Langsung ke konten utama

Chronic Kidney Disease (CKD) pada Kehamilan

 Definisi

Penyakit Ginjal Kronis (PGK/CKD) adalah gangguan struktur atau fungsi ginjal yang bersifat menetap (≥3 bulan) dan berdampak pada kesehatan, diklasifikasikan menurut eGFR dan albuminuria/stadium penyakit. Dalam konteks kehamilan, PGK mencakup wanita yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal atau bukti gangguan fungsi/struktur ginjal sebelum atau ditemukan selama kehamilan tetapi diperkirakan telah berlangsung ≥3 bulan. 


Patofisiologi (ringkasan terkait kehamilan)

1. Perubahan fisiologis kehamilan — kehamilan normal menyebabkan peningkatan aliran plasma ginjal dan peningkatan GFR (~30–50%), penurunan kreatinin serum, serta perubahan distribusi volume. Pada ginjal yang sudah sakit, kapasitas adaptasi terhadap peningkatan beban sirkulasi dan filtrasi ini berkurang, sehingga risiko penurunan fungsi ginjal dan proteinuria meningkat. 

2. Hipertensi dan proteinuria — hipertensi kronik dan proteinuria yang sering menyertai CKD memperparah risiko pre-eklampsia, progresi nefropati, dan kelahiran prematur. Proteinuria persistent mencerminkan kerusakan glomerulus yang menandakan prognosis ginjal yang lebih buruk setelah kehamilan. 

3. Perubahan hemodinamik & beban glomerular — hiperfiltrasi kehamilan dapat meningkatkan tekanan glomerulus, memicu progresi sklerosis pada ginjal yang rentan. Kehamilan juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang dapat memperburuk fungsi ginjal. 


Tanda dan Gejala

Banyak wanita dengan PGK ringan (stadium 1–3a) asimptomatik.

Gejala yang mungkin muncul atau memburuk selama kehamilan: kelelahan, edema perifer (lebih berat dari edema kehamilan fisiologis), oliguria, perubahan frekuensi berkemih, hipertensi yang sulit dikontrol, dan episode infeksi saluran kemih berulang. Pada PGK lanjut dapat muncul mual muntah, pruritus, dan tanda uremia. 


Kriteria Diagnosis (pada wanita hamil)

Definisi CKD secara umum: bukti struktur/fungsi ginjal abnormal ≥3 bulan (eGFR <60 mL/min/1.73 m² atau bukti albuminuria/hematuria/lesi struktural). Karena kehamilan mengubah nilai laboratorium (mis. kreatinin turun physiologis), riwayat sebelum kehamilan atau pemeriksaan prenatal awal penting untuk menentukan kronisitas. 

Indikator yang mengarahkan ke diagnosis PGK pada kehamilan:

eGFR <60 mL/min/1.73 m² pada pemeriksaan awal (atau kreatinin serum yang jelas meningkat dibandingkan rentang kehamilan setempat).

Proteinuria yang sudah ada sebelum 20 minggu atau protein-kreatinin ratio persistennya tinggi setelah 20 minggu → sugestif PGK daripada pre-eklampsia murni.

Riwayat penyakit ginjal sebelumnya (glomerulonefritis, diabetes nephropathy, transplant ginjal, penyakit polikistik, dsb.). 


Cara Penegakkan Diagnosis (praktik klinik)

1. Anamnesis dan catatan medis lengkap — tanyakan riwayat penyakit ginjal sebelumnya, hipertensi kronik, diabetes, terapi nefrotoksik, riwayat infeksi saluran kemih, dan hasil pemeriksaan pra-kehamilan bila ada. 

2. Pemeriksaan fisik — tekanan darah (berulang), inspeksi edema, tanda uremia bila berat.

3. Laboratorium dasar: serum kreatinin (dengan konversi eGFR sesuai metode yang digunakan di laboratorium), elektrolit, ureum, hemoglobin, urine lengkap, urine albumin/kre (ACR/UPCR), kultur urine bila dicurigai infeksi. Karena nilai normatif kreatinin berbeda pada kehamilan, bandingkan dengan baseline pra-kehamilan bila tersedia. 

4. Imaging: ultrasonografi ginjal/urologi bila dicurigai kelainan struktural (obstruksi, massa, ginjal polikistik). USG aman pada kehamilan dan berguna untuk menilai ukuran ginjal/kelainan struktural. 

5. Konsultasi multidisiplin — rujuk ke nefrologi-obstetri (joint care) untuk penatalaksanaan: pengaturan tekanan darah, monitoring fungsi ginjal, manajemen proteinuria, dan rencana persalinan. Pedoman klinis merekomendasikan pendekatan tim untuk mengurangi risiko maternal dan neonatal. 


Pemeriksaan Penunjang — Gambaran hasil yang umum ditemui

Serum kreatinin / eGFR: pada kehamilan normal serum kreatinin fisiologis menurun (mis. sering <0.8 mg/dL tergantung metode). Sebaliknya, wanita dengan CKD menunjukkan kreatinin yang lebih tinggi dibandingkan rentang kehamilan atau eGFR yang menurun; nilai eGFR <60 mL/min/1.73 m² menandakan CKD (lihat catatan kronisitas). 

Proteinuria / ACR / UPCR: proteinuria menetap (mis. UPCR ≥30 mg/mmol atau ACR cut-off lokal) menunjukkan gangguan glomerular atau CKD. Namun pembeda antara PGK dengan pre-eklampsia membutuhkan penilaian waktu onset (sebelum/ sesudah 20 minggu) dan adanya perubahan tekanan darah serta biomarker bila tersedia. 

Tekanan darah: hipertensi kronik (sebelum 20 minggu atau tercatat pra-kehamilan) sering menyertai CKD; hipertensi baru timbul setelah 20 minggu lebih mengarah ke hipertensi gestasional/preeklampsia, tetapi overlap sering terjadi. 

Urinalisis: hematuria, sel silinder, atau sediment aktif mengarah ke penyakit glomerular. Kultur urine positif bila infeksi. 

USG ginjal: ginjal kecil/atap­tif (chronicity), kista, atau tanda obstruksi tergantung etiologi. 


Komplikasi Maternal dan Fetal (singkat)

Maternal: progresi penurunan fungsi ginjal (lebih besar risiko bila eGFR rendah, proteinuria berat, atau hipertensi tidak terkontrol), kebutuhan dialisis pada kasus lanjut, risiko pre-eklampsia meningkat, persalinan dengan morbiditas lebih besar. 

Fetal: risiko persalinan prematur, retardasi pertumbuhan intrauterin (IUGR), mortalitas perinatal lebih tinggi—risiko meningkat sesuai stadium CKD. 


Prinsip Penatalaksanaan Singkat (ringkasan)

Pra-kehamilan: konseling risiko, optimalkan tekanan darah, kurangi proteinuria bila mungkin, tinjau obat teratogen (mis. ACE inhibitor/ARB harus dihentikan sebelum konsepsi), dan rencanakan perawatan bersama nefrolog-obstetri. 

Selama kehamilan: kontrol ketat tekanan darah (target tergantung pedoman lokal), monitor fungsi ginjal dan proteinuria, surveilans pertumbuhan janin, pencegahan dan pengobatan infeksi saluran kemih, dan rujuk/diskusikan waktu serta cara persalinan berdasarkan kondisi maternal–fetal. Pada CKD stadium lanjut mungkin diperlukan peningkatan frekuensi dialisis (bila on dialysis) dan perencanaan persalinan di pusat rujukan. 

---

Referensi

1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Spong CY, Dashe JS, Hoffman BL, Casey BM, Sheffield JS, editors. Williams Obstetrics. 25th ed. New York: McGraw-Hill; 2018. Chapter: Renal and urinary tract disorders. 

2. Prawirohardjo S (Sarwono). Ilmu Kebidanan. Edisi ke-4. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2016. (Bab terkait penyakit ginjal dan komplikasi kehamilan). 

3. Wiles K, Chappell L, Clark K, Elman L, Hall M, Lightstone L, et al. Clinical practice guideline on pregnancy and renal disease. BMC Nephrology. 2019 Oct 31;20(1):401. doi:10.1186/s12882-019-1560-2. 

4. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Stevens PE, et al. Kidney International. 2024. (KDIGO definition & CKD staging used in pregnancy context). 

5. Hui D, et al. Chronic Kidney Disease and Pregnancy. [Review]. 2019. (overview risks; effect of CKD stage on pregnancy outcomes). PubMed PMID: 31135733. 

6. Gouveia IF, et al. Maternal and fetal outcomes of pregnancy in chronic kidney disease: systematic review. 2021. (data outcome, counseling). PMCID: PMC8061969. 

7. Jeyaraman D, et al. Adverse pregnancy outcomes in pregnant women with chronic kidney disease: meta-analyses 2024. (systematic review/meta-analysis showing increased risks of preeclampsia, preterm birth, SGA). 2024. 

8. Oliverio AL, et al. End Stage Kidney Disease and Dialysis in Pregnancy. Review. 2020. PMCID: PMC7781109. (Dialysis in pregnancy; recommendations on dialysis frequency/targets). 

9. Maharani CR. Penyakit Ginjal Kronis dan Kehamilan: laporan kasus/ulasan. JKNAMed. 2022. (artikel lokal meninjau risiko dan penatalaksanaan di konteks Indonesia). 

---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...