? Atau wah ini bagaimana caranya biar bener semua ya?  Dan lain lain sebagainya..  Bapak menyampaikan ini bukan bapak ingin selalu kamu menyalahkan diri sendiri ataupun menyalahkan orang lain..  Apalagi menganggap kamu kurang i...

Makelar/Calo : Profesi yang tidak akan punah dari Indonesia (setidaknya tidak dalam waktu dekat)

Nak,  Kali ini bapak akan berbagi pengalaman terkait apa yang bapak lalui untuk mengurus pajak untuk negara ini pada tanggal ini 2022/11/7 Bapak akan bercerita tentang itu dan kenapa bapak mengambil judul demikian..  Pada dewasa ini, di era yang sudah digital, era 4.0 bahkan 5.0, era yang seharusnya serba simple serba cepat..  Bapak kembali melihat..  Ya begitulah, Indonesia..  Ya sampai saat ini proses yang menurut bapak bisa lebih singkat lebih mudah dan lebih cepat.. Tapi tidak bisa di implementasikan di lapangan..  Indonesia belum siap dengan era serba mudah serba transparan dan minim ruwet birokrasi..  Bermula dari ketidaktahuan saya sendiri terkait proses pengurusan mutasi apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana prosesnya serta berapa lama mengurusnya, ditambah dengan saya tidak menemukan informasi ini di internet, di media sosial kepolisian, di media sosial samsat.. Dimana saya harus menemukan informasinya..  Saya berusaha mengawamka...

Dunia yang membuatmu haus

Nak, jika berbicara keinginan.. Ya, dunia terasa tidak pernah cukup untuk digapai.. Semua kesenangannya.. Semua bayang bayang keinginan yang selalu dan akan selalu membuatmu invin menggapainya.. Selalu ada keinginan untuk berbuat ini.. ada ingin untuk mencapai ini.. merasa kurang untuk ini.. berandai andai untuk mendapat ini dan itu.. Ya..Dunia seperti kamu meminum air dari laut.. Ketika mendapatkan apa yang akan kamu gapai..malah semakin haus.. Haus pencapaian.. Haus pujian.. Haus pengakuan.. Haus kepuasan.. Haus kesenangan.. Kenapa Alloh menciptakan dunia yang seperti ini.. Segala sandiwaranya yang melalaikan.. Membuat kita berambisi.. Ya..tetapi Alloh tidak lupa memberikan solusinya.. Alloh memberi kunci agar hidup di dunia tetap menyenangkan tetapi tidak melalaikan.. Ingat Syukur.. Ingat Batas.. Ingat Tujuan.. Ingat agar selalu bersyukur atas segala pencapaian.. Bersyukur telah mencapai apa yang orang lain capai... Ingat batas pemutus kenikmatan dalam hidup.. Ingat ada kematian.. H...

Kok cuma satu?

Pelajaran keduanya nak.. Bapak tulis di artikel ini. Seperti yang bapak sampaikan dalam artikel sebelumnya. Dalam percakapan dengan teman lama bapak, bapak menemukan pelajaran yang bisa bapak petik untuk bisa bapak sampaikan kepadamu nak..  Tentang pencapaian.  Bapak dulu pernah bercerita tentang setiap orang mempunyai capaian pribadi masing masing, baik yang secara langsung bisa meningkatkan nilai sosialnya di mata publik, atau sekadar capaian pribadi yang menimbulkan, membuat dirinya menjadi puas.  Ya, bapak paham, ada visi yang harus setiap orang capai agar tidak asal hidup, agar tidak hanya berjalan mengikuti arus. Tetapi, kadang kita harus membuat visi visi sepele untuk memberikan semangat kita untuk mengejar visi besar kita.  Dalam buku the power of focus, Bapak membaca bahwa untuk sukses kita yang menentukan, mendefinisikan sukses kita dan memilih jalan yang dapat kita lalui dengan sadar untuk mencapai visi sukses kita. Jika kamu mendefinisikan suksesmu dengan...

Merasa lebih

Nak, sejenak duduk sini, mari kita berbincang..  Kali ini, ayo kita bicara tentang merasa lebih..  Konteks kali ini adalah merasa lebih baik dari orang lain..  Ada pelajaran berharga yang bapak kemarin dapatkan ketika bapak kemarin pulang ke Bantul. Bapak bertemu dan bercakap dengan teman lama bapak. Bapak menemukan, Bapak mendapatkan pelajaran yang juga berharga untuk bapak sampaikan kepadamu nak.  Saat itu, Bapak yang lama tak bertemu dengan teman lama bapak, terasa sangat kikuk dan rikuh. Beliau tampak santai dan berbincang bercerita. Ada dua pelajaran penting yang dapat bapak catat, yakni tentang bagaimana bercakap dengan orang lain tanpa merasa canggung.  Satu hal yang mungkin bisa dilupakan oleh seseorang adalah merasa lebih dari orang lain, lebih kaya, lebih terhormat, lebih pintar, lebih bersih dan lebih lebih yang lainnya. Dalam kelas drama yang pernah bapak ikuti dulu pun sama. Sebelum Anda berbincang dengan orang, kosongkan gelas ego Anda, saya ulangi...

Hubungan antara dua manusia

Nak, pesan bapak ini, bapak tuliskan untuk mu...Jika suatu saat kamu menemukan apa yang bapak rasakan saat ini.. Suatu saat, kamu akan menemukan hal dimana kamu dalam posisi berkonfrontasi dengan sahabat, temanmu ataupun rekanmu.. Selalu dalam hubungan antara dua manusia akan ada posisi, dimana menguntungkan salah satu pihak, menguntungkan kedua belah pihak, merugikan salah satu pihak, merugikan kedua belah pihak ataupun netral tidak menguntungkan ataupun merugikan seseorang.. Bapak akan selalu berkata, everyone deserve best for theirselves. Tiap orang berhak mendapatkan yang terbaik bagi dirinya dan berhak menentukan, mengambil keputusan untuk mendapatkan yang terbaik. Tanpa paksaan, tanpa merasa mengorbankan sesuatu untuk orang lain, tanpa merasa terjebak.. Bapak juga selalu berkata, ambil langkah dengan sadar dan bertanggungjawab. Ambil langkah dengan berpikir segala konsekuensinya, perhitungkan risikonya, what you get, what you loss, langkah yang selalu terukur risikonya. Hubungan...

Rasanya baru kemarin...

Nak, rasanya baru kemarin bapak melihat kamu dilahirkan.. Rasanya baru kemarin melihat Ibrahim dilahirkan di rumah sakit, kecil dan kamu tidak langsung tidur bersama bapak dan ibu di malam pertama setelah kamu dilahirkan..  Rasanya pun seperti baru kemarin mengingat Naima yang ingin untuk dicoba dilahirkan secara spontan tapi Tuhan menakdirkan tetap melalui perut untuk menyapa dunia..  Rasanya, bapak juga masih sama ketika bapak mencukur rambut Ibrahim dan Naima..  Memberi tahnik, memamah buah kurma untuk bapak masukkan ke mulutmu ananda..  Bukan ASI ibumu nak, tahnik sesuai yang dituntunkan dicontohkan nabi, Rasulullah yang memberikan tahu..  Bapak pun ingat ketika Ibrahim pertama kali naik push bike..  Naima yang selalu usil kepada kakaknya..  Ibrahim yang sudah seperti kakak yang dewasa yang mengalah kepada Adiknya..  Mau melindungi adiknya..  Waktu yang berlalu begitu cepat ya, nak ya.. Ibrahim sudah berusia 5 tahun..akhir usi...